
Siapa pun yang mengikuti dunia kripto pasti sudah mengetahui Bitcoin. Sebagai mata uang kripto pertama, Bitcoin memiliki posisi unik di antara berbagai aset digital dan berperan penting dalam menentukan pergerakan harga di seluruh pasar aset digital.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara memprediksi kondisi pasar kripto secara menyeluruh melalui dominasi pasar Bitcoin, atau yang dikenal sebagai Bitcoin Dominance.
Bitcoin Dominance merupakan nilai persentase yang menunjukkan besarnya dana yang diinvestasikan pada Bitcoin dibandingkan dengan total aset digital. Singkatannya adalah 'BTC.D'. Rumus perhitungannya: BTC.D = (Kapitalisasi Pasar Bitcoin / Kapitalisasi Pasar Mata Uang Kripto Total) × 100.
Metrik ini sangat penting karena mencerminkan perkembangan dan pertumbuhan industri aset digital. Pada awal kemunculan aset digital, sebelum ada koin lain selain Bitcoin, Bitcoin Dominance mendekati 100%. Namun, setelah berbagai altcoin bermunculan, pangsa pasar Bitcoin—atau Bitcoin Dominance—mulai menurun.
Intinya, pertumbuhan altcoin menyebabkan Bitcoin Dominance menurun. Jika pangsa pasar Bitcoin meningkat, artinya modal pasar lebih banyak mengalir ke Bitcoin dibandingkan altcoin lain. Metrik ini memberikan gambaran penting tentang sentimen investor dan pola alokasi modal di ekosistem kripto.
Bitcoin Dominance adalah salah satu indikator utama yang dipantau investor. Walaupun tidak mewakili harga koin tertentu, mengapa Bitcoin Dominance perlu dilacak? Karena melalui metrik ini, Anda bisa memantau tren baik pada Bitcoin maupun altcoin secara bersamaan. Dengan demikian, Anda dapat memahami arus ekosistem kripto secara lebih luas tanpa hanya fokus pada satu koin tertentu.
Saat harga Bitcoin naik, kapitalisasi pasar Bitcoin pun bertambah—otomatis Bitcoin Dominance juga ikut naik. Pada masa altcoin belum berkembang, Bitcoin Dominance bisa mencapai 90%. Namun, situasi berubah dengan populernya game berbasis altcoin, layanan keuangan, dan NFT.
Pertumbuhan industri kripto mendorong penurunan dominasi Bitcoin. Sebaliknya, satu-satunya cara Bitcoin mempertahankan pangsa pasarnya adalah dengan kenaikan harga. Dinamika ini memperlihatkan hubungan menarik antara apresiasi harga Bitcoin dan posisinya di pasar.
Seperti dijelaskan, naiknya popularitas altcoin menyebabkan dominasi Bitcoin menurun. Dalam beberapa tahun terakhir, booming DeFi turut meningkatkan pangsa Ethereum dan menurunkan Bitcoin Dominance. Proyek blockchain inovatif dan aplikasi terdesentralisasi terus menantang dominasi Bitcoin.
Selain altcoin, popularitas stablecoin juga berkontribusi menekan Bitcoin Dominance. Apalagi kini stablecoin telah menjadi arus utama. Likuiditas di pasar kripto juga mengalir ke stablecoin seperti USDT dan USDC. Ripple pun meluncurkan stablecoin RLUSD. Fenomena ini menahan konsentrasi dana hanya ke Bitcoin. Per Juni 2024, kapitalisasi pasar stablecoin mencapai $172 miliar atau sekitar 10% dari total pasar kripto.
Secara umum, Bitcoin Dominance berkorelasi positif dengan suku bunga Amerika Serikat. Bila suku bunga turun, dominasi Bitcoin ikut turun; jika suku bunga naik, dominasi Bitcoin meningkat.
SwissOne Capital, perusahaan manajemen aset, memperkirakan bahwa "pemangkasan suku bunga terbaru oleh Federal Reserve AS bisa menghentikan tren naik Bitcoin Dominance dan memicu kenaikan pasar kripto." Mereka menganalisis bahwa "sebelumnya, Bitcoin Dominance sempat naik melewati 70% lalu berbalik menurun seiring pelonggaran global, hingga jatuh ke 40% dan memicu lonjakan permintaan altcoin."
Peningkatan aktivitas transaksi di jaringan Bitcoin membuat volume transaksi naik sehingga terjadi kemacetan. Akibatnya, pengguna membayar biaya lebih tinggi untuk transaksi instan, sehingga rata-rata biaya naik. Aktivitas jaringan yang meningkat menandakan permintaan Bitcoin yang naik dan bisa menaikkan dominasi. Platform analisis data IntoTheBlock mencatat, "meski biaya transaksi Bitcoin turun sampai 86% dalam satu kuartal terakhir, Bitcoin Dominance justru mencetak rekor tertinggi," yang berarti kepercayaan pasar tetap kokoh.
Sebaliknya, jika biaya Bitcoin terlalu mahal, pengguna akan mencari alternatif lebih murah, seperti Litecoin atau Ethereum.
Jika jaringan Bitcoin mengadopsi solusi skalabilitas seperti SegWit atau Lightning Network, biaya transaksi bisa stabil. Jika penggunaan Bitcoin meningkat setelah upgrade, dominasi berpotensi naik lagi. Ketika upgrade jaringan berhasil, posisi Bitcoin semakin kuat dan dominasi bertambah.
Saat kondisi pasar kripto memburuk, Bitcoin Dominance naik karena altcoin yang kapitalisasi pasarnya kecil biasanya turun lebih dalam daripada Bitcoin di pasar bearish. Dalam kondisi seperti ini, investor altcoin memindahkan dana ke Bitcoin yang lebih tahan tekanan, seperti mencari perlindungan saat hujan.
