
Teori permainan menghadirkan konsep utama: permainan zero-sum. Dalam sistem ini, keuntungan satu pihak secara langsung menutupi kerugian pihak lain, sehingga tidak ada laba atau rugi bersih dalam keseluruhan sistem. Secara matematis, total keuntungan dan kerugian seluruh peserta selalu berjumlah nol.
Poker menjadi contoh klasik permainan zero-sum. Saat seorang pemain menang dalam satu putaran, ia mengambil uang dari pemain lain di meja. Keuntungan pemenang sama persis dengan kerugian kolektif para peserta lain. Namun, istilah "zero-sum" tidak berlaku pada situasi tanpa pemenang jelas—misalnya ketika semua peserta mengalami kerugian.
Di pasar keuangan, perdagangan spot saham dan mata uang kripto secara teknis bukan permainan zero-sum. Pengecualian ada pada perdagangan futures dan derivatif, di mana keuntungan satu pihak sama persis dengan kerugian pihak lain. Perbedaan mendasar ini penting untuk dipahami seluruh peserta pasar mata uang kripto.
Kebalikan dari permainan zero-sum adalah strategi "win-win". Dalam model ini, setiap pihak dalam transaksi dapat memperoleh hasil positif. Misalnya, ketika satu pihak menjual aset kepada pihak lain, kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.
Contohnya, perusahaan menggalang dana dengan menjual saham—hal ini menghasilkan dampak saling menguntungkan. Pendiri memperoleh modal untuk mengembangkan bisnis, sementara investor mendapatkan ekuitas pada proyek yang berpotensi meningkat nilainya. Kedua belah pihak memperoleh keuntungan, menjadikan ini contoh nyata pendekatan win-win.
Konsep ini sangat relevan dalam pasar kripto. Ketika investor membeli token di awal siklus proyek dan proyek tersebut berhasil serta nilainya naik, semua pihak diuntungkan: investor awal memperoleh imbal hasil, tim proyek mendapatkan pendanaan dan dukungan komunitas, serta peserta baru mengakses ekosistem yang tumbuh.
Berlawanan dengan persepsi umum, investasi pada mata uang kripto bukanlah permainan zero-sum. Meski investor institusi menguasai sebagian besar likuiditas dan aset pasar, investor ritel juga dapat meraih keuntungan signifikan tanpa mengalami kerugian besar.
Perdagangan spot saham dan mata uang kripto tidak tergolong permainan zero-sum karena beberapa alasan. Banyak spekulan bisa menahan aset selama pasar bullish berlangsung tanpa kehilangan seluruh modal. Selain itu, setiap kali ada yang menjual aset, orang lain membelinya—namun tidak berarti salah satu pihak kehilangan seluruh investasinya dalam satu transaksi.
Penting untuk memahami bagaimana nilai tercipta di pasar kripto. Saat tim meluncurkan proyek blockchain baru, mereka menggalang dana dengan menjual token. Investor menyediakan modal sebagai imbalan atas token, yang nilainya dapat meningkat seiring perkembangan proyek. Ini adalah contoh textbook skenario win-win, di mana semua pihak berpotensi diuntungkan.
Mata uang kripto jauh lebih volatil daripada saham tradisional, dan siapa saja yang memperdagangkan kripto selama beberapa bulan pasti melihat pergerakan harga drastis. Beberapa mata uang kripto pernah turun hingga 99% dari harga tertingginya, sehingga menciptakan kesan permainan zero-sum.
Namun, pembelian Bitcoin secara spot tidak memenuhi definisi zero-sum. Saat trader membeli Bitcoin di pasar spot, ia menjadi pemilik sah dan dapat menjual kapan saja. Selama lebih dari satu dekade, Bitcoin telah menghasilkan imbal hasil jutaan persen dari harga awal.
