
Web3 adalah generasi baru internet yang mengandalkan teknologi canggih seperti blockchain dan aplikasi terdesentralisasi (DApp), memungkinkan pengguna mengelola data dan identitas digital secara mandiri. Konsep ini jelas berbeda dengan lingkungan Web2 yang kini lazim digunakan.
Pada era Web2, sentralisasi menjadi isu karena data dan konten terpusat pada segelintir perusahaan TI besar. Web3 mendapat perhatian dunia sebagai pendekatan inovatif yang dinilai mampu menyelesaikan masalah struktural tersebut secara mendasar.
Di lingkungan Web3, pengguna bertukar informasi secara aman dan transparan menggunakan teknologi blockchain. Selain itu, dengan digital asset seperti mata uang kripto dan token, pengguna dapat terlibat dalam sistem ekonomi dan komunitas baru yang terbentuk. Inovasi ini diharapkan melindungi kedaulatan data pribadi dan mendorong lahirnya masyarakat digital yang lebih adil dan terbuka.
Bagian ini membahas tiga proyek Web3 hasil pengembangan di Jepang yang telah menarik perhatian luas dan menunjukkan potensi besar ke depan. Tiap proyek memiliki keunggulan teknis unik dan berkontribusi pada perkembangan ekosistem Web3.
Astar Network merupakan platform terintegrasi untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (DApp), dikembangkan sebagai parachain di Polkadot. Sebagai blockchain publik asal Jepang, platform ini mendapat apresiasi tinggi di dalam dan luar negeri.
Keunggulan utama Astar Network adalah integrasi dengan Polkadot sebagai parachain, yang memberikan keamanan dan interoperabilitas kuat. Dukungan multi-chain memudahkan kolaborasi lintas blockchain secara seamless.
Fitur terobosan yang diusung adalah sistem orisinal “Build2Earn” yang memberi insentif kepada pengembang. Dengan kerangka ini, pengembang mendapat reward langsung untuk setiap DApp yang dibangun, menopang pertumbuhan ekosistem secara berkelanjutan. Model insentif ini turut memperluas adopsi DApp dan mendukung pertumbuhan ekosistem Polkadot, menempatkan Astar Network sebagai proyek yang dapat mempercepat penyebaran Web3.
Stake Technologies, dipimpin oleh Sota Watanabe, mengelola pengembangan proyek dan berhasil menarik investasi dari berbagai venture capital global ternama, membangun fondasi kokoh untuk ekspansi teknologi dan bisnis.
Ekspansi global perusahaan Web3 Jepang seperti Astar Network telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya reformasi pajak di Jepang. Hal ini mendorong inisiatif politik yang lebih proaktif dalam mempercepat reformasi pajak terkait Web3.
Oasys adalah proyek blockchain yang berfokus pada gaming dan berasal dari Jepang, serta didirikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan visi “Blockchain for The Games,” Oasys ingin menghadirkan platform blockchain inovatif yang benar-benar mendukung kebutuhan pengembang maupun gamer.
Oasys menyuguhkan berbagai fitur menarik. Pertama, platform ini menawarkan fungsi lengkap untuk pengembang dan pemain, seperti pemrosesan transaksi berkecepatan tinggi, biaya transaksi rendah, serta lingkungan smart contract yang dirancang khusus untuk gaming.
Kedua, Oasys tampil menonjol berkat partisipasi berbagai perusahaan ternama. Kolaborasi dengan nama besar di industri gaming dan blockchain memperkuat platform ini, sekaligus menjadi bukti keandalan dan keunggulan teknologinya.
Ketiga, Oasys diproyeksikan menjadi pemain penting dalam perkembangan GameFi (game finance). Dengan mengintegrasikan blockchain dan game, platform ini memungkinkan gamer menikmati hiburan baru yang memungkinkan mereka memperoleh penghasilan sambil bermain.
Proyek ini dipimpin Oasys Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura, dan dikembangkan melalui kolaborasi antara ahli blockchain serta perusahaan game dan teknologi besar. Seiring pertumbuhan GameFi, permintaan atas Oasys juga diperkirakan akan terus meningkat.
XANA, dikembangkan NOBORDERZ, merupakan solusi metaverse Web3 dan infrastruktur yang komprehensif. Dengan slogan “A New Place and a New Self for Everyone,” XANA menghadirkan lingkungan yang memudahkan siapa saja membangun ruang metaverse, avatar, dan game.
Ekosistem XANA sangat lengkap. Pertama, pengembangan dilakukan di atas XANA Chain milik sendiri, sehingga memungkinkan transaksi cepat, biaya rendah, dan pengalaman pengguna yang seamless di metaverse.
Kedua, XANA mengadopsi ekonomi dual-token, mendukung aktivitas ekonomi beragam di platformnya. Pengguna dapat meraih pendapatan dengan memperdagangkan item digital atau sebagai kreator, membuka peluang yang luas.
Ketiga, kolaborasi XANA dengan selebritas, merek, dan karakter populer menjadi nilai tambah tersendiri. Kemitraan ini menjadikan XANA bukan sekadar platform teknologi, melainkan metaverse yang menyatukan hiburan dan bisnis.
