
Ben Armstrong, tokoh terkemuka di dunia mata uang kripto dan pendiri BitBoy Crypto, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan yang ia dirikan. Kepergian ini terjadi akibat kudeta internal yang dipimpin oleh TJ Shedd dan Justin Williams, dua figur penting di organisasi tersebut. Pengumuman ini mengguncang komunitas kripto, karena sebelumnya Armstrong dikenal sangat percaya diri dengan posisinya.
Pada sebuah pernyataan yang kemudian menjadi ironi, Armstrong pernah menyatakan, "Sampai mereka bisa mengkloning saya, saya tidak punya apa pun yang perlu dikhawatirkan." Namun kenyataannya berbeda ketika ia akhirnya mengonfirmasi kepergian melalui akun joinBENCoin. Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh blogger Bitcoin, Jason A. Williams, yang membagikan tangkapan layar pengumuman resmi.
Pernyataan resmi menyebutkan: "Efektif segera, Ben Armstrong tidak lagi bekerja dengan Hit Network/BJ Investment Holdings dan seluruh merek anak perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada Bitboy Crypto dan Around The Blockchain. Keputusan ini tidak mudah. Namun, setelah pertimbangan matang, kami yakin ini satu-satunya jalan ke depan."
Kepergian ini menjadi titik balik besar bagi Armstrong dan merek BitBoy Crypto, sehingga banyak pihak di komunitas kripto mempertanyakan alasan di baliknya dan potensi dampaknya di masa depan.
Kepergian mendadak Armstrong menimbulkan banyak spekulasi di komunitas kripto, dengan berbagai teori bermunculan terkait alasan utama di balik peristiwa ini. Penyelidik scam kripto, ZachXBT, menyoroti kemungkinan keterkaitan antara kepergian Armstrong dengan aktivitas terbarunya di ranah memecoin.
ZachXBT secara khusus bertanya: "Apakah ini karena keterlibatan Anda baru-baru ini dengan semua meme coin mencurigakan ini, atau karena hal lain?" Pertanyaan ini menyoroti kekhawatiran terkait keterlibatan Armstrong dalam proyek kripto yang diragukan dan menjadi perhatian para pengamat industri.
Namun, muncul teori lain dari pengguna Twitter, Robbin Pilliams, yang mengaitkannya dengan kejadian di Denver. Pilliams menyatakan: "Ini karena apa yang dia lakukan di Denver, saat ini sedang ada penyelidikan. Bukankah ini sudah terjadi sejak dulu jika memang terkait meme coin." Klaim ini membawa dimensi baru, yakni kemungkinan adanya komplikasi hukum atau regulasi.
Armstrong segera menanggapi tuduhan terkait Denver dengan menegaskan: "Ben tidak melakukan apa pun di Denver." Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam rumor yang mengaitkan kepergiannya dengan insiden tertentu di lokasi tersebut. Namun demikian, berbagai teori tetap beredar, mencerminkan kompleksitas dan kontroversi di balik kepergiannya dari BitBoy Crypto.
Perjalanan Ben Armstrong di dunia kripto tidak lepas dari sejumlah kontroversi yang menuai kritik dari pengamat industri dan komunitas. Salah satu isu utama adalah tuduhan bahwa Armstrong mempromosikan token dan kemudian menjualnya setelah promosi, praktik yang dikenal di komunitas kripto sebagai "pump and dump."
Para kritikus menyoroti kasus di mana Armstrong diduga mempromosikan investasi berisiko melalui afiliasi, menimbulkan pertanyaan tentang konflik kepentingan dan batas etika pemasaran influencer di bidang kripto. Kontroversi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah kepergiannya dari BitBoy Crypto merupakan langkah strategis untuk menghindari potensi masalah hukum atau pengawasan regulator.
Selain kontroversi promosi token, Armstrong juga terseret dalam situasi kompleks bersama ben.eth, pencipta memecoin yang kontroversial. Hubungan keduanya menjadi sorotan setelah peluncuran memecoin BEN, yang disertai tuduhan "rug pull" – praktik di mana pengembang meninggalkan proyek dan membawa lari dana investor.
Kisah ben.eth bermula ketika influencer NFT ini mulai dikenal luas pada musim memecoin PEPE. Keberhasilan PEPE melahirkan banyak proyek tiruan, termasuk BEN. Yang membedakan BEN adalah dukungan BitBoy, yang memberi kredibilitas dan momentum bahkan ketika Uniswap menutup akses perdagangan front-end-nya.
