
Michael Sonnhenshein, CEO Grayscale, secara terbuka menyerukan persetujuan opsi terdaftar pada ETF Bitcoin spot. Hal ini menyusul keberhasilan konversi dana Bitcoin Grayscale menjadi ETF spot pada awal 2024.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan produk investasi mata uang kripto.
Melalui unggahan di X, Sonnhenshein menekankan pentingnya inisiatif ini: “Belum pernah sebelumnya komunitas kripto dan ETF perlu bersatu untuk mendorong hadirnya pasar opsi terdaftar yang kuat bagi ETF Bitcoin spot.” Pernyataan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan infrastruktur keuangan yang lebih komprehensif bagi investor mata uang kripto.
Opsi adalah derivatif yang memberikan hak, namun bukan kewajiban, kepada investor untuk membeli atau menjual aset dasar pada harga tertentu di masa mendatang. Fleksibilitas ini membuat opsi menjadi pilihan utama bagi trader yang ingin mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga tanpa harus memiliki aset secara langsung. Opsi mendukung manajemen risiko tingkat lanjut serta memungkinkan strategi investasi yang kompleks.
US Securities and Exchange Commission (SEC) menyetujui perdagangan ETF Bitcoin spot di bursa nasional pada 11 Januari 2024—keputusan bersejarah yang menandai era baru investasi kripto. Sejak saat itu, bursa utama seperti NYSE dan lainnya telah mengajukan formulir 19b-4 untuk mendaftarkan opsi pada ETF berbasis komoditas, termasuk ETF Bitcoin spot.
Saat ini, opsi hanya tersedia untuk ETF Bitcoin futures. Produk-produk ini diluncurkan sehari setelah ETF ProShares Bitcoin Strategy mulai diperdagangkan pada Oktober 2021. Seperti yang Sonnhenshein catat, “Sama seperti ETF Bitcoin futures, produk-produk ini dapat mengandalkan aturan yang memungkinkan mereka menjadi efektif secara otomatis.”
Sebaliknya, opsi untuk ETF Bitcoin spot menghadapi proses peninjauan yang panjang, serupa dengan proses ETF spot itu sendiri. Ketimpangan ini menciptakan ketidakseimbangan pasar yang membatasi peluang bagi investor.
Sonnhenshein berpendapat bahwa opsi akan memperkuat proses penemuan harga Bitcoin dan membantu investor menavigasi dinamika unik pasar kripto secara inovatif. Opsi menyediakan alat lindung nilai dan spekulasi yang penting bagi pasar yang matang. “Sama seperti ETF Bitcoin futures dan ETF Bitcoin spot yang seharusnya—dan kini memang—mendapat perlakuan yang sama, opsi terdaftar pada produk-produk ini juga seharusnya diperlakukan setara,” tulisnya.
ETF Bitcoin spot disetujui lebih dari dua tahun setelah produk berbasis futures. Sebelumnya, SEC lebih memilih ETF berbasis futures karena dinilai kurang rentan terhadap manipulasi pasar dibandingkan Bitcoin spot. Pendekatan ini mencerminkan kekhawatiran regulator terkait integritas dan pengawasan di pasar kripto.
SEC terpaksa mengubah kebijakan setelah mengalami kekalahan telak di pengadilan melawan Grayscale pada 2023. Tiga hakim memutuskan bahwa perlakuan berbeda terhadap produk serupa oleh lembaga tersebut adalah “sewenang-wenang dan tidak masuk akal.” Keputusan hukum bersejarah ini menjadi preseden bagi industri kripto dan memaksa SEC meninjau ulang kebijakannya.
Ketua SEC Gary Gensler menegaskan bahwa, meskipun kini lembaga tersebut menyetujui kedua jenis produk, mereka tidak merekomendasikan Bitcoin sebagai investasi. Dalam pernyataan persetujuan Januari 2024, Gensler menulis: “Bitcoin pada dasarnya adalah aset spekulatif dan volatil yang juga digunakan untuk aktivitas ilegal, termasuk ransomware, pencucian uang, penghindaran sanksi, dan pendanaan terorisme.” Sikap hati-hati ini menunjukkan tantangan berlanjut yang dihadapi kripto dalam meraih legitimasi dan penerimaan regulasi.
ETF Bitcoin spot secara langsung memegang Bitcoin sebagai aset dasarnya, sedangkan ETF Bitcoin futures didasarkan pada kontrak futures Bitcoin. ETF spot mencerminkan harga aktual Bitcoin; ETF futures menggunakan kontrak derivatif.
Grayscale mendorong adanya pasar opsi publik untuk ETF Bitcoin spot guna mendukung penemuan harga dan membantu investor mengelola kondisi pasar atau mencapai tujuan investasi seperti menghasilkan pendapatan. Baik ETF Bitcoin futures maupun spot harus mendapat perlakuan yang setara.
Pasar opsi untuk ETF Bitcoin spot akan meningkatkan likuiditas, menstabilkan fluktuasi harga Bitcoin, dan menarik lebih banyak investor institusional, sehingga memperkuat kepercayaan di pasar kripto secara keseluruhan.
Trader memperkirakan penurunan jangka pendek, tetapi tengah melakukan akumulasi di level saat ini. Strategi paling aktif adalah bullish straddle dan iron condor, menandakan fase akumulasi. Meski terjadi arus keluar modal dari ETF Bitcoin spot pekan ini, trader utama justru meningkatkan posisi bullish.
Dibutuhkan persetujuan dari US Securities and Exchange Commission (SEC). Setelah disetujui, NYSE dan CBOE dapat menawarkan kontrak opsi atas ETF Bitcoin spot yang telah disetujui.
Investor menggunakan opsi pada ETF Bitcoin untuk lindung nilai posisi, mengantisipasi pergerakan harga, dan menerapkan strategi perdagangan kompleks. Opsi ini memberikan perlindungan terhadap volatilitas pasar dan memungkinkan spekulasi yang terarah.











