
Bitcoin menampilkan sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi terbentuknya titik bottom pasar, meski pesimisme masih mendominasi pasar kripto secara umum. Salah satu indikator utama adalah lonjakan volume perdagangan di kisaran harga $100.000. Analis teknikal memandang peningkatan volume ini sebagai tanda jelas minat investor yang kuat pada titik harga tertentu.
Konsentrasi volume perdagangan di sekitar $100.000 menunjukkan area tersebut dapat menjadi zona support utama, di mana tekanan jual mulai berkurang dan tekanan beli mulai mendominasi. Kondisi ini biasanya muncul ketika pasar mencari titik keseimbangan baru pasca koreksi.
Indikator Net Unrealized Profit (NUP) telah mencapai level 0,476, yang secara historis sangat penting bagi tren harga Bitcoin. NUP mengukur selisih antara keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dari seluruh Bitcoin yang beredar, memberikan gambaran mengenai sentimen pasar secara keseluruhan.
Secara historis, nilai NUP di angka 0,476 sering kali bertepatan dengan titik terendah pasar sebelum Bitcoin memulai siklus pemulihan baru. Metrik ini telah menandai rebound sebelum kenaikan harga besar di masa lalu, menandakan bahwa saat NUP rendah, mayoritas investor memegang Bitcoin pada harga di atas nilai pasar saat ini, sehingga tekanan jual berkurang dan peluang pemulihan meningkat.
Kemunculan kembali indikator ini mengisyaratkan pasar mungkin sedang memasuki fase serupa, di mana investor lemah telah keluar dan pemegang jangka panjang mulai menambah akumulasi koin.
Selain indikator NUP dan volume perdagangan, analis juga tengah memantau sejumlah faktor teknikal lain yang dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Satu faktor penting adalah potensi pembalikan gap CME (Chicago Mercantile Exchange). Gap CME muncul ketika ada selisih harga antara penutupan dan pembukaan berikutnya dalam perdagangan futures Bitcoin. Secara historis, gap ini cenderung "terisi" saat harga Bitcoin kembali ke level tersebut, sehingga menciptakan peluang trading baru.
Posisi Bitcoin dalam siklus empat tahunan klasik juga menjadi sorotan. Siklus ini erat kaitannya dengan halving Bitcoin dan fase pertumbuhan yang biasanya menyusul. Mengetahui posisi Bitcoin dalam siklus ini membantu investor mengevaluasi prospek harga jangka panjangnya.
Walaupun ada beberapa sinyal positif bahwa Bitcoin kemungkinan sedang membentuk bottom, pasar menghadapi tantangan besar. Zona resistance kritis di antara $109.895 dan $110.192 menjadi penghalang utama bagi pemulihan yang berkelanjutan.
Cluster resistance ini berdasarkan puncak harga sebelumnya dan level penting Fibonacci, di mana tekanan jual cenderung meningkat saat harga mendekati area tersebut. Untuk mengonfirmasi rebound sejati, Bitcoin harus menembus resistance dengan volume perdagangan yang kuat dan mempertahankan harga di atas level ini secara konsisten.
Bila sinyal teknikal saat ini tetap bertahan dan Bitcoin berhasil melampaui resistance tersebut, pasar berpotensi mengalami rally baru. Investor perlu memantau indikator teknikal dan volume perdagangan dengan saksama demi pengambilan keputusan yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Indikator MVRV merupakan alat utama untuk mengidentifikasi bottom Bitcoin. Ketika MVRV turun di bawah 1, hal ini sering menjadi sinyal bahwa pasar telah mencapai titik terendah. Indikator Ahr999 juga menawarkan referensi teknikal efektif untuk mendeteksi peluang beli potensial.
Di masa pesimisme ekstrem, harga Bitcoin umumnya merosot, menembus level psikologis penting. Ini memicu likuidasi besar-besaran dan lonjakan volume perdagangan. Meski demikian, kondisi tersebut sering menjadi peluang beli kuat bagi investor jangka panjang.
Bottom historis utama Bitcoin terjadi pada tahun 2011 ($2), 2015 ($200), 2018 ($3.500), dan 2020 ($3.800). Di periode tersebut, mayoritas investor menjual karena rasa takut, volume perdagangan menurun, dan sentimen pasar sangat negatif. Ini merupakan momen akumulasi terbaik saat pasar berada di titik terendah.
Perhatikan volume perdagangan dan pergerakan harga. Jika volume naik dan harga stabil di level rendah, Bitcoin kemungkinan besar sudah mencapai bottom. Sebaliknya, jika volume turun dan harga tetap volatil, penurunan lanjutan masih mungkin terjadi.
Risikonya adalah harga masih dapat turun lebih dalam. Kesempatannya adalah bisa membeli di harga rendah dan meraih potensi keuntungan jangka panjang ketika pasar pulih dan likuiditas meningkat.
Bottom Bitcoin dapat terbentuk dalam kurun waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun, dengan fluktuasi harga yang besar selama prosesnya. Para ahli menyarankan agar trader tetap bersabar dan berhati-hati, karena terlalu dini untuk mengonfirmasi bottom.











