

Pasar mata uang kripto saat ini sedang mengalami pergeseran sentimen yang cukup besar, dengan dominasi sosial Bitcoin melampaui ambang 40%, sementara sentimen pasar positif turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan. Kondisi ini mendorong perusahaan analitik terkemuka, Santiment, untuk memberikan peringatan kehati-hatian kepada para investor dan trader.
Santiment menyoroti temuan utama: maraknya sentimen "bottom is in" secara luas kerap menjadi indikator kontrarian, biasanya menandakan potensi penurunan lanjutan daripada pemulihan seketika. Perusahaan ini menekankan bahwa diskusi terkait Bitcoin di media sosial kini semakin bernuansa ketakutan, dengan pelaku pasar menunjukkan kecemasan tinggi terhadap risiko penurunan harga lebih lanjut.
Menambah kompleksitas situasi pasar saat ini, beberapa sesi perdagangan terakhir mencatat arus keluar besar dari Bitcoin spot ETF dengan nilai sekitar $1,17 miliar. Meski arus keluar modal sebesar ini sekilas terlihat bearish, analisis historis Santiment menunjukkan arus keluar semacam ini kerap bertepatan dengan fase bottom pasar—sering kali menandakan aksi jual panik investor ritel yang justru mendahului fase pemulihan.
Dalam laporan terbarunya, Santiment menyarankan pelaku pasar untuk berhati-hati ketika melihat terbentuknya konsensus luas terkait prediksi harga bottom tertentu. Riset perusahaan ini menunjukkan bahwa bottom pasar sejati biasanya muncul saat mayoritas investor justru memperkirakan penurunan harga lebih lanjut, bukan saat narasi optimis "worst is over" mulai ramai.
Peringatan ini menjadi sangat relevan setelah pergerakan harga Bitcoin terkini, ketika kripto utama ini sempat menembus di bawah level $95.000 seiring aksi jual sektor teknologi secara luas. Santiment mencatat lonjakan komentar di media sosial yang menyatakan pasar sudah mencapai bottom—pola yang secara historis kerap muncul ketika threshold psikologis penting terlewati, seperti Bitcoin turun di bawah $100.000.
Analisis sentimen Santiment menunjukkan rasio komentar positif terhadap negatif terkait Bitcoin kini berada di titik terendah selama lebih dari sebulan. Pada saat bersamaan, metrik dominasi sosial Bitcoin melesat di atas 40%, menandakan Bitcoin menjadi fokus utama diskusi pasar yang sangat penuh ketakutan. Kombinasi metrik ini mengindikasikan pelaku pasar sangat terfokus pada penurunan harga Bitcoin, yang sering menjadi ciri fase kapitulasi sebelum pemulihan terjadi.
Menariknya, sebagian pengamat pasar mengaitkan penurunan harga baru-baru ini dengan diskusi mengenai Chairman Strategy Michael Saylor, di mana penyebutan namanya melonjak tajam seiring harga anjlok. Dalam sebuah wawancara televisi, Saylor secara tegas membantah rumor bahwa perusahaannya telah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin, berupaya menenangkan spekulasi yang dapat memperburuk ketidakpastian pasar.
Menanggapi arus keluar besar dari spot Bitcoin ETF yang tercatat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, Santiment menyajikan pandangan kontrarian yang berpotensi bullish bagi pasar. Analisis Santiment memperlihatkan arus masuk ETF besar sering bertepatan dengan puncak harga, sementara arus keluar besar umumnya terjadi ketika pasar menyentuh bottom, merefleksikan kepanikan investor ritel. Salah satu sesi perdagangan bahkan mencatat net outflow sebesar $866 juta—hari terburuk kedua dalam sejarah arus ETF Bitcoin.
Pelemahan sentimen pasar secara umum tercermin pada Crypto Fear & Greed Index yang anjlok ke skor "Extreme Fear" di angka 10. Ini merupakan level terendah sejak akhir Februari, menegaskan tingginya kecemasan di pasar mata uang kripto saat ini.
Bitcoin mengalami hambatan besar untuk kembali ke level harga $96.000 setelah penurunan tajam baru-baru ini, menciptakan kondisi pasar yang mengingatkan pada fase serupa di siklus saat ini. Sebelumnya, kripto ini sempat turun dari $102.000 ke $84.000, sehingga memicu kekhawatiran akan fase bearish berkepanjangan.
Kendati demikian, sejumlah analis menilai kondisi pasar saat ini tidak seburuk koreksi sebelumnya. Andre Dragosh, Kepala Riset Eropa Bitwise, menyebut situasi ini "tidak seburuk" di periode penurunan sebelumnya. Ia merujuk pada indeks sentimen milik Bitwise yang kini menunjukkan "divergensi positif"—mengindikasikan kondisi fundamental yang membaik meski harga bergerak negatif.