Pihak yang menjual Bitcoin saat ini tidak menyebabkan kerugian total bagi pembeli yang berencana menahan jangka panjang. Data historis menunjukkan pemegang jangka panjang—"HODLer"—umumnya meraih keuntungan jika cukup lama menahan aset. Hal ini secara mendasar membedakan Bitcoin spot dari permainan zero-sum, di mana setiap kemenangan diimbangi oleh kerugian pihak lain.
Perdagangan futures di pasar kripto merupakan contoh nyata permainan zero-sum: kontrak futures memiliki tanggal kedaluwarsa dan ketentuan penyelesaian. Trader futures kripto memanfaatkan leverage dari bursa untuk mengelola posisi lebih besar dari modal awal.
Pada kontrak futures, trader tidak memiliki Bitcoin atau aset kripto dasar secara langsung—mereka memegang kontrak yang nilainya mengikuti harga spot aset. Trader memasang margin, dan bila pandangan pasar benar, bursa membayarkan keuntungan melebihi jaminan awal.
Pada situasi ini, keuntungan satu trader pasti berarti kerugian trader lain. Misalnya, jika trader membuka posisi long dan pasar naik, keuntungan tersebut berasal dari kerugian para penjual short. Ini adalah lingkungan zero-sum murni.
Trader menggunakan order stop-loss untuk membatasi kerugian modal total. Sistem secara otomatis menutup posisi pada ambang kerugian yang telah ditentukan, sehingga mencegah likuidasi akun penuh. Namun, hasil akhir seluruh peserta pasar futures kripto tetap nol (dikurangi biaya bursa).
Token leverage merupakan inovasi baru di dunia kripto, memungkinkan trader memperbesar eksposur terhadap pergerakan harga aset dasar. Trader bisa mengakses leverage 3x, 5x, bahkan lebih tinggi pada altcoin, dengan bertaruh pada kenaikan maupun penurunan harga.
Mekanisme token leverage sangat sederhana: jika pengguna berinvestasi $100 pada token leverage 3x, kenaikan 10% pada aset kripto dasar akan memberi keuntungan 30% pada posisi tersebut. Sebaliknya, penurunan 10% akan menyebabkan kerugian 30%.
Tidak seperti kontrak futures, token leverage bukan permainan zero-sum. Token ini diperdagangkan di pasar spot, tidak memiliki masa kedaluwarsa, dan mewakili aset nyata milik trader. Namun, leverage memperbesar baik keuntungan maupun kerugian, sehingga risiko meningkat signifikan.
Trader wajib memahami cara token leverage direbalancing. Pada pasar sangat volatil, rebalance dapat perlahan mengikis nilai token, bahkan pada kondisi pasar sideways, sehingga tidak cocok untuk ditahan dalam jangka panjang.
Di luar perdagangan futures dan opsi, pasar kripto dapat menjadi permainan zero-sum dalam kasus ekstrem tertentu. Contoh paling umum adalah rug pull dan jatuhnya proyek penipuan berskala besar.
Beberapa token memang sengaja dirancang untuk menipu investor. Pelaku penipuan meluncurkan proyek, memasarkan secara agresif, mengajak orang membeli pada harga tinggi, lalu menarik seluruh likuiditas sehingga pemegang token hanya tersisa aset tak bernilai. Di sini, pengembang menang dengan mengorbankan spekulan yang menderita kerugian total—contoh textbook hasil zero-sum, di mana satu pihak mengambil semua.
Mata uang kripto juga bisa menjadi permainan zero-sum jika proyek benar-benar runtuh dan harga token turun hampir nol. Dalam kasus ini, pemenang sebenarnya hanya mereka yang berhasil menjual di puncak atau sebelum crash, sementara mayoritas pemegang mengalami kerugian total.
Sejarah pasar kripto penuh dengan contoh seperti ini. Proyek yang semula menjanjikan tiba-tiba kehilangan semua nilai akibat kegagalan teknis, peretasan, pengetatan regulasi, atau runtuhnya kepercayaan komunitas. Pada kasus ini, kekayaan berpindah dari investor akhir ke adopter awal dan orang dalam.
