
Arkham melaporkan bahwa bursa kripto yang telah tidak beroperasi, Mt. Gox, baru saja memindahkan 10.422,6 BTC—senilai sekitar $936 juta—ke alamat dompet baru. Transaksi ini menjadi aktivitas utama pertama Mt. Gox setelah jeda delapan bulan dan dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembayaran kreditur yang sedang berlangsung.
Transfer ini merupakan pergerakan aset paling signifikan Mt. Gox sejak Maret 2024. Saat itu, bursa tersebut memindahkan 11.834 BTC (dengan nilai lebih dari $1 miliar) ke dompet yang tidak diketahui identitasnya. Menurut Arkham, dompet Mt. Gox masih menyimpan sekitar 34.689 BTC (sekitar $3,12 miliar).
Aktivitas ini terjadi di tengah tingginya volatilitas pasar kripto. Transfer Bitcoin dalam jumlah besar selama periode fluktuasi harga menarik perhatian pelaku pasar. Transaksi besar semacam ini dapat memengaruhi likuiditas dan penemuan harga, sehingga para trader dan analis memantau situasi ini secara intensif.
Aktivitas dompet terbaru menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan tekanan jual. Meski transfer tersebut segera mengundang perhatian pasar, belum terjadi pergerakan lanjutan sehingga dampak langsungnya diperkirakan terbatas.
Para analis dan trader menegaskan bahwa transfer besar saja tidak otomatis menciptakan tekanan jual. Salah satu pelaku pasar menjelaskan, pergerakan BTC Mt. Gox bukan penjualan, melainkan hanya pemindahan dari cold storage ke hot wallet. “Ini bukan penjualan di pasar—hanya persiapan. Tekanan jual nyata baru terjadi ketika koin berpindah dari hot wallet ke bursa,” ujar pengguna tersebut.
Analis lain menambahkan, pergerakan 10.423 BTC memang tampak mengkhawatirkan, namun pasar sudah mengantisipasinya selama bertahun-tahun. “Transfer saja tidak menimbulkan tekanan jual. Itu hanya mengubah lokasi penyimpanan koin,” jelasnya. Pendekatan ini mencerminkan bagaimana banyak pelaku pasar menyikapi langkah Mt. Gox dengan perspektif jangka panjang.
Pakar kripto menekankan bahwa pergerakan aset Mt. Gox tidak otomatis menandakan penurunan harga instan. Secara historis, sebagian besar transfer besar adalah realokasi internal demi keamanan atau efisiensi operasional. Namun, dampaknya pada sentimen pasar tetap tidak bisa diabaikan, dan fluktuasi harga jangka pendek masih mungkin terjadi.
Mt. Gox runtuh pada 2014 setelah peretasan besar yang mengakibatkan hilangnya 850.000 BTC—salah satu peristiwa paling terkenal dalam sejarah kripto. Pada masa jayanya, Mt. Gox adalah bursa Bitcoin terbesar di dunia, menangani sekitar 70% dari seluruh perdagangan Bitcoin global. Kegagalan ini memicu krisis kepercayaan besar di industri kripto.
Dalam satu dekade terakhir, seorang wali amanat yang ditunjuk pengadilan telah mengelola proses rehabilitasi perdata yang panjang. Sekitar 200.000 BTC berhasil dipulihkan. Nilai koin yang dipulihkan tersebut melonjak drastis dibandingkan saat kerugian terjadi, dan pembayaran kepada kreditur berpotensi melebihi perkiraan awal.
Proses rehabilitasi perdata ini sangat kompleks dan berjalan lambat, meliputi verifikasi identitas kreditur, validasi klaim, serta penyelesaian prosedur hukum. Kompleksitas ini menjadi alasan utama keterlambatan pembayaran.
Setelah bertahun-tahun tertunda, Mt. Gox mulai membayar kreditur pada pertengahan 2024. Meskipun ini merupakan tonggak penting bagi komunitas kripto, prosesnya ternyata lebih rumit dari yang diperkirakan.
Pada akhir 2024, Mt. Gox memperpanjang batas waktu pembayaran kreditur hingga 31 Oktober 2026 karena proses yang belum selesai. Wali amanat rehabilitasi perdata, Nobuaki Kobayashi, menyampaikan bahwa sejumlah masalah yang belum terselesaikan masih memengaruhi banyak kreditur yang belum menerima distribusi. Akibatnya, beberapa pengklaim masih belum mendapat kompensasi, dan pengadilan menyetujui perpanjangan agar pembayaran dapat dilakukan “dalam rentang waktu yang secara wajar memungkinkan.”
Keterlambatan pembayaran disebabkan oleh berbagai faktor teknis dan hukum: verifikasi identitas yang belum rampung untuk sebagian kreditur, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, serta tantangan teknis dalam mengamankan dan memindahkan aset kripto.
Wali amanat mengambil pendekatan hati-hati untuk memastikan semua kreditur diperlakukan adil. Hal ini meliputi validasi klaim secara menyeluruh, pengelolaan pajak yang tepat, serta penjadwalan distribusi aset secara strategis untuk meminimalkan dampak pasar.
Transfer aset dan pembayaran kreditur Mt. Gox berimplikasi besar pada pasar kripto secara keseluruhan. Potensi pelepasan sekitar $3,1 miliar dalam Bitcoin dapat menimbulkan tekanan harga jangka pendek. Namun, sebagian besar analis memperkirakan dampak tersebut akan tersebar sehingga pasar dapat menyerapnya.
Dalam jangka panjang, selesainya proses pembayaran Mt. Gox akan menjadi tonggak penting bagi industri kripto. Hal ini membuktikan kemampuan sektor tersebut untuk mengatasi salah satu krisis terbesarnya dan memberikan restitusi kepada korban. Pembelajaran dari peristiwa ini telah mendorong peningkatan standar keamanan bursa dan pembentukan kerangka regulasi.
Pelaku pasar sebaiknya terus memantau aktivitas Mt. Gox secara cermat, tetapi tetap tenang dan fokus pada fundamental jangka panjang. Pasar kripto telah berkembang pesat selama dekade terakhir dan kini lebih siap menangani pergerakan aset berskala besar.
Mt. Gox pernah menjadi bursa Bitcoin utama. Pergerakan Bitcoin dalam jumlah besar menarik perhatian karena nilai aset yang signifikan dan rencana pembayaran kreditur, yang dapat sangat memengaruhi sentimen pasar.
Mt. Gox mentransfer lebih dari 140.000 Bitcoin ke satu alamat sebagai bagian dari rencana pembayaran kreditur akibat kebangkrutan. Langkah ini bertujuan mendistribusikan dana dan melunasi utang kepada investor yang terdampak keruntuhan bursa pada 2014.
Ya, kreditur Mt. Gox dapat menerima kompensasi dari transfer Bitcoin senilai $936 juta ini. Ini menjadi tanda utama bahwa proses pemulihan aset dan pembayaran kreditur sedang berjalan.
Transfer BTC dalam jumlah besar dapat memicu tekanan jual jangka pendek dan memengaruhi sentimen pasar. Secara historis, langkah seperti ini dapat memicu tren harga turun dan momentum bearish, dengan volatilitas jangka pendek yang meningkat.
Dompet yang tidak dikenal adalah alamat yang tidak diidentifikasi secara publik. Mt. Gox mentransfer dana ke dompet yang tidak dikenali untuk melindungi aset dan mengurangi risiko peretasan.
Saat ini Mt. Gox memegang 32.899 BTC, dengan nilai aset tersisa sebesar $2,11 miliar setelah transfer. Per Januari 2026, harga BTC adalah $64.622.











