

Richard Schueler, yang dikenal sebagai Richard Heart dan merupakan pendiri Hex serta PulseChain, saat ini sedang dalam pencarian oleh otoritas Finlandia. Berdasarkan laporan outlet berita Finlandia Yle, Heart menghadapi dakwaan penghindaran pajak berat dan penyerangan, selain proses hukum yang masih berlangsung di Amerika Serikat.
Pemerintah Finlandia menuduh Heart, yang berdomisili di Helsinki, memiliki tunggakan pajak mencapai ratusan juta euro. Tuduhan ini muncul setelah penyelidikan mendalam oleh otoritas pajak Finlandia yang menemukan ketidaksesuaian besar dalam pelaporan pajak Heart.
"Karena jumlahnya sangat besar dan aktivitasnya terencana serta berlangsung lama, terdapat alasan cukup untuk menduga penghindaran pajak berat," kata Harri Saaristola, inspektur polisi di Helsinki, dalam wawancara dengan Yle.
Inspektur Saaristola menjelaskan bahwa proyeksi otoritas pajak Finlandia tidak sesuai dengan laporan pendapatan yang diajukan Heart antara pertengahan 2020 hingga April 2024. Tim investigasi saat ini tengah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap periode tersebut.
Otoritas Finlandia meyakini Heart menjalankan bisnis kripto berskala internasional dari Finlandia dan menghasilkan lebih dari €15,2 juta pada tahun 2023 saja. Namun, dugaan penghindaran pajak melibatkan jumlah yang berbeda—dan kemungkinan jauh lebih besar.
Terkait tuduhan penyerangan, Inspektur Saaristola menolak memberikan rincian lebih lanjut dan hanya mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Februari 2021. Detail peristiwa ini belum dipublikasikan.
Di luar penyelidikan di Finlandia, Richard Heart juga menjadi tergugat dalam perkara besar yang diajukan oleh U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Kasus ini menuduh Heart mengatur skema penipuan besar yang melibatkan Hex dan PulseChain.
Jaksa federal mengklaim Heart berhasil menggalang lebih dari $1 miliar melalui penawaran sekuritas yang tidak terdaftar, melanggar hukum sekuritas AS. Lebih lanjut, ia diduga mengalihkan jutaan dana investor untuk kepentingan pribadi.
Gugatan SEC merinci penyalahgunaan dana: "Alih-alih menggunakan dana investor untuk mengembangkan dan memasarkan jaringan PulseChain, ataupun menepati pernyataan eksplisit Heart bahwa dana investasi mendukung ‘kebebasan berbicara,’ Heart dan PulseChain justru menggunakan setidaknya $12,1 juta dana investor untuk pembelian barang mewah pribadi Heart."
Dokumen SEC mencatat Heart membeli beberapa kendaraan mewah dengan dana investor, termasuk Ferrari dan McLaren—dua mobil sport kelas premium. Ia juga dikabarkan menghabiskan dana besar untuk jam tangan desainer dari merek-merek terkemuka.
Pembelian yang paling mencolok dan kontroversial adalah berlian hitam terbesar di dunia, batu seberat 555 karat yang dinamakan "The Enigma." Berlian bernilai lebih dari $4 juta ini diperoleh dalam lelang Sotheby’s pada Februari 2022, diduga menggunakan dana investor yang disalahgunakan.
Eric Werner, kepala kantor regional SEC Fort Worth, mengutuk tindakan tersebut dalam pernyataan publik Juli 2023: "Heart meminta investor membeli sekuritas aset kripto lewat penawaran yang tidak terdaftar. Ia kemudian menipu investor dengan membelanjakan sebagian aset kripto mereka untuk barang mewah yang berlebihan. Tindakan ini bertujuan melindungi investor dan memastikan Heart bertanggung jawab atas perbuatannya."
Menanggapi tuduhan tersebut, Richard Heart telah mengajukan permohonan pembatalan gugatan SEC. Putusan akhir kasus ini dapat berdampak besar terhadap regulasi proyek kripto dan perlindungan investor di industri aset digital yang terus berkembang.
Richard Heart adalah pengusaha kripto terkemuka sekaligus pendiri HEX, PulseChain, dan PulseX. HEX merupakan protokol DeFi inovatif, sedangkan PulseChain adalah blockchain berperforma tinggi yang dikembangkan untuk skalabilitas dan transaksi instan.
Otoritas Finlandia menyelidiki Richard Heart atas dugaan penipuan pajak berat dan penggelapan. Tuduhan tersebut berpengaruh pada reputasinya di industri kripto.
Penyelidikan ini dapat menurunkan kepercayaan investor dan menggerus nilai pasar. Tantangan hukum bisa menghadirkan pengawasan regulasi lebih ketat dan risiko operasional. Masa depan jangka pendek kedua proyek tersebut masih tidak pasti.
Ya. Richard Heart pernah diselidiki oleh U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) pada tahun 2021 terkait dugaan penipuan sekuritas. Ini merupakan investigasi paling signifikan yang pernah melibatkan dirinya.
Investor sebaiknya memantau perkembangan hukum pendiri dengan cermat dan berkonsultasi dengan profesional hukum untuk melindungi aset. Penilaian risiko dan dampak terhadap proyek perlu dilakukan secara menyeluruh.
Regulator global semakin memperketat pengawasan terhadap proyek kripto, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. SEC fokus pada sekuritas yang belum terdaftar, sementara Uni Eropa mulai menerapkan kerangka regulasi ketat untuk industri ini.











