
Analis kripto Michaël van de Poppe menunjukkan optimisme besar atas potensi pemulihan pasar altcoin, meski terjadi koreksi pasar yang dalam. Ia menilai pasar telah mencapai titik terendah dan menyoroti prospek pertumbuhan signifikan di berbagai proyek altcoin.
Pandangan van de Poppe hadir di tengah sentimen pasar yang tertekan oleh volatilitas. Namun, analisis teknikalnya menilai level harga saat ini sebagai peluang masuk menarik bagi investor strategis. Ia menegaskan bahwa koreksi pasar sebesar ini kerap menjadi pendahulu fase pemulihan kuat, membuka peluang bagi investor yang siap mengambil posisi saat rebound terjadi.
Van de Poppe mengidentifikasi sejumlah proyek altcoin dengan potensi pertumbuhan solid. Pilihan utamanya meliputi PEAQ, W, REZ, dan AEVO, yang masing-masing menunjukkan indikator teknikal berbeda dengan sinyal bullish.
W menjadi sorotan karena memperlihatkan sinyal teknikal yang sangat kuat menurut analisis van de Poppe. Proyek ini terbukti tangguh saat pasar turun dan menampilkan pola grafik yang secara historis mendahului lonjakan harga signifikan. Keyakinan van de Poppe terhadap W tercermin dalam strategi target harga yang dibuatnya secara rinci untuk aset ini.
PEAQ menjadi peluang menjanjikan lainnya di ekosistem DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Network), sebuah sektor yang diyakini van de Poppe memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang besar. REZ dan AEVO juga menjadi pertimbangan portofolio, masing-masing membawa proposisi nilai unik di niche blockchain mereka.
Van de Poppe telah menyusun strategi perdagangan khusus untuk W, dengan rencana menjual sebagian portofolionya pada rentang harga tertentu. Target pertamanya berada di kisaran $0,16-$0,18, lalu exit kedua di $0,20-$0,22. Pendekatan bertingkat ini memungkinkannya merealisasi keuntungan sembari tetap menjaga eksposur terhadap potensi kenaikan lanjutan.
Hasil penjualan strategis tersebut akan dialokasikan kembali ke proyek-proyek potensial lain, khususnya OP (Optimism), TIA (Celestia), atau REZ. Strategi rotasi ini mencerminkan disiplin dalam pengelolaan portofolio: mengambil profit di aset yang sudah mencapai target dan mengalihkan modal ke proyek dengan momentum baru.
Ia menegaskan pentingnya menjaga posisi kas agar dapat memanfaatkan peluang beli yang muncul sewaktu-waktu. Pendekatan fleksibel ini memungkinkan pergerakan modal secara cepat saat kondisi pasar menawarkan entry point yang menarik.
Van de Poppe memperkirakan volatilitas pasar akan meningkat dalam waktu dekat, dan menganggapnya sebagai bagian alami dari siklus pasar kripto. Ia melihat volatilitas bukan sebagai ancaman, melainkan peluang bagi trader aktif dan investor strategis.
Ia juga mencatat HYPE dan ASTER semakin menonjol di platform utama, menandakan meningkatnya minat terhadap proyek-proyek ini. Van de Poppe secara khusus ingin memperbesar eksposur di ekosistem DePIN jika sinyal pemulihan makin kuat. Sektor DePIN, yang berfokus pada infrastruktur fisik terdesentralisasi, kini menjadi narasi baru di dunia blockchain yang berpotensi mendorong arus modal besar.
Secara umum, van de Poppe tetap optimistis terhadap potensi pasar altcoin. Analisisnya menunjukkan bahwa kondisi pasar saat ini, meski penuh tantangan, justru memberi peluang bagi investor yang mengedepankan kesabaran dan kedisiplinan strategi. Sinergi analisis teknikal, rotasi sektor, dan manajemen kas menjadi fondasi tesis bullish-nya untuk pemulihan pasar altcoin.
Michaël van de Poppe adalah analis kripto dan makro strategis ternama dengan lebih dari 750 ribu pengikut. Ia sangat dihormati berkat prediksi pasar dan analisis teknikalnya yang presisi. Wawasannya sangat memengaruhi pelaku pasar serta aktivitas perdagangan altcoin secara global.
Sinyal utama mencakup meningkatnya investasi institusional, volume perdagangan Ethereum yang naik dibanding Bitcoin, rasio ETH/BTC menembus 0,03, indeks musim altcoin yang pulih di atas 39, serta aktivitas on-chain yang meningkat dengan DeFi TVL yang melonjak.
Prediksi ini melibatkan proyek altcoin Polygon, Avalanche, dan Snorter. Proyek tersebut diproyeksikan sangat diuntungkan oleh adopsi kripto berskala besar dan solusi scaling Layer-1.
Investor sebaiknya memprioritaskan altcoin dengan utilitas nyata dan fundamental kuat. Diversifikasi aset di berbagai proyek, pantau indikator makroekonomi secara ketat, dan persiapkan posisi untuk pemulihan pasar pada 2026.
Pemulihan pasar altcoin diperkirakan berlangsung dalam 2-3 kuartal tahun 2026. Risiko utama meliputi volatilitas Bitcoin, ketidakpastian regulasi, serta fluktuasi arus modal. Penurunan pasar akhir-akhir ini menunjukkan arus keluar dana masih menjadi tantangan bagi aset berkapitalisasi kecil.











