
Kepolisian Australia Selatan telah mengajukan 800 dakwaan dan menangkap 55 orang dalam kasus jaringan kejahatan besar yang terkait dengan mata uang kripto. Langkah terbaru ini menandai fase ketiga Operasi Ironside, hasil kolaborasi antara Kepolisian Federal Australia dan Federal Bureau of Investigation (FBI).
Menurut ABC News, otoritas telah menyita aset kripto senilai sekitar AU$58 juta (US$37,9 juta) yang terkait dengan investigasi yang sedang berlangsung. Penyitaan signifikan ini menggarisbawahi besarnya operasi kripto ilegal yang selama ini dipantau aparat penegak hukum.
Operasi ini memperoleh momentum setelah Mahkamah Agung mengizinkan penggunaan komunikasi aplikasi pesan terenkripsi AN0M sebagai alat bukti dalam perkara pidana. Keputusan hukum ini memungkinkan jaksa memanfaatkan ribuan komunikasi kriminal yang berhasil dicegat untuk menuntut jaringan kejahatan terorganisir.
Wakil Komisaris Polisi Linda Williams menyebut operasi ini sebagai “pukulan besar terhadap kejahatan terorganisir di seluruh Australia Selatan.” Ia menegaskan penangkapan tersebut “belum pernah terjadi sebelumnya” dari segi skala, dengan melibatkan sekitar 300 polisi dalam penggerebekan terkoordinasi di banyak titik lokasi.
“Saya kira Anda dapat mengharapkan penangkapan lebih lanjut, meski mungkin tidak secepat hari ini,” ujar Williams, menandakan penyelidikan masih berjalan dan dakwaan tambahan kemungkinan akan menyusul.
Federal Bureau of Investigation mengembangkan dan menerapkan AN0M sebagai alat canggih untuk menyusup ke jaringan kriminal. FBI memasang aplikasi ini pada ponsel khusus yang dimodifikasi agar tidak memiliki kamera, GPS, atau browser web—fitur yang dirancang khusus untuk menarik penjahat yang membutuhkan komunikasi aman untuk aktivitas ilegal.
Aplikasi ini disamarkan secara cerdik di dalam fungsi kalkulator tiap ponsel, sehingga tampak seperti fitur biasa namun sebenarnya menjadi pintu masuk komunikasi terenkripsi. Pendekatan ini membantu menjaga penyamaran aplikasi di lingkungan kriminal yang sadar keamanan.
FBI bekerja sama erat dengan Kepolisian Federal Australia, yang “mengembangkan kemampuan pertama di dunia untuk membongkar komunikasi terenkripsi.” Inovasi teknis ini memungkinkan aparat hukum menangkap dan mendekode seluruh data yang dikirimkan antar perangkat pengguna AN0M secara diam-diam.
Aplikasi AN0M memiliki sejumlah fitur yang menarik bagi organisasi kriminal, seperti pesan yang otomatis terhapus tanpa jejak, kemampuan mengirim foto aman, teknologi pengubah suara untuk menyamarkan identitas, dan penyimpanan file terenkripsi.
Sepanjang Operasi Ironside, ratusan penjahat ditangkap di Australia maupun luar negeri. Menurut Kepolisian Federal Australia, hampir 1.000 tersangka telah diamankan secara global, dengan temuan investigasi meliputi perdagangan senjata, jaringan penyelundupan narkoba, serta skema pencucian uang yang melibatkan mata uang kripto.
“Ini merupakan pesan pencegahan yang sangat kuat untuk kejahatan terorganisir di Australia Selatan,” kata Wakil Komisaris Williams. “Kami dapat memanfaatkan intelijen dari aplikasi terenkripsi AN0M untuk membawa kasus ini ke penyelesaian yang sukses.”
Operasi ini membuktikan aparat penegak hukum mampu menyusup ke jaringan komunikasi terenkripsi yang sebelumnya dianggap aman oleh pelaku, sehingga menandai perubahan besar dalam pertarungan antara otoritas dan jaringan kejahatan terorganisir.
