

Bitcoin tengah berada pada fase perdagangan mendatar, bertahan di sekitar level $114.500 dengan penurunan tipis sekitar 0,50% dalam beberapa sesi terakhir. Pasar memasuki fase konsolidasi saat pelaku perdagangan secara cermat menelaah tren makroekonomi global dan memantau perkembangan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Mata uang kripto terbesar di dunia masih mencatat kapitalisasi pasar sebesar $2,28 triliun, dengan volume perdagangan harian stabil di atas $47 miliar. Tingginya volume ini menandakan partisipasi pasar yang kuat dan minat investor yang tetap tinggi, meski momentum harga sementara mereda. Pola perdagangan saat ini menunjukkan pelaku pasar memilih sikap menunggu, menimbang optimisme terobosan perdagangan dengan ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.
Optimisme pasar baru-baru ini didorong oleh laporan bahwa negosiator Amerika Serikat dan Tiongkok telah mencapai kemajuan penting dalam penyelesaian sengketa perdagangan utama. Kerangka kerja yang sedang dibahas dan diperkirakan akan difinalisasi dalam beberapa hari mendatang oleh Presiden Donald Trump dan Xi Jinping, mencakup sejumlah isu sensitif yang telah lama membebani hubungan bilateral, seperti kontrol ekspor, akses mineral tanah jarang, dan struktur tarif.
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, memberikan sinyal positif dengan menyatakan bahwa ancaman tarif 100% atas barang Tiongkok kini “tidak diberlakukan.” Ini menandai penurunan signifikan dalam ketegangan perdagangan. Di sisi lain, Tiongkok juga menunjukkan komitmen dengan memperbesar pembelian kedelai dari petani Amerika dan menyetujui penundaan pembatasan ekspor tanah jarang, yang sangat penting bagi berbagai industri teknologi tinggi.
Jika kesepakatan perdagangan ini benar-benar dikonfirmasi dan diterapkan, tekanan rantai pasok yang telah memengaruhi pasar global dapat berkurang secara signifikan. Perkembangan ini kemungkinan akan meningkatkan sentimen investor pada aset berisiko, termasuk Bitcoin. Secara historis, Bitcoin mendapat manfaat dari berkurangnya ketidakpastian makroekonomi karena investor lebih berani mengalokasikan modal ke aset berisiko tinggi saat kondisi perdagangan global membaik.
Meski optimisme perdagangan telah menstabilkan minat risiko, ketidakpastian besar masih membayangi hubungan bilateral. Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat meluncurkan investigasi Section 301 atas praktik perdagangan Tiongkok, menuduh ketidakpatuhan sistematis terhadap Perjanjian Fase Satu 2020. Investigasi ini menyoroti sejumlah masalah, seperti perlindungan kekayaan intelektual yang kurang, transfer teknologi, dan komitmen pembelian produk pertanian yang belum dipenuhi oleh Tiongkok.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok dengan tegas menolak tuduhan tersebut, menyatakan bahwa kewajiban telah dipenuhi dengan baik sesuai perjanjian sebelumnya. Investigasi yang berlangsung hingga pertengahan Desember berpotensi menjadi dasar baru bagi Amerika Serikat untuk memberlakukan atau memperluas tarif jika negosiasi mengalami hambatan atau sanksi perdagangan sebelumnya dibatalkan melalui jalur hukum.
Bagi investor Bitcoin, dinamika ini menambah kompleksitas dan ketidakpastian dalam analisis pasar. Sejarah menunjukkan perubahan hubungan AS–Tiongkok sangat memengaruhi kondisi likuiditas global dan sentimen risiko, dua faktor utama volatilitas mata uang kripto. Saat ketegangan perdagangan meningkat, aset berisiko seperti Bitcoin biasanya mengalami tekanan jual karena investor mencari aset yang lebih aman. Sebaliknya, kemajuan hubungan perdagangan mendukung peningkatan risiko dan bisa menggerakkan reli di pasar kripto.
Faktor utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar:
Peningkatan konflik perdagangan dapat memberikan tekanan penurunan pada Bitcoin dalam waktu dekat, karena sentimen risk-off akan menguasai psikologi pasar. Namun, terobosan perdagangan yang jelas dan menyeluruh dapat memulihkan kepercayaan global dan minat risiko, yang berpotensi menjadi katalis bagi Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan menuju level tertinggi sebelumnya.
Dari sudut pandang teknikal, BTC/USD terus berkonsolidasi di bawah level resistensi utama $114.950, yang sesuai dengan 0,5 Fibonacci retracement dari pergerakan besar sebelumnya. Grafik 4 jam memperlihatkan pola double-top yang dapat menandakan kejenuhan pembeli dan potensi pembalikan tren pasca rebound dari support sekitar $108.667.
