
Ben Armstrong, yang dikenal luas di komunitas kripto sebagai BitBoy Crypto, bersama sejumlah rekan bisnisnya, saat ini menghadapi gugatan class action besar yang diajukan oleh investor Amerika yang membeli koin $BEN. Tindakan hukum ini berfokus pada tuduhan penipuan dan praktik promosi menyesatkan yang diduga menyebabkan kerugian finansial signifikan bagi pemegang token.
Gugatan ini diajukan oleh koalisi investor yang mengklaim telah tertipu oleh janji imbal hasil besar atas investasi mereka di token $BEN. Penggugat menyebut Armstrong, rekannya Ashley, dan beberapa individu lain sebagai rekan konspirator dalam skema terkoordinasi untuk mempromosikan token sambil menyembunyikan risiko dan potensi kegagalannya.
Berdasarkan dokumen pengadilan, pihak penggugat telah mengamankan banyak bukti untuk mendukung tuduhan mereka, termasuk materi promosi, unggahan media sosial, dan catatan komunikasi. Gugatan ini juga melibatkan mantan kolaborator Armstrong, termasuk pihak yang terkait dengan BenCoin ATM serta influencer kripto ternama seperti Ajwritescrypto dan JChainsX, yang diduga turut mempromosikan token kepada audiens masing-masing.
Gugatan class action ini muncul di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) atas dugaan penipuan yang melibatkan 15 mata uang kripto berbeda, termasuk token $BEN. Pengawasan regulasi ini menambah kerumitan kasus hukum Armstrong dan menimbulkan pertanyaan mengenai dampak lebih luas pemasaran influencer di industri kripto.
Dalam perkembangan penting selama investigasi, CFTC mengeluarkan subpoena kepada Hit Network, perusahaan media yang sebelumnya berafiliasi dengan Armstrong. Subpoena tersebut meminta informasi detail mengenai aktivitas perdagangan, koneksi dompet, dan praktik promosi terkait token-token yang diselidiki. Fokus regulator pada Hit Network semakin menyoroti peran Armstrong dalam mempromosikan $BEN dan token lainnya, terutama terkait pengaruhnya atas keputusan investasi pengikutnya yang besar.
Armstrong secara terbuka mengakui menerima pembayaran untuk mempromosikan berbagai token, beberapa di antaranya ternyata merupakan skema penipuan. Namun, ia menegaskan dukungannya terhadap proyek bermasalah tersebut tidak disengaja dan ia tidak mengetahui sifat penipuan saat melakukan promosi. Pengakuan ini tetap memunculkan pertanyaan serius mengenai praktik uji tuntas para influencer kripto dan tanggung jawab mereka terhadap audiens.
Token $BEN diluncurkan pada Mei 2023 oleh influencer anonim bernama ben.eth. Token ini memperoleh perhatian besar di pasar kripto setelah Armstrong secara terbuka mendukungnya, memanfaatkan basis pengikut media sosialnya yang besar untuk mempromosikan proyek tersebut. Dukungan Armstrong memicu lonjakan minat dan investasi, dengan banyak pengikutnya membeli token berdasarkan rekomendasinya.
Setelah promosi awal, Armstrong mengambil peran resmi sebagai CEO proyek $BEN, semakin memperkuat keterkaitannya dengan token tersebut. Namun, masa jabatannya singkat, karena ia keluar dari proyek pada awal Juni 2023, sekitar satu bulan setelah peluncuran token. Situasi seputar kepergiannya menjadi bahan spekulasi dan kontroversi di komunitas kripto.
Keterlibatan Armstrong dengan token $BEN dilaporkan memicu gesekan signifikan di Hit Network, tempat ia bekerja sebagai host. Kontroversi terkait token dan meningkatnya kritik atas aktivitas promosinya menambah ketegangan dengan manajemen perusahaan. Konflik ini berujung pada pencopotan Armstrong sebagai host Hit Network pada Agustus 2023, menandai titik balik penting dalam kariernya sebagai influencer kripto.
Selain kontroversi token $BEN, kepergian Armstrong dari Hit Network juga diiringi tuduhan penyalahgunaan zat, yang semakin memperbesar sorotan publik terhadapnya. Armstrong sebagian mengakui tuduhan tersebut, termasuk penggunaan zat peningkat performa seperti steroid dan pil diet. Namun, ia secara konsisten membantah penggunaan zat berbahaya lainnya, meski spekulasi dan tuduhan terus bermunculan.
