
Jika Anda pernah membeli mobil atau menghadiri pasar loak, Anda sebenarnya sudah memahami konsep harga bid-ask secara mendasar. Ketika seseorang menawarkan mobil bekas seharga $1.000 dan Anda ingin membelinya seharga $900, selisih $100 disebut spread. Angka $1.000 merupakan harga ask, sedangkan $900 adalah harga bid, atau bisa juga disebut penawaran. Konsep fundamental harga bid-ask ini sangat sering muncul dalam perdagangan kripto, khususnya di platform perdagangan tingkat lanjut.
Pada panduan ini, kami akan menjelaskan apa itu spread bid-ask dan cara kerjanya dalam perdagangan kripto. Kami juga akan membahas order book, yaitu daftar pesanan yang terus diperbarui di bursa kripto. Order book menjadi sumber utama harga bid dan ask serta fondasi penemuan harga di pasar mata uang kripto.
Harga bid adalah penawaran beli pada harga tetap yang sama atau lebih rendah dari harga pasar saat ini. Harga ask adalah penawaran jual pada harga yang sama atau lebih tinggi dari harga pasar saat ini. Kedua harga bid dan ask berasal dari limit order yang ditempatkan trader di bursa kripto. Memahami relasi antara dua titik harga ini sangat penting untuk mengeksekusi perdagangan secara efisien dan meminimalkan biaya.
Saat Anda memasukkan order di bursa kripto, Anda dapat memilih market order daripada limit order dengan harga tetap. Market order akan dijalankan menggunakan limit order yang sudah ada di bursa, sehingga Anda menerima penawaran dari trader lain. Market sell order menerima harga bid, sedangkan market buy order menerima harga ask. Perbedaan ini menjadi sangat penting ketika mempertimbangkan biaya perdagangan dan harga eksekusi.
Bursa mencatat limit order dalam order book, yang merupakan tulang punggung penemuan harga dan proses eksekusi perdagangan. Secara ringkas, order book adalah catatan menyeluruh seluruh pesanan beli dan jual terbuka untuk satu pasangan perdagangan di bursa. Catatan real-time ini memberi transparansi kedalaman pasar dan membantu trader memahami dinamika permintaan dan penawaran.
Order book terdiri dari tiga komponen utama:
Harga Ask: Order book mencatat limit order jual terbuka pada atau di atas harga pasar saat ini. Ini menunjukkan harga di mana penjual bersedia melepas mata uang kripto mereka.
Spread: Spread adalah selisih antara harga ask terendah dan harga bid tertinggi. Selisih ini adalah biaya kecepatan saat melakukan market order.
Harga Bid: Order book juga mencatat limit order beli terbuka pada atau di bawah harga pasar saat ini. Ini menunjukkan harga di mana pembeli bersedia memperoleh mata uang kripto.
Untuk menggambarkan cara kerja order book, perhatikan contoh berikut: Jika Anda melakukan market buy order sebesar 0,0015 BTC (sekitar $95 pada harga pasar), order tersebut akan diisi dari dua limit order jual pertama di order book. Order jual pertama mungkin menawarkan harga ask $63.151,66 dan menyediakan 0,00126524 BTC. Karena jumlah tersebut belum mencukupi, sisa order akan dipenuhi dari limit order jual berikutnya yang menyediakan 0,00046311 BTC dengan harga satu sen lebih tinggi dari order pertama.
Perubahan harga ini disebut slippage, yaitu Anda mendapatkan harga yang kurang menguntungkan dibandingkan harga yang ditampilkan oleh market maker. Memahami dinamika order book membantu trader meminimalkan slippage dan mengoptimalkan eksekusi perdagangan.
Bid adalah limit order beli yang menunjukkan keinginan trader untuk membeli mata uang kripto pada harga spesifik. Jika Anda ingin membeli BTC namun menunggu harga tertentu, harga yang Anda masukkan menjadi "bid" Anda. Namun, order dengan harga bid lebih tinggi akan dieksekusi lebih dulu, karena order book memprioritaskan harga dan waktu.
Harga bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli untuk mata uang kripto pada saat tertentu. Dari sisi penjual, jika ingin segera menjual menggunakan market order, harga bid juga merupakan harga terbaik untuk langsung menjual aset. Sifat ganda harga bid menjadikannya referensi penting bagi pembeli dan penjual.
Sisi bid dalam order book membentuk dasar minat beli, dengan harga bid tertinggi di urutan teratas. Seiring berubahnya kondisi pasar dan strategi trader, harga bid pun terus berfluktuasi, mencerminkan dinamika pasar kripto.
