

Zhe Constance Wang, mantan rekan dekat CEO FTX yang bermasalah, Sam Bankman-Fried, telah bergabung dengan Sino Global Capital—dana aset digital terkemuka—sebagai kepala divisi gaming. Penunjukan ini menjadi langkah karier penting bagi Wang setelah FTX runtuh pada akhir 2022.
Wang sering disebut sebagai "tangan kanan" Bankman-Fried selama bertugas di FTX, terutama untuk inisiatif pendanaan agresif. Ia mulai bergabung dengan bursa mata uang kripto tersebut pada 2019 dan menunjukkan fleksibilitas luar biasa dengan berpindah antar berbagai posisi eksekutif. Ia pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer serta Chief Executive Officer FTX Digital Markets, afiliasi FTX di Bahama. Berbagai peran ini menempatkan Wang di pusat kegiatan FTX selama masa ekspansi pesat perusahaan.
Setelah FTX dan Alameda Research mengajukan kebangkrutan pada November 2022, Wang menghabiskan banyak waktunya di Tiongkok. Selama periode ini, ia menjaga profil sangat rendah dan belum pernah memberikan komentar publik terkait perannya di Sino Global Capital.
Menurut laporan Bloomberg, Matthew Graham, CEO Sino Global Capital, telah resmi mengonfirmasi penunjukan Wang di perusahaan tersebut. Konfirmasi ini menjawab spekulasi seputar langkah karier Wang selanjutnya di industri kripto.
Wang dan Sino Global Capital memiliki sejarah signifikan bersama FTX. Matthew Graham dikenal sebagai investor awal di bursa tersebut dan menjalin hubungan profesional erat dengan Sam Bankman-Fried. Koneksi ini melampaui urusan bisnis biasa, mencerminkan sifat ekosistem modal ventura kripto yang saling terhubung.
Relasi antara Sino Global dan FTX sangat kompleks dan melampaui status Sino Global sebagai investor ekuitas. Pada 2021, terungkap bahwa perusahaan modal ventura ini meluncurkan dana senilai $200 juta dengan FTX sebagai investor utama. Keterikatan ini menegaskan hubungan finansial yang erat antara kedua entitas pada puncak kejayaan FTX.
Kolaborasi kedua CEO juga terdokumentasi dengan baik, di mana Bankman-Fried secara terbuka mengakui dukungan Matthew Graham. Dalam sebuah pernyataan, Bankman-Fried mengatakan:
"Sejak awal, Tuan Matthew dan tim Sino Global Capital mendukung visi FTX dan kemudian bekerja sama dengan kami untuk mewujudkannya."
Dukungan ini menyoroti peran strategis Sino Global dalam perjalanan pertumbuhan FTX sejak awal.
Selama di FTX, Wang menduduki sejumlah posisi eksekutif kunci yang menempatkannya di pusat operasi perusahaan. Selain peran formalnya, laporan juga menyebutkan Wang tinggal di kediaman mewah Bankman-Fried di Bahama, yang semakin menegaskan kedekatannya dengan lingkaran inti kepemimpinan.
Pada awal 2023, dokumen pengadilan menunjukkan tim kebangkrutan meminta izin untuk memanggil Wang dan eksekutif lain sebagai bagian dari investigasi atas runtuhnya FTX. Namun, hingga kini, Wang tidak pernah dituduh atau didakwa atas aktivitas kriminal selama masa jabatannya di FTX. Status hukum ini membedakan dirinya dari beberapa eks-eksekutif FTX lain yang menghadapi tuntutan pidana.
Selain peran pentingnya di FTX, rekam jejak profesional Wang di sektor keuangan dan kripto sangat impresif dan membuktikan keahliannya lintas bidang. Ia pernah bekerja di Credit Suisse, salah satu institusi keuangan global terkemuka, sebagai analis selama dua tahun. Pengalaman ini membekalinya dengan fondasi kuat di keuangan tradisional.
