

Co-Founder Cardano, Charles Hoskinson, menyampaikan pernyataan tegas yang menempatkan ADA di jajaran 1% mata uang kripto teratas yang diyakini mampu bertahan dalam jangka panjang. Di tengah tren bearish pasar belakangan ini, Hoskinson tetap optimis pada proyeksi harga Cardano berkat kekuatan fundamental, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.
Hoskinson menilai fluktuasi harga jangka pendek yang didorong oleh aktivitas spekulatif bukanlah faktor utama dalam arah jangka panjang Cardano. Ia menegaskan, ADA telah membuktikan ketangguhannya dengan bertahan dan bertumbuh melampaui kapitalisasi pasar $10 miliar selama sepuluh tahun terakhir, sementara 99% altcoin gagal pada periode yang sama.
Komentar ini merespons kekhawatiran atas performa ADA yang cenderung di bawah rata-rata selama siklus pasar saat ini. Bahkan di fase pasca-halving yang secara historis bullish dalam siklus empat tahunan Cardano, harga ADA masih sekitar 85% di bawah rekor tertinggi $3,10 pada 2021. Kinerja tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan investor tentang peluang Cardano mengulang pencapaian sebelumnya.
Pada sebuah podcast, Hoskinson menyebutkan bahwa performa lemah ini disebabkan oleh dominasi peristiwa makroekonomi terhadap pasar kripto. Ia menyoroti kebijakan Federal Reserve, pengetatan kuantitatif, serta sentimen risk-off di pasar tradisional sebagai faktor utama pelemahan pasar kripto.
Namun, hambatan-hambatan tersebut kini mulai mereda. Federal Reserve AS telah mengubah kebijakan secara signifikan, mengakhiri program pengetatan kuantitatif dan memberikan tambahan likuiditas sebesar $13,5 miliar untuk perbankan. Perubahan mendasar ini dalam kondisi moneter dinilai menguntungkan bagi aset berisiko seperti mata uang kripto.
Masuknya likuiditas ke pasar dan harapan akan penurunan suku bunga demi mendorong minat risiko, berpotensi meningkatkan permintaan atas aset spekulatif seperti ADA di periode mendatang. Kombinasi perbaikan kondisi moneter dan fundamental Cardano yang kuat membentuk peluang bullish bagi kenaikan harga.
Dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga terbaru dapat menjadi landasan bagi breakout yang signifikan. Grafik memperlihatkan pantulan kedua dari level support $0,387, membentuk pola double bottom reversal yang klasik. Pola ini dikenal luas sebagai sinyal bullish yang menandakan potensi pembalikan tren.
Double bottom ini dapat memberi momentum bagi ADA untuk keluar dari channel menurun yang membatasi pergerakan harga selama setahun terakhir. Channel tersebut menempatkan Cardano dalam fase konsolidasi, dengan pola lower high dan lower low yang mengonfirmasi tren turun.
Berbagai indikator momentum kini semakin mendukung pergerakan ke atas. Relative Strength Index (RSI) mengalami rebound tajam dari ambang oversold 30, menandakan tekanan jual telah mereda dan pembeli mulai mengambil kendali. Sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) memperlebar jarak di atas garis sinyal, mengonfirmasi penguatan momentum bullish. Kedua indikator ini secara bersama-sama menandai terbentuknya tren naik baru.
Pola double bottom menargetkan pergerakan menuju $0,60, yang berarti merebut kembali level support di $0,50 yang menjadi dasar harga sepanjang periode konsolidasi. Level ini memiliki peran historis baik sebagai support maupun resistance, sehingga menjadi ambang penting bagi bull untuk direbut kembali.
Dengan level support yang lebih tinggi dan stabil, breakout di atas resistensi channel menurun berpotensi memicu momentum kenaikan berkelanjutan. Dalam skenario tersebut, model prediksi harga Cardano mengindikasikan potensi kenaikan ke puncak siklus dan wilayah penemuan harga baru. Target teknikal untuk pergerakan ini diperkirakan sekitar $1,80, atau kenaikan sekitar 300% dari level saat ini.
Target ambisius ini mengacu pada ekstensi Fibonacci dan proyeksi measured move dari pola double bottom. Walau kenaikan tersebut terkesan agresif, hal ini sejalan dengan sejarah siklus bullish Cardano sebelumnya, di mana pola teknikal serupa menghasilkan apresiasi harga signifikan.
Trader dan investor sebaiknya memantau level resistensi utama saat breakout, termasuk garis tren channel menurun, support $0,50 yang telah direbut kembali, serta level psikologis $1,00. Ketiga area ini berpotensi menjadi titik ambil untung yang bisa menahan momentum sebelum harga melanjutkan kenaikan ke target yang lebih tinggi.
Cardano menawarkan desentralisasi luar biasa dengan lebih dari 3.000 SPO serta rekam jejak keandalan selama tujuh tahun tanpa downtime maupun pelanggaran keamanan. Hoskinson meyakini model berkelanjutan dan tata kelola terdesentralisasi Cardano menjadikannya lebih unggul dan berpotensi bertahan lebih lama dibandingkan 99% mata uang kripto lainnya.
Hoskinson menilai 99% mata uang kripto gagal karena tidak memiliki utilitas nyata dan aplikasi di dunia nyata. Proyek yang dapat bertahan adalah yang berfokus pada pengembangan berkelanjutan, use case yang otentik, serta penciptaan nilai jangka panjang, bukan sekadar spekulasi.
Prediksi harga ADA untuk periode 2026-2030 berkisar antara $0,34 hingga $25, bergantung pada tingkat adopsi. Dengan upgrade Hydra dan pertumbuhan ekosistem, Cardano menunjukkan prospek jangka panjang yang kuat. Skenario optimis mendukung apresiasi signifikan jika adopsi mainstream meningkat.
Cardano menghadapi risiko eksekusi teknologi, volatilitas harga pasar, dan ketidakpastian regulasi. Investor ritel sebaiknya mempertimbangkan kemajuan pengembangan, tingkat adopsi komunitas, serta posisi kompetitif Cardano dibanding platform blockchain lain sebelum berinvestasi.
Mekanisme Ouroboros Cardano menawarkan skalabilitas dan efisiensi energi yang lebih baik daripada PoW Bitcoin. Arsitektur berlapis Cardano memberikan fleksibilitas pembaruan yang lebih tinggi dibanding Ethereum. Namun, ekosistem Ethereum sudah lebih matang dan komunitas pengembangnya lebih besar, sehingga secara praktis memberikan keunggulan meski Cardano lebih unggul secara teoretis.