Kita tinjau contoh order beli BTC untuk memahami fungsi bid dalam skenario nyata. Misalkan harga ask saat ini adalah $63.004,33, tetapi grafik harga jangka pendek menunjukkan tren lemah sehingga Anda yakin bisa memperoleh BTC dengan harga lebih rendah. Anda mengubah limit order beli menjadi $62.284,67, menempatkan harga bid di bawah harga pasar.
Harga bid ini tidak langsung terlihat di order book tanpa menggulir ke bawah, namun fluktuasi harga Bitcoin sebesar itu bukan hal langka. Jika harga pasar menyentuh harga bid Anda dan ada cukup tekanan jual untuk memenuhi semua order beli sebelumnya (termasuk order Anda), pesanan Anda akan dieksekusi. Jika tidak, order Anda tetap berada di order book sampai Anda batalkan atau kondisi pasar berubah.
Harga ask adalah sisi sebaliknya dari harga bid dalam perdagangan. Saat penjual menempatkan limit order pada atau di atas harga pasar, order tersebut masuk ke order book, dengan harga ask terendah berada di urutan teratas. Harga ask adalah harga terendah yang bersedia diterima penjual untuk mata uang kripto pada saat tertentu.
Dari sisi pembeli, saat market buy order dimasukkan, harga ask juga merupakan harga terbaik untuk segera membeli kripto. Ini menciptakan tarik ulur antara pembeli yang ingin harga rendah dan penjual yang ingin harga tinggi, dengan spread bid-ask sebagai jarak antara kedua kepentingan tersebut.
Sisi ask dalam order book membentuk batas atas minat jual, dengan harga ask terendah di urutan teratas dan siap dieksekusi. Memahami cara kerja harga ask membantu trader menempatkan order jual secara strategis dan mengantisipasi potensi resistensi harga di pasar.
Kita lihat contoh harga ask untuk BTC/USD agar jelas cara kerja order jual di perdagangan nyata. Dalam skenario ini, ask ditempatkan 1% di atas harga pasar. Ketika pasar mencapai $64.454,39, order dapat dieksekusi dan dicocokkan dengan order beli yang masuk.
Tetapi, sifat dinamis order book memungkinkan pihak lain masuk antrean dengan harga ask lebih rendah. Ini membuat limit order dengan harga ask lebih tinggi bergeser ke bawah urutan eksekusi, sehingga order dapat tertunda lebih lama. Trader harus menyeimbangkan harga keinginan dengan kemungkinan eksekusi, karena harga ask yang terlalu tinggi bisa membuat order tetap tidak terisi.
Spread bid-ask adalah selisih antara harga bid tertinggi dan harga ask terendah di order book. Spread ini merupakan salah satu indikator paling penting dalam perdagangan, karena berpengaruh langsung pada biaya eksekusi dan mencerminkan likuiditas pasar. Spread biasanya melebar saat likuiditas pasar rendah, artinya sedikit trader aktif atau volume kecil yang ditawarkan.
Di pasar yang sangat likuid, spread umumnya sangat tipis. Untuk kripto utama seperti Bitcoin, spread bisa hanya satu sen pada saat aktivitas tinggi. Namun, pada kondisi likuiditas rendah atau kripto kecil, spread bisa beberapa dolar atau persentase besar dari nilai aset.
Spread sangat penting saat menggunakan market order karena pembeli otomatis membayar lebih mahal (harga ask) dan penjual menerima lebih sedikit (harga bid) daripada harga tengah. Namun, spread juga penting untuk limit order, karena trader bisa menempatkan order dalam rentang spread untuk mendapat posisi antrean lebih baik tanpa membayar harga pasar.
Spread berfluktuasi karena berbagai kondisi pasar dan faktor eksternal. Memahami ini membantu trader mengantisipasi kemungkinan spread melebar dan menyesuaikan strategi:
Volatilitas: Volatilitas kripto yang tinggi membuka peluang trading, namun juga sering memperlebar spread. Saat trader tidak yakin arah harga jangka pendek, mereka menempatkan bid lebih rendah dan ask lebih tinggi, memperlebar jarak di order book.
Volume Perdagangan: Bursa dengan volume kecil sering mengalami spread lebar, bahkan untuk kripto populer seperti Bitcoin dan Ethereum. Volume tinggi menarik lebih banyak pelaku pasar dan spread lebih tipis, karena persaingan memperkecil jarak bid dan ask.
Jenis Mata Uang Kripto: Kripto yang kurang populer biasanya memiliki spread lebih lebar daripada aset utama. Peserta pasar yang sedikit dan likuiditas rendah membuat harga bid dan ask makin berjauhan, sehingga eksekusi cepat menjadi lebih mahal.