Sebagai perusahaan metaverse pertama di Jepang, XANA mendapat sorotan besar baik di dalam negeri maupun internasional. Yuuji Mizoguchi, CEO XANA JAPAN dan CEO BACKSTAGE Inc.—pemimpin transformasi digital hiburan—telah membangun aliansi kuat di industri hiburan Jepang.
Masa depan Web3 dan industrinya di Jepang sangat dinanti oleh para ahli dan investor. Daya saing Jepang dalam Web3 menonjol dibanding negara lain berkat sejumlah faktor.
Pertama, industri anime, manga, dan game Jepang yang sangat maju sangat cocok untuk NFT. Industri konten ini diakui dunia dan sinergis dengan aset digital. Konversi kekayaan intelektual melimpah menjadi NFT membuka peluang nilai dan monetisasi baru.
Kedua, Jepang memiliki kerangka pajak dan regulasi yang matang untuk aset kripto dan teknologi blockchain. Pedoman hukum yang jelas memberikan kepastian bagi bisnis dan investor, serta mendukung pertumbuhan pasar yang sehat.
Ketiga, pemerintah Jepang secara eksplisit memposisikan Web3 sebagai strategi nasional. Dalam “Digital Garden City Nation Basic Plan,” pemerintah menargetkan penciptaan industri serta lapangan kerja baru melalui Web3, dan aktif mendukung pengembangan teknologi serta talenta.
Beberapa inisiatif nyata antara lain pengalokasian anggaran besar dalam beberapa tahun terakhir untuk pengembangan teknologi dan talenta. Investasi ini diharapkan mempercepat R&D dan melahirkan generasi profesional teknis baru.
Pemerintah juga telah menetapkan visi jangka panjang untuk menciptakan industri dan lapangan kerja baru lewat Web3, dengan target memperluas skala industri Web3 secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Ragam insentif dan dukungan akan diimplementasikan guna mencapai target tersebut.
Dengan dukungan pemerintah yang kuat serta keunggulan Jepang—industri konten, keahlian teknis, dan sistem regulasi solid—prospek industri Web3 dan token Jepang sangat menjanjikan.
Artikel ini mengulas secara mendalam tiga token Web3 unggulan asal Jepang: Astar Network, Oasys, dan XANA. Setiap proyek memiliki keunggulan teknis dan visi jelas, serta menarik minat besar baik di Jepang maupun dunia sebagai inisiatif Web3 terdepan dari Jepang.
Ketiga proyek ini bukan sekadar aset spekulatif—melainkan inovasi yang berpotensi mendorong adopsi dan perkembangan Web3 secara signifikan. Dengan membangun layanan dan ekosistem baru berbasis blockchain, mereka siap menjadi pilar masa depan masyarakat digital.
Pemerintah Jepang telah menjadikan Web3 sebagai prioritas strategis nasional dan menjalankan berbagai inisiatif dukungan yang kuat. Selain itu, perusahaan besar semakin aktif berpartisipasi dan berinvestasi sehingga menciptakan efek sinergis yang akan memperkuat kehadiran global perusahaan Web3 Jepang.
Dukungan strategis pemerintah, kekayaan IP konten, keunggulan teknis, dan lingkungan regulasi matang menempatkan Jepang pada posisi unik di industri Web3. Pergerakan ini akan mendorong pertumbuhan domestik sekaligus berkontribusi pada evolusi ekosistem Web3 global.
Optimisme terhadap perkembangan industri Web3 Jepang tetap tinggi. Di tengah kemajuan inovasi teknologi, kejelasan regulasi, dan kematangan pasar, perkembangan proyek-proyek ini akan menjadi sorotan dalam membentuk masa depan Web3.
Token Web3 Jepang adalah aset digital pada blockchain yang memberikan akses ke platform atau layanan tertentu. Token ini berfungsi sebagai utility token, meningkatkan nilai bagi pengguna, dan menjadi bagian penting dalam ekosistem Web3.
Contoh token Web3 Jepang yang populer adalah Azuki dan DeGods. Token ini mendorong pertumbuhan proyek Web3 Jepang dan berpengaruh besar di pasar global.
Risiko yang perlu diperhatikan antara lain pengelolaan private key, penipuan phishing, dan celah smart contract. Untuk keamanan maksimal, gunakan kata sandi kuat, verifikasi situs resmi, dan pilih dompet terpercaya.
Token Web3 Jepang umumnya tertinggal 5–10 tahun dalam pengembangan teknologi dibanding proyek luar negeri—khususnya Amerika Serikat. Namun, dengan regulasi yang kuat, pasar Jepang diprediksi tumbuh pesat dan segera menyusul.
Pangsa pasar token Web3 Jepang sangat menjanjikan. Pasar ini diproyeksikan mencapai ¥2,4 triliun pada 2027, dengan adopsi Web3 dan inovasi teknologi yang kian pesat mendorong pertumbuhan yang kuat.