Indikator Relative Strength Index (RSI) mendekati level 63 menunjukkan momentum bullish mulai melemah, meski pasar belum masuk wilayah overbought. Harga juga masih tertahan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 50 hari, yang sering menjadi penentu tren jangka pendek. Ketika harga berada di bawah moving average ini, biasanya berarti tekanan bearish masih mendominasi arah pasar.
Breakout tegas di atas ambang $116.000 dapat memicu minat beli baru dan membawa BTC ke zona resistensi berikutnya di $117.669 dan $120.571. Pergerakan ini akan mengonfirmasi pola kelanjutan bullish dan menarik trader momentum untuk memanfaatkan kenaikan harga. Penutupan berkelanjutan di atas $120.571 akan memperkuat skenario bullish dan membuka peluang kenaikan ke $124.148, menandai kembalinya harga ke level puncak sebelumnya.
Jika gagal menembus zona resistensi saat ini, BTC dapat mengalami koreksi teknikal menuju level support $113.552 dan $112.255, yakni zona konsolidasi sebelumnya yang sering menjadi titik pertahanan pembeli. Namun, penurunan berkelanjutan di bawah level psikologis $112.000 dapat mengonfirmasi pola double-top bearish dan membuka risiko penurunan ke zona support $108.667. Pergerakan seperti ini berpotensi memicu stop-loss dan mempercepat tekanan jual dalam waktu dekat.
Dengan dunia menyoroti penyelesaian negosiasi perdagangan AS–Tiongkok, prospek jangka pendek Bitcoin tetap netral hingga cenderung bullish. Pasar kripto berada di fase menunggu, di mana trader mempersiapkan diri menghadapi potensi volatilitas, baik ke atas maupun ke bawah, tergantung dinamika geopolitik.
Terobosan diplomatik yang terkonfirmasi antara dua ekonomi terbesar dunia dapat membangkitkan minat risiko di pasar keuangan dan mendorong BTC menuju level psikologis penting $120.000 dalam beberapa bulan ke depan. Skenario ini biasanya diiringi perbaikan likuiditas dan meningkatnya minat institusional terhadap mata uang kripto sebagai alternatif aset.
Di tengah persimpangan sinyal teknikal dan dinamika geopolitik, arah berikut Bitcoin sangat bergantung pada apakah pasar global memilih stabilitas dan pertumbuhan baru, atau menghadapi gelombang volatilitas akibat ketegangan perdagangan. Beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah konsolidasi saat ini adalah jeda sehat sebelum tren naik berikutnya, atau awal dari koreksi lebih dalam.
Pelaku pasar harus tetap waspada, dengan memantau level harga teknikal dan perkembangan fundamental dalam hubungan perdagangan internasional. Manajemen risiko tetap krusial di lingkungan ini, mengingat perubahan sentimen yang tiba-tiba dapat memicu pergerakan harga ekstrem ke kedua arah.
Harga Bitcoin bertahan di kisaran $115K karena tekanan aksi ambil untung dan fluktuasi sentimen pasar. Faktor makroekonomi, koreksi teknikal, serta sikap menunggu kepastian kesepakatan perdagangan Tiongkok turut memperkuat fase konsolidasi.
Negosiasi perdagangan Tiongkok berpengaruh besar terhadap Bitcoin melalui sentimen pasar. Kemajuan positif biasanya mendorong BTC naik seiring meningkatnya minat risiko, sementara perkembangan negatif memicu aksi jual. Per Januari 2026, pembicaraan perdagangan yang berlangsung tetap menjadi faktor utama harga, dengan Bitcoin sangat sensitif terhadap pembaruan negosiasi dan pengumuman hasil akhir.
Trader memperkirakan Bitcoin berpotensi menembus $115K, dengan dinamika pasar dan kepastian kesepakatan perdagangan Tiongkok sebagai katalis utama. Momentum terkini menunjukkan sentimen bullish, namun konfirmasi tetap membutuhkan tekanan beli berkelanjutan dan dukungan faktor makroekonomi.
Kebijakan Federal Reserve dan inflasi sangat memengaruhi harga BTC. Kebijakan moneter longgar cenderung mendorong BTC naik, sedangkan pengetatan menekan harga turun. BTC sangat responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi global dan sentimen risiko.
Selama stagnasi pasar, pertahankan likuiditas dan pertimbangkan dollar-cost averaging ke Bitcoin. Tunggu kejelasan hasil kesepakatan perdagangan Tiongkok sebelum mengambil posisi besar. Manfaatkan fase konsolidasi ini untuk akumulasi di level stabil sekitar support 115K.
Korelasi Bitcoin dengan aset tradisional seperti saham semakin kuat seiring meningkatnya adopsi institusional. Bitcoin kini diakui sebagai kelas aset yang sah, memperlihatkan keterkaitan yang makin erat dengan ekuitas dan keuangan konvensional, meski tetap memiliki ketahanan terhadap fluktuasi mata uang.