Seiring popularitas ben.eth meningkat, ia meluncurkan memecoin lain bernama PSYOP, yang memperoleh kredibilitas tambahan setelah didukung oleh Andrew Tate, figur kontroversial. Meski Armstrong akhirnya menjauh dari proyek tersebut, PSYOP tetap sukses berkat pendekatan presale inovatif ben.eth dan strategi airdrop yang menguntungkan pemegang BEN.
Memperluas ekosistem memecoin, ben.eth menghadirkan LOYAL dengan dukungan Ben Armstrong. Proyek ini bertujuan membangun bursa terdesentralisasi (DEX) khusus memecoin, memperkenalkan konsep "memefi" – gabungan antara meme dan DeFi (decentralized finance). Langkah ini merupakan upaya untuk melegitimasi dan menginstitusionalisasi ekosistem perdagangan memecoin.
Setelah Armstrong berpisah dari ben.eth dan keluar dari BitBoy Crypto, nasib token digital miliknya, BEN, menjadi perhatian besar di kalangan investor dan komunitas. Pergerakan harga token ini menunjukkan ketidakpastian atas berbagai perkembangan tersebut.
Pada periode tersebut, harga BEN berada di 0,00000002 USD, turun tajam sebesar 41,37% dalam 24 jam. Meski demikian, token ini masih aktif diperdagangkan di 21 pasar, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $2.907.825,89. Data ini menunjukkan bahwa meski tekanan jual cukup besar, minat dan likuiditas pasar tetap terjaga.
Di tengah spekulasi akan kehancuran token, Armstrong bergerak cepat menjawab kekhawatiran komunitas. Ketika seorang pengguna menulis, "Jadi BEN coin sudah selesai," Armstrong dengan tegas menjawab "Tidak." Respons singkat namun jelas ini bertujuan meyakinkan pemegang token serta memperlihatkan komitmennya terhadap proyek tersebut.
Sikap tegas Armstrong dalam mengatasi keraguan masa depan BEN menunjukkan tekadnya untuk tetap berkiprah di dunia kripto, meski telah meninggalkan BitBoy Crypto. Komitmen ini menandakan bahwa meski hubungan dengan merek BitBoy berakhir, keterlibatan Armstrong di berbagai proyek dan komunitas kripto masih berlanjut.
Kepergian Armstrong dari BitBoy Crypto memberikan dampak besar di komunitas kripto, namun efek penuh terhadap merek BitBoy Crypto maupun token BEN masih belum dapat dipastikan. Situasi ini masih terus berkembang, dan komunitas, investor, serta pengamat industri aktif memantau perkembangannya.
Hingga periode peristiwa ini, akun resmi BitBoy X (sebelumnya Twitter) belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kepergian Armstrong atau arah masa depan merek tersebut. Diamnya pihak resmi ini memperkuat spekulasi dan ketidakpastian terkait langkah organisasi tanpa pendiri sekaligus figur publik utamanya.
Respons komunitas kripto beragam, sebagian mendukung Armstrong sementara yang lain menilai kepergiannya penting untuk kredibilitas merek. Situasi ini memperlihatkan dinamika rumit proyek kripto yang dipimpin influencer dan tantangan yang muncul ketika kontroversi pribadi bertemu dengan operasional bisnis.
Seiring berakhirnya babak dramatis ini, masih banyak pertanyaan tentang arah masa depan BitBoy Crypto, keberlanjutan token BEN, dan langkah Ben Armstrong selanjutnya di dunia kripto. Hasil penyelidikan yang masih berjalan serta respons jangka panjang komunitas kemungkinan besar akan menentukan bagaimana kisah ini diingat dalam sejarah kripto.
Ben 'BitBoy' Crypto, lahir pada 1982, adalah YouTuber dan influencer mata uang kripto terkemuka dengan pengaruh besar di komunitas kripto. Ia membagikan konten informatif dan memanfaatkan kehadiran media sosial yang kuat untuk membentuk diskusi pasar dan sentimen investor.
BitBoy dicopot karena mempromosikan investasi berisiko tinggi, menjual token pasca promosi, dan terlibat dalam aktivitas meme coin yang dipertanyakan. Perusahaan induk menilai tindakan tersebut melanggar standar perusahaan dan tanggung jawab fiduciary.
Peristiwa ini meningkatkan kredibilitas ekosistem kripto dengan menyoroti isu tata kelola internal. Namun, reputasi BitBoy dapat terdampak akibat kontroversi masa lalu, sehingga penggemar mulai mempertanyakan pengaruhnya. Hal ini menekankan pentingnya kredibilitas bagi para influencer kripto dan dapat mengubah dinamika komunitas.