Ketidakpastian makroekonomi global terus memberi tekanan pada pasar mata uang kripto dan aset berisiko secara umum. Meski Presiden Donald Trump baru saja menandatangani undang-undang yang mengakhiri shutdown pemerintahan terlama dalam sejarah Amerika Serikat—yang oleh sebagian trader disebut sebagai pemicu volatilitas pasar—perhatian kini beralih ke keputusan suku bunga The Federal Reserve berikutnya. Ekspektasi kebijakan moneter tetap menjadi penggerak utama harga kripto, mengingat aset digital sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas dan appetite risiko.
Terlepas dari sentimen yang masih suram, sejumlah analis teknikal mengidentifikasi sinyal konstruktif pada grafik harga Bitcoin. Sven Henrich, pendiri NorthmanTrader, menyoroti pola "falling wedge" yang dipadukan dengan "divergensi positif" pada indikator momentum. Ia menyebut formasi teknikal ini sebagai "berpotensi positif" bagi bullish Bitcoin, dengan kemungkinan pembalikan arah jika level support utama bertahan.
Pengamat pasar lain mencatat adanya ketidaksesuaian mencolok antara sentimen dan fundamental di industri mata uang kripto. Seorang manajer riset Messari, "DRXL", menyatakan bahwa selama delapan tahun di industri ini, ia belum pernah melihat "dissonansi sebesar ini antara headline dan sentimen." Ia menambahkan, "semua yang dulu hanya mimpi kini terwujud, namun entah mengapa rasanya... sudah berakhir," menyoroti paradoks sentimen negatif yang bertahan meski perkembangan fundamental kripto—seperti adopsi dan kejelasan regulasi—semakin baik.
Divergensi antara sentimen dan fundamental ini dapat menjadi peluang bagi investor kontrarian yang memahami bahwa bottom pasar kerap terbentuk justru ketika pesimisme mencapai puncaknya dan mayoritas pelaku pasar memperkirakan penurunan lanjutan.
Market bottom adalah level harga terendah sebelum mata uang kripto mengalami rebound. Ciri utama antara lain: volume perdagangan sangat rendah, dominasi ketakutan dan kapitulasi investor, sentimen negatif merata, serta level support historis yang diuji. Market bottom sulit diprediksi dan biasanya terjadi saat mayoritas pelaku pasar tidak menduganya.
Market bottom terjadi ketika sentimen paling bearish dan kapitulasi sudah selesai, bukan saat optimisme memuncak. Mayoritas investor keluar di titik terendah secara emosional sebelum pembalikan, sementara mereka yang menanti bottom sering kali terlewat momentum masuk. Akumulasi institusi berlangsung diam-diam sebelum konsensus terbentuk di pasar.
Santiment merupakan platform analitik on-chain yang memonitor data blockchain, sentimen sosial, dan metrik perdagangan untuk memproyeksikan pergerakan pasar kripto. Santiment melacak transaksi whale, aktivitas jaringan, dan pola perilaku komunitas untuk mengidentifikasi titik balik siklus pasar serta memprediksi kapan bottom akan terjadi, membantu trader mengantisipasi pembalikan sebelum konsensus pasar terbentuk.
Amati metrik on-chain seperti arus masuk ke bursa, pola akumulasi whale, serta volume transaksi. Bottom sejati dicirikan oleh volatilitas rendah yang bertahan, tekanan beli institusi yang meningkat, dan divergensi antara harga terendah dengan puncak volume. Perhatikan adanya beberapa kali penolakan sebelum support benar-benar terbentuk.
Terapkan dollar-cost averaging untuk meminimalkan risiko timing, diversifikasi portofolio, akumulasi aset unggulan saat pasar menurun, pantau metrik on-chain dan volume perdagangan sebagai sinyal akumulasi, dan pertahankan keyakinan jangka panjang alih-alih panic selling saat ketidakpastian meningkat.
Market bottom historis kerap mengejutkan pasar melalui adopsi institusi secara tiba-tiba, perubahan makroekonomi, kejelasan regulasi, rebound teknikal pasca ketakutan ekstrem, dan aksi beli terkoordinasi saat kapitulasi panik. Fase akumulasi sering membalikkan ekspektasi saat likuidasi leverage telah habis, bertentangan dengan prediksi bearish yang meluas.
Indikator sentimen pasar seperti Santiment menyediakan data penting terkait perilaku on-chain dan psikologi trader, sehingga membantu mengidentifikasi potensi bottom. Namun, indikator ini paling efektif jika dikombinasikan dengan analisis teknikal dan faktor fundamental. Sentimen saja tidak dapat memastikan waktu bottom secara presisi, namun pembacaan ekstrem sering kali menandai fase kapitulasi yang mendahului pemulihan pasar.