Europol memperingatkan bahwa penyalahgunaan mata uang kripto untuk tujuan kriminal kian canggih dan kompleks. Dalam laporan awal 2025, otoritas penegak hukum Eropa menyoroti bagaimana perkembangan kejahatan kripto menimbulkan tantangan signifikan bagi industri mata uang kripto dan calon korban penipuan.
“Penyalahgunaan teknologi kripto dan blockchain untuk kejahatan kini semakin canggih, kompleks, dan terorganisir,” ujar Burkhard Mühl, Kepala European Financial and Economic Crime Centre Europol. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran otoritas penegak hukum internasional mengenai kemampuan mereka mengejar taktik kriminal yang terus berkembang pesat.
Kecanggihan kejahatan kripto saat ini melampaui pencurian atau penipuan sederhana. Kini, organisasi kriminal memanfaatkan teknik lanjutan seperti layanan pencampuran untuk menyamarkan jejak transaksi, menggunakan bursa terdesentralisasi demi menghindari regulasi, dan membangun skema pencucian uang kompleks lintas yurisdiksi dan blockchain.
Akibatnya, investigasi kejahatan terkait kripto telah menjadi “beban” besar bagi aparat penegak hukum di seluruh dunia, tegas Mühl. Keahlian teknis untuk melacak transaksi blockchain, sifat internasional kejahatan kripto, serta pseudonimitas banyak sistem mata uang kripto menjadi hambatan utama bagi metode investigasi tradisional.
Aparat penegak hukum kini makin banyak berinvestasi pada pelatihan khusus, alat analisis canggih, dan kerangka kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan ini. Namun, laju inovasi teknologi di sektor kripto sering kali melampaui perkembangan kemampuan investigasi dan kerangka hukum yang relevan.
Peringatan Europol menegaskan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara aparat hukum, platform kripto, dan badan regulasi untuk membangun strategi efektif dalam memerangi kejahatan kripto tanpa menghambat penggunaan blockchain yang sah.
Otoritas Australia menangkap 55 tersangka dalam operasi kejahatan terorganisir yang menargetkan pelanggaran terkait mata uang kripto, termasuk pencucian uang, penipuan, dan transfer dana ilegal. Tindakan penegakan hukum terkoordinasi ini menyita aset digital senilai US$37,9 juta dan memutus jaringan kriminal yang mengeksploitasi blockchain untuk tujuan ilegal.
Pihak berwenang Australia menggunakan alat analisis blockchain canggih untuk menelusuri transaksi kripto lintas banyak dompet dan bursa. Dengan memantau pola aktivitas on-chain dan mengikuti aliran dana, penyidik mengidentifikasi pergerakan mencurigakan yang terkait jaringan kriminal. Kolaborasi dengan aparat internasional dan spesialis forensik kripto memungkinkan aset digital ditemukan dan dibekukan sebelum dialihkan lebih jauh.
Aset kripto yang disita umumnya diproses secara hukum. Dana dapat dikembalikan kepada korban yang telah diverifikasi setelah investigasi selesai. Aset yang tidak diklaim dapat dilikuidasi atau dialihkan ke kas pemerintah sesuai peraturan yang berlaku.
Operasi ini memperlihatkan peningkatan koordinasi antar otoritas dalam membongkar jaringan kriminal yang menggunakan kripto. Penyitaan US$37,9 juta dan penangkapan 55 orang menjadi sinyal penguatan penegakan hukum, mencegah aktivitas ilegal dan memperkuat akuntabilitas di ekosistem mata uang kripto.
Kriminal memanfaatkan pseudonimitas kripto untuk pencucian uang, pembayaran ransomware, dan transaksi di dark web. Mereka menggunakan layanan pencampuran untuk menyamarkan asal dana, mengonversi kripto ke fiat lewat jalur tidak teregulasi, serta memanfaatkan sifat transaksi blockchain yang tidak dapat dibatalkan untuk skema penipuan dan pemerasan.
Verifikasi legitimasi proyek lewat saluran resmi, gunakan platform teregulasi, aktifkan autentikasi dua faktor, teliti latar belakang tim, hindari skema tidak berizin, simpan aset secara aman di dompet pribadi, dan jangan pernah membagikan private key maupun seed phrase kepada siapa pun.