Waktu Perdagangan: Aktivitas pasar mengikuti pola harian. Spread cenderung lebih tipis pada jam kerja pusat keuangan seperti Amerika Serikat dan Eropa. Sebaliknya, akhir pekan dan di luar jam kerja biasanya spread melebar karena trader institusi lebih sedikit.
Likuiditas: Kripto utama memiliki likuiditas tinggi, yaitu kemudahan mengonversi aset tanpa kehilangan nilai signifikan. Likuiditas tinggi membuat spread mengecil dan eksekusi perdagangan lebih efisien, karena lebih banyak pembeli dan penjual di berbagai harga.
Ketidakpastian Pasar: Ketika pasar tidak pasti karena berita besar, regulasi, atau isu makroekonomi, spread sering melebar drastis. Trader lebih hati-hati dan enggan menempatkan dana dekat harga pasar saat ini.
Kombinasi Order: Keseimbangan antara market order dan limit order memengaruhi spread. Market order mengurangi likuiditas dari order book, limit order menambah likuiditas. Bursa yang membebankan biaya market order hampir sama dengan limit order biasanya memiliki sedikit limit order, yang bisa memperlebar spread karena pasokan likuiditas rendah.
Market order menawarkan eksekusi cepat dan sederhana, tetapi ada pertimbangan penting yang harus diperhatikan trader. Dengan market order, Anda membeli pada harga ask atau menjual pada harga bid, menerima harga yang tersedia saat itu di order book.
Kelebihan Market Order:
Kekurangan Market Order:
Market order sangat berguna untuk eksekusi cepat atau transaksi kecil di mana selisih biaya tak signifikan. Namun, kombinasi biaya tinggi dan harga eksekusi yang tak pasti menjadikan limit order pilihan yang lebih baik jika Anda bisa menunggu harga target.
Harga bid-ask sangat krusial dalam perdagangan mata uang kripto di platform tingkat lanjut. Memahami bagaimana harga bid berinteraksi dengan ask dan dinamika order book dapat membantu Anda merencanakan perdagangan lebih efisien dan menekan biaya. Selisih kecil pada satu transaksi bisa berarti penghematan besar dalam jangka panjang—terutama di perdagangan kripto, di mana pergerakan harga bisa ribuan persen.
Menguasai konsep spread bid-ask, order book, serta perbedaan antara market order dan limit order membuat trader mampu mengambil keputusan lebih baik soal kapan dan bagaimana mengeksekusi transaksi. Pengetahuan ini menjadi makin penting seiring peningkatan aktivitas dan strategi trading Anda.
Harga bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli untuk suatu aset, sedangkan harga ask adalah harga terendah yang bersedia diterima penjual. Selisih antara keduanya disebut spread, yaitu biaya transaksi.
Spread bid-ask adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Spread ini secara langsung meningkatkan biaya trading Anda karena harus membayar selisih itu di setiap transaksi. Spread yang lebih besar berarti biaya trading lebih tinggi.
Harga bid selalu di bawah harga ask karena market maker mengenakan spread sebagai kompensasi atas penyediaan likuiditas dan pengelolaan risiko. Spread ini memastikan pasar tetap berjalan dan likuid bagi semua peserta.
Beli pada harga bid dan jual pada harga ask untuk meraih keuntungan dari spread. Spread kecil menandakan likuiditas tinggi. Strategi ini paling efektif di perdagangan frekuensi tinggi dengan volume besar.
Forex umumnya memiliki spread paling kecil (0,1-2 pip), saham bervariasi sesuai likuiditas (0,01-0,50 dolar), dan kripto biasanya memiliki spread lebih besar (0,5-2%) tergantung volume dan kondisi pasar.
Ya, spread bid-ask yang lebih kecil umumnya lebih baik. Ini menandakan likuiditas tinggi dan transaksi murah, sehingga order dapat dieksekusi cepat dan slippage minimal.
Likuiditas adalah kemudahan membeli atau menjual aset di pasar tanpa mempengaruhi harga. Likuiditas tinggi biasanya membuat spread bid-ask lebih sempit, sehingga biaya trading lebih rendah bagi peserta pasar.
Harga bid adalah harga Anda bisa menjual, harga ask adalah harga Anda bisa membeli. Bid biasanya lebih rendah dari ask sehingga membentuk spread. Memahami keduanya membantu Anda mengambil keputusan trading lebih baik dan mengeksekusi order di harga optimal.