Setelah itu, Wang beralih ke industri kripto sebagai pengembang bisnis di salah satu bursa kripto besar. Peran ini memberinya pemahaman mendalam tentang aspek operasional platform aset digital sebelum bergabung dengan FTX. Pengalaman di keuangan tradisional dan pasar kripto membuatnya menjadi aset berharga selama masa pertumbuhan FTX.
Wang bukan satu-satunya yang beralih ke peluang baru setelah FTX runtuh. Sejumlah mantan staf FTX telah bergabung dengan perusahaan lain atau mendirikan startup dalam beberapa bulan terakhir, membuktikan bahwa permintaan terhadap profesional kripto berpengalaman tetap tinggi meski industri menghadapi tantangan.
Amy Wu, yang sebelumnya bekerja di Lightspeed sebelum bergabung dengan FTX, juga membuat langkah karier penting. Ia kini bergabung dengan Menlo Ventures—salah satu perusahaan modal ventura tertua dan paling dihormati di Silicon Valley—sebagai mitra berbasis di New York. Ia akan memimpin pengembangan lini konsumen dan gaming perusahaan, memanfaatkan pengalamannya di venture capital tradisional dan sektor kripto. Nama besar Menlo Ventures menambah prestise pada posisinya tersebut.
Brett Harrison, mantan Presiden afiliasi FTX di AS sebelum mengundurkan diri pada September 2022, memilih jalur kewirausahaan. Ia mendirikan startup bernama Architect yang mengembangkan solusi perdagangan inovatif. Perusahaan ini tengah membuat "generator kode algoritma perdagangan berbasis GPT-4", menggabungkan kecerdasan buatan dan teknologi perdagangan kripto. Inisiatif ini merupakan upaya memanfaatkan teknologi AI terbaru di pasar keuangan.
Transisi karier para eks-eksekutif FTX ini menunjukkan bahwa, meski FTX runtuh secara dramatis, profesional dengan keahlian di bidang kripto dan blockchain tetap mendapat peluang di ekosistem aset digital. Perpindahan mereka ke modal ventura mapan dan startup teknologi baru memperlihatkan bahwa industri masih percaya pada profesional berpengalaman, bahkan mereka yang pernah terkait dengan sejarah penuh gejolak FTX.
Constance Wang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) di FTX, bertanggung jawab mengawasi operasi, pengembangan bisnis, serta inisiatif strategis untuk mendukung pertumbuhan dan ekspansi pasar bursa.
Sino Global Crypto Fund adalah dana investasi mata uang kripto profesional yang fokus pada infrastruktur blockchain, protokol DeFi, aplikasi Web3, serta aset digital baru dengan potensi pertumbuhan tinggi dalam ekosistem kripto.
FTX runtuh pada 2022 akibat mismanajemen keuangan. Mantan eksekutif seperti Constance Wang bergabung dengan dana kripto terkemuka untuk membangun kembali karier dan berkontribusi pada proyek-proyek legal selama fase pemulihan dan pengembangan industri.
Kehadiran Constance Wang membawa kredibilitas institusional dan keahlian operasional bagi dana tersebut. Kepemimpinannya memperkuat adopsi institusi di pasar kripto, menarik lebih banyak modal, dan meningkatkan standar pengelolaan dana, sehingga memosisikan dana ini sebagai pemain utama investasi Web3.
Dana kripto beroperasi 24/7 dengan volatilitas dan pergerakan harga yang jauh lebih cepat dibanding dana tradisional. Dana kripto menawarkan potensi imbal hasil lebih besar melalui aset baru, namun menghadapi risiko likuiditas dan ketidakpastian regulasi yang tinggi. Dana tradisional memberikan stabilitas dan pengawasan lebih mapan, sedangkan dana kripto menawarkan eksposur langsung ke inovasi blockchain dengan strategi perdagangan lanjutan.











