

Salah satu bursa cryptocurrency terdepan telah mengumumkan penghapusan sejumlah pasangan perdagangan Serum (SRM), protokol pertukaran terdesentralisasi di blockchain Solana yang memiliki hubungan erat dengan FTX dan Alameda Research. Keputusan delisting ini menjadi tonggak penting dalam respons pasar kripto terhadap runtuhnya FTX dan memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran atas aset yang sangat terkait dengan bursa yang gagal tersebut.
Serum merupakan protokol pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang beroperasi di atas blockchain Solana, hasil kolaborasi konsorsium yang melibatkan FTX, Alameda Research, dan Solana Foundation. Token asli SRM berperan ganda dalam ekosistem: pemegang token mendapatkan diskon biaya saat menggunakan protokol, sekaligus hak tata kelola untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan protokol.
Dalam pengumuman resminya, bursa tersebut menyebutkan penghapusan pasangan perdagangan SRM terhadap Bitcoin (BTC), Tether (USDT), dan token asli bursa, berlaku pada tanggal yang ditetapkan. Delisting ini juga diikuti dengan pembatasan terhadap sejumlah aset lain seperti BTCST (token yang didukung hash rate Bitcoin) dan GTO (token dari protokol Gifto). Meski pasangan-pasangan tertentu dihentikan, kombinasi pasangan lain untuk aset terkait masih tersedia untuk diperdagangkan.
Langkah regulasi ini menjadi semakin mendesak setelah perkembangan besar pada akhir 2022. FTX dan Alameda Research sama-sama mengajukan kebangkrutan dan membekukan penarikan hampir seluruh mitra. Solana Foundation melaporkan sebanyak 134,54 juta token SRM terperangkap di bursa FTX. Pasca krisis penarikan FTX, SRM mengalami penurunan nilai yang signifikan selama periode tersebut.
Temuan penting semakin memperumit status Serum: meski dipublikasikan sebagai protokol terdesentralisasi, investigasi menunjukkan Serum dikendalikan secara terpusat oleh FTX. Menurut Max Schneider, co-founder Mango Markets, kunci pembaruan program Serum langsung terhubung ke FTX, bukan berada di bawah kendali SRM DAO (Decentralized Autonomous Organization). Struktur kontrol terpusat ini memicu kekhawatiran serius atas aspek keamanan, terutama setelah FTX mengalami insiden keamanan pasca pengajuan kebangkrutan.
Menanggapi situasi ini, pendiri Solana Anatoly Yakovenko menyampaikan bahwa para pengembang yang bergantung pada Serum sedang bekerja sama menciptakan fork dari program tersebut. Ia menegaskan bahwa banyak protokol sangat bergantung pada pasar Serum untuk likuiditas dan fungsi likuidasi penting, sehingga pemulihan ekosistem menjadi krusial bagi kelangsungan DeFi Solana.
Eksposur FTX yang besar terhadap Serum mengungkap tingkat keterikatan antara bursa yang gagal dan protokol tersebut. Berdasarkan dokumen keuangan yang bocor, FTX mencantumkan miliaran token SRM sebagai aset di neraca mereka. Penilaian besar ini sangat bertolak belakang dengan kondisi pasar, di mana SRM memiliki kapitalisasi pasar beredar dan volume perdagangan harian jauh lebih rendah dibanding penilaian internal FTX.
Selisih besar antara penilaian internal dan realitas pasar ini menimbulkan pertanyaan serius tentang praktik penilaian aset serta potensi salah representasi posisi keuangan. Dalam menimbang apakah Serum masih layak, investor perlu mempertimbangkan isu historis ini di tengah kondisi pasar saat ini dan proses pemulihan ekosistem yang berjalan.
Respons pasar meluas melebihi langkah bursa utama. Berbagai proyek DeFi mulai menjauhkan diri dari SRM dan menonaktifkan layanan terkait aset tersebut. Jupiter, aggregator DEX berbasis Solana, menonaktifkan Serum sebagai sumber likuiditas dengan alasan kekhawatiran keamanan pada otoritas upgrade. Jupiter menyatakan bahwa ekosistem secara umum tengah mengembangkan fork dari protokol Serum, dan mereka akan mendukung alternatif tersebut setelah tersedia.
Respons terkoordinasi dari pelaku utama ekosistem menunjukkan besarnya kekhawatiran terhadap struktur keamanan Serum dan mekanisme kontrol terpusat, sehingga memicu langkah-langkah proaktif untuk melindungi aset pengguna dan menjaga integritas ekosistem.
Penghapusan pasangan perdagangan Serum oleh bursa utama menandai babak penting dalam respons pasar kripto terhadap runtuhnya FTX. Kasus Serum menjadi contoh nyata risiko proyek kripto dengan struktur kontrol terpusat yang tidak diungkapkan dan keterikatan mendalam dengan operator bursa. Penurunan nilai SRM yang dramatis, serta terungkapnya penilaian berlebihan FTX terhadap kepemilikan Serum, menegaskan perlunya tata kelola yang transparan dan audit keamanan independen pada protokol keuangan terdesentralisasi. Di tengah upaya ekosistem untuk melakukan fork protokol Serum, insiden ini menjadi pelajaran penting tentang urgensi desentralisasi sejati, due diligence penilaian aset, dan perlunya pelaku pasar menjaga pengawasan mandiri atas tata kelola protokol serta mekanisme keamanan dalam menilai kelayakan Serum sebagai investasi.
Ya, Serum benar-benar layak. Serum menawarkan kualitas suara luar biasa, alur kerja yang intuitif, dan kemampuan sintesis yang kuat sehingga layak dijadikan investasi oleh produser musik profesional yang membutuhkan alat berkualitas tinggi.
Ya, Serum tetap sangat bernilai pada tahun 2025 untuk produksi musik di genre house, techno, dan bass. Kapabilitas sintesis yang canggih, fitur yang fleksibel, serta relevansi berkelanjutan di dunia produksi profesional membuatnya tetap layak untuk diinvestasikan.
Ya, Serum tetap unggul untuk desain suara berkualitas tinggi dan alur kerja yang intuitif. Sintesis wavetable canggih, kualitas audio yang istimewa, serta pembaruan berkelanjutan menjadikannya pilihan utama bagi produser yang menginginkan hasil profesional.