Perdagangan kripto bisa menjadi permainan zero-sum tergantung pada gaya dan instrumen trading yang digunakan. Karena perdagangan derivatif (futures, opsi) secara definisi adalah zero-sum, maka porsi besar dari perdagangan kripto berada di kategori ini. Namun, jika investor menghindari leverage dan fokus pada proyek berkualitas untuk investasi jangka panjang, mereka turut serta dalam dinamika win-win.
Hampir semua bursa utama menyediakan panduan rinci untuk mengatur order stop-loss dan menggunakan alat manajemen risiko lain. Mekanisme ini membantu trader secara otomatis mengonversi posisi ke stablecoin atau fiat sebelum mengalami kerugian besar. Penggunaan alat ini sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang dalam perdagangan kripto.
Pasar kripto jauh lebih volatil daripada pasar saham tradisional. Trader sangat dianjurkan untuk berhati-hati dan tidak pernah menginvestasikan dana yang tidak siap untuk rugi. Risiko sangat tinggi di bursa terdesentralisasi, di mana investor bisa menemukan token baru yang belum teruji.
Kesimpulannya, teori permainan zero-sum tidak sepenuhnya berlaku sebagai konsep absolut dalam perdagangan kripto. Perdagangan spot mata uang kripto berkualitas dengan orientasi jangka panjang umumnya merupakan strategi saling menguntungkan. Namun, dinamika zero-sum selalu ada dalam setiap pergerakan pasar jangka pendek, terutama di perdagangan derivatif, dan setiap peserta harus memahami serta mengelola risiko tersebut dengan baik.
Permainan zero-sum adalah skenario di mana keuntungan satu peserta sama dengan kerugian peserta lain. Karakteristik utamanya: kepentingan peserta saling bertentangan total, keuntungan satu pihak adalah kerugian pihak lain, dan hasil agregat selalu nol. Dalam perdagangan kripto, hal ini tercermin pada persaingan langsung antara pembeli dan penjual.
Perdagangan kripto dinilai sebagai permainan zero-sum karena keuntungan satu trader sering kali berasal dari kerugian trader lain. Dinamika ini terjadi akibat redistribusi aset di antara pelaku pasar tanpa terciptanya nilai baru.
Trader kripto mengandalkan analisis teknikal dan fundamental untuk mengantisipasi tren pasar. Mereka menggunakan strategi arbitrase dan hedging, mempelajari aksi harga dan volume perdagangan. Trader sukses memadukan manajemen risiko dengan waktu entry dan exit yang baik, memanfaatkan indikator dan pola grafik untuk memaksimalkan keuntungan di lingkungan kompetitif.
Teori zero-sum menyatakan bahwa total nilai pasar tetap—keuntungan satu peserta pasti berasal dari kerugian peserta lain. Trader hanya bisa memperoleh keuntungan dengan mengorbankan kerugian pihak lain.
Pada permainan zero-sum, keuntungan satu peserta persis diimbangi oleh kerugian peserta lain. Di kripto, skenario non-zero-sum dapat terjadi—misalnya saat kapitalisasi pasar tumbuh atau teknologi baru memungkinkan semua peserta meraih keuntungan bersamaan.
Nash equilibrium memungkinkan trader mengantisipasi tindakan peserta pasar lain dan menyempurnakan strateginya. Nash equilibrium mengidentifikasi titik di mana tidak ada pihak yang dapat meningkatkan hasil dengan mengubah keputusan, sehingga mendorong mekanisme perdagangan yang stabil dan adil di pasar kripto.
Trader sebaiknya melakukan diversifikasi portofolio, menerapkan order stop-loss, dan mengatur ukuran posisi secara ketat. Batasi risiko per perdagangan hingga 1–2% dari modal dan disiplin dalam manajemen dana.