Sebaliknya, di pasar bullish, dana mengalir ke altcoin yang berpotensi tumbuh lebih cepat, sehingga dominasi Bitcoin turun. Memahami siklus ini sangat penting untuk pengelolaan portofolio yang optimal.
Bitcoin Dominance sangat dipengaruhi oleh kebijakan regulasi di tiap negara, baik terhadap Bitcoin maupun altcoin. Jika aturan pemerintah memperketat altcoin, investor bisa mengalihkan dana ke Bitcoin yang lebih kredibel. Kejelasan atau ketidakpastian regulasi sangat memengaruhi arus modal di pasar kripto.
Berita positif seperti upgrade teknologi jaringan Bitcoin atau perluasan adopsi bisa menaikkan Bitcoin Dominance. Sebaliknya, jika proyek altcoin menghadirkan inovasi baru dan mendorong pasar, dominasi Bitcoin bisa turun. Dinamika evolusi teknologi blockchain terus membentuk pola dominasi pasar.
Bitcoin Dominance jauh lebih mudah dipahami dalam bentuk grafik. Banyak penyedia data on-chain yang menawarkan grafik Bitcoin Dominance, seperti CoinMarketCap dan CoinGecko, yang menyediakan pelacakan waktu nyata dan analisis data historis untuk pemahaman pasar yang lebih komprehensif.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Dapat mengidentifikasi awal pasar bearish dan bullish | Popularitas stablecoin yang meningkat dapat memengaruhi akurasi metrik |
| Dapat menemukan pola pembalikan harga | Bitcoin Dominance tidak selalu langsung mencerminkan perubahan seluruh altcoin |
| Dapat mengenali 'Altcoin Bull Market' saat altcoin naik signifikan di pasar bullish | Metode perhitungan kapitalisasi pasar Bitcoin bisa berbeda-beda |
| Dapat memperkirakan durasi tren penurunan di pasar bearish | Akurasi menurun jika terjadi kekurangan likuiditas atau masalah jaringan Bitcoin |
Pada periode pasar bullish sebelumnya, Bitcoin Dominance sempat naik di atas 70%, lalu turun menjadi 42% di pertengahan periode. Selanjutnya, Bitcoin Dominance bergerak antara 40% hingga 46% selama setahun, kemudian kembali menyentuh level 40% setelah ambruknya salah satu bursa kripto besar pada akhir 2022. Setelah itu, grafiknya terus menunjukkan tren naik yang stabil.
Dengan demikian, tren naik pada Bitcoin Dominance merupakan sinyal bahwa tren harga Bitcoin memasuki fase kenaikan. Korelasi ini memberi wawasan penting untuk strategi investasi dan pengaturan waktu pasar.
Berdasarkan penilaian terbaru, Bitcoin Dominance berada di 61,89. Pada periode yang sama, harga Bitcoin sempat turun di bawah $80.000 seiring Amerika Serikat mengenakan tarif pada mitra dagang utama. Namun, Bitcoin Dominance justru meningkat dan kini lebih tinggi daripada akhir 2024 ketika harga Bitcoin menembus $100.000.
Hal tersebut menunjukkan Bitcoin masih punya potensi kenaikan harga lebih lanjut. Ketahanan dominasi saat koreksi harga menjadi sinyal kekuatan pasar yang mendasari.
Alasan utama pasar memperhatikan Bitcoin Dominance adalah untuk memproyeksikan harga altcoin. Jika harga altcoin tetap kuat meski dominasi Bitcoin turun, berarti altcoin season mendekat. Sebaliknya, jika Bitcoin Dominance terus naik, potensi kenaikan harga altcoin seperti Ethereum, Ripple, dan Solana akan melemah.
Dengan demikian, perusahaan dan investor kripto menggunakan Bitcoin Dominance sebagai alat analisis harga altcoin. Pemahaman dinamika ini penting untuk pengambilan keputusan investasi dan strategi alokasi portofolio di ekosistem kripto yang beragam.
Bitcoin Dominance adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan total kapitalisasi pasar kripto. Dihitung dengan membagi nilai pasar Bitcoin dengan nilai pasar kripto secara keseluruhan, mencerminkan proporsi pangsa pasar Bitcoin.
Kenaikan Bitcoin Dominance menandakan investor lebih memilih keamanan dan stabilitas. Penurunan dominasi menunjukkan adanya diversifikasi modal ke altcoin. Pergeseran dominasi mencerminkan sentimen pasar, tingkat kepercayaan investor, dan tren kesehatan ekosistem kripto.
Bitcoin Dominance menggambarkan preferensi pasar terhadap kripto. Dominasi tinggi menandakan potensi pertumbuhan altcoin, sedangkan dominasi rendah menunjukkan peluang apresiasi Bitcoin. Pantau pergeseran dominasi untuk identifikasi tren pasar dan optimalkan strategi perdagangan Anda.
Bitcoin Dominance pernah mencapai sekitar 75% sebagai puncak dan sekitar 35% sebagai titik terendah. Level ini menunjukkan proporsi kapitalisasi pasar Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto.
Bitcoin Dominance biasanya berbanding terbalik dengan kinerja altcoin. Jika dominasi Bitcoin naik, kinerja altcoin cenderung tertekan karena investor lebih memilih stabilitas Bitcoin. Sentimen pasar dan arus likuiditas mengalir ke Bitcoin, sehingga membatasi kenaikan harga altcoin saat Bitcoin rally.
Pada pasar bullish, Bitcoin Dominance umumnya turun karena investor mengejar imbal hasil lebih besar di altcoin. Sementara di pasar bearish, Bitcoin Dominance naik karena dianggap penyimpan nilai yang lebih aman di tengah ketidakpastian pasar.