Permasalahan hukum Armstrong meluas di luar gugatan class action dan investigasi CFTC. Ia terlibat perselisihan dengan mantan rekan bisnis terkait kepemilikan Lamborghini, yang berujung pada keterlibatan penegak hukum. Insiden ini menyebabkan Armstrong ditangkap, yang semakin merusak citra publik dan kredibilitasnya di komunitas kripto.
Ia masih menghadapi sejumlah sengketa hukum yang masih berlangsung, termasuk perselisihan dengan Hit Network mengenai pemutusan hubungan kerja dan syarat kepergiannya. Tantangan hukum ini, bersama investigasi CFTC dan gugatan class action terkait $BEN, secara signifikan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas kripto Armstrong dan menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang akuntabilitas influencer di industri kripto.
Dalam perkembangan hukum lain, Armstrong mengajukan lalu mencabut gugatan pencemaran nama baik terhadap sesama kreator konten, Erling 'Atozy' Mengshoel. Kasus ini bermula dari video yang dirilis pada November 2021, di mana Atozy mengkritik praktik promosi Armstrong dan menuduhnya memberikan nasihat keuangan menyesatkan kepada audiensnya.
Dalam video kontroversial tersebut, Atozy menyebut Armstrong sebagai "a shady dirtbag" dan secara khusus mengkritik promosi token Pamp, yang gagal tak lama setelah didukung Armstrong. Armstrong mengajukan gugatan pencemaran nama baik pada Agustus tahun berikutnya, mengklaim pernyataan Atozy menyebabkan kerugian lebih dari $75.000 pada reputasi dan peluang bisnisnya.
Namun, dalam siaran langsung, Armstrong mengumumkan bahwa ia akan sepenuhnya mencabut gugatan tersebut dan meminta maaf kepada Atozy atas tindakan hukum yang diambil. Ia menjelaskan awalnya berharap masalah tersebut dapat diselesaikan secara pribadi, merujuk pada gugatan rahasia sebelumnya yang telah selesai dengan memuaskan. Armstrong mengakui profil publiknya yang semakin besar menyulitkan dirinya menjaga perkara hukum tetap pribadi dan menyebut Atozy sebagai "pemenang" situasi ini.
Insiden ini bukanlah upaya pertama Armstrong menempuh jalur hukum atas kerugian di ranah kripto. Ia pernah berencana mengajukan gugatan class action terhadap platform pinjaman kripto Celsius setelah platform tersebut bangkrut. Namun, ia membatalkan rencana tersebut setelah menyadari perannya sendiri dalam mempromosikan platform itu kepada pengikutnya, yang memperumit posisinya sebagai penggugat potensial.
Ben Armstrong menghadapi gugatan class action atas tuduhan penipuan dan salah kelola terkait proyek token BEN. Investor menuduhnya menyesatkan mereka terkait distribusi token, memanipulasi pool likuiditas, dan gagal mengembalikan investasi. Gugatan ini menuntut kompensasi atas dugaan penipuan melalui media elektronik dan praktik menipu dalam penawaran token.
Gugatan ini berdampak besar pada prospek pasar $BEN. Nilai token anjlok dari puncak $120 juta menjadi $10,15 juta, dengan volume perdagangan harian turun drastis ke $1,954 juta, mencerminkan kepercayaan pasar yang melemah dan penurunan aktivitas.
Sebaiknya segera konsultasikan dengan pengacara profesional untuk mendapatkan saran hukum. Perlindungan tergantung pada hasil gugatan dan dukungan hukum yang tersedia. Pantau terus pengumuman resmi dan ikuti perkembangan kasus serta opsi penyelesaian yang mungkin muncul.
Ben Armstrong, yang dikenal sebagai BitBoy Crypto, adalah influencer kripto yang berperan sebagai promotor proyek token $BEN. Ia menghadapi sengketa hukum dan akhirnya diputus hubungan dengan perusahaan medianya, HIT Network, dengan kanalnya diubah menjadi Discover Crypto.
Gugatan class action umumnya memakan waktu 1-3 tahun untuk diselesaikan, tergantung kompleksitas dan proses negosiasi. Konsekuensi potensial meliputi ganti rugi, perintah pengadilan (injunction), dan sanksi regulator terhadap para terdakwa.
Investor secara otomatis termasuk dalam class action kecuali memilih untuk keluar secara eksplisit. Anda harus pernah memegang token $BEN pada periode yang relevan dan mengalami kerugian. Tidak perlu pengajuan terpisah untuk berpartisipasi dalam gugatan ini.











