
Seniman non-fungible token DeeKay melaporkan serangan siber yang mengakibatkan seluruh tabungan hidup dan seluruh penghasilan web3 yang ia raih dari karier seni digitalnya dicuri. Insiden ini menegaskan pentingnya keamanan dompet kripto serta potensi kerentanan yang dapat menimpa bahkan pemilik aset digital berpengalaman.
Berdasarkan unggahan DeeKay di media sosial, peretasan terjadi saat ia melakukan penerbangan selama 14 jam dari Korea ke New York, periode ketika ia benar-benar tidak dapat mengakses internet maupun merespons pelanggaran keamanan yang berlangsung. Waktu kejadian ini menjadi sangat menentukan, karena pelaku memiliki cukup waktu untuk menguras dompetnya tanpa hambatan apa pun.
DeeKay mengungkapkan bahwa ia menyimpan seed phrase dalam bentuk foto catatan tulisan tangan yang otomatis tersimpan di akun Google Drive. Meski ia telah berusaha menyembunyikan foto tersebut di folder acak dalam penyimpanan cloud, pelaku tetap dapat mengakses informasi penting ini. Hal yang membuat kejadian ini semakin membingungkan, DeeKay tidak menemukan aktivitas login mencurigakan pada akun Google miliknya sehingga tidak mengetahui secara pasti titik masuk serangan tersebut.
DeeKay menyebut beberapa kemungkinan sumber serangan. Salah satunya adalah salinan fisik seed phrase yang mungkin difoto atau diakses pihak tidak berwenang. Kemungkinan lain, pelanggaran terjadi lewat koneksi WiFi publik yang sebelumnya ia gunakan, sehingga lalu lintas jaringan bisa disadap. Namun, DeeKay menegaskan tidak pernah berinteraksi dengan individu mencurigakan, mengklik tautan phishing, atau mengunduh perangkat lunak berbahaya yang dapat menjadi pintu masuk serangan.
Menariknya, meski seluruh dana kripto DeeKay terkuras, koleksi NFT miliknya sama sekali tidak disentuh pelaku. Selektivitas ini mengindikasikan bahwa pelaku hanya menargetkan aset likuid yang mudah dikonversi dan dicuci, bukan non-fungible token yang membutuhkan transaksi lebih kompleks dan meninggalkan jejak lebih jelas di blockchain.
Usai menyadari pencurian, DeeKay segera memindahkan semua NFT yang tersisa ke dompet baru yang lebih aman. Langkah darurat ini dilakukan untuk melindungi satu-satunya aset digital yang selamat dan menjadi penghubung terakhir terhadap karya seni serta jejaring komunitas web3 yang telah ia bangun bertahun-tahun.
Dampak finansial dan emosional dari pelanggaran keamanan kripto ini sangat besar. DeeKay mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap nasib keluarganya yang bergantung pada dukungan finansial darinya. Hilangnya seluruh tabungan hidup menjadi bukan sekadar kerugian pribadi, namun juga ancaman nyata bagi stabilitas dan keamanan ekonomi keluarga di masa depan.
"Saya benar-benar tidak punya apa-apa sekarang, dan ini mungkin tantangan terbesar dalam hidup saya," tulis DeeKay dalam unggahan emosionalnya. "Saat ini, saya sangat lelah dan butuh istirahat sebelum mulai memahami apa yang terjadi dan merencanakan langkah berikutnya."
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlindungan seed phrase yang tepat serta risiko penyimpanan aset digital, khususnya jika menggunakan layanan cloud sebagai cadangan. Para pakar keamanan selalu menyarankan penggunaan hardware wallet, solusi multi-signature, dan tidak pernah menyimpan seed phrase dalam bentuk digital yang berpotensi dikompromikan melalui cloud maupun perangkat.
Pada insiden terbaru yang menyoroti ancaman berkelanjutan dari modus penipuan kripto yang semakin canggih, seorang crypto whale menjadi korban phishing hingga kehilangan lebih dari $32 juta dalam bentuk wrapped ether token. Kasus ini membuktikan bahwa bahkan pemilik kripto berpengalaman dan bermodal besar tetap rentan terhadap serangan rekayasa sosial yang semakin kompleks.
Menurut analisis perusahaan keamanan blockchain ScamSniffer, aset bernilai besar tersebut dicuri melalui transaksi berbahaya yang tampak terkait dengan Spark, protokol decentralized finance legal. Pelaku menyamarkan transaksi penipuan tersebut agar tampak seperti interaksi normal dengan platform DeFi terpercaya itu, memanfaatkan kepercayaan korban untuk melewati proteksi keamanan yang biasa diterapkan.
Serangan ini dijalankan dengan Inferno Drainer, alat scam-as-a-service terkenal yang telah digunakan dalam berbagai pencurian kripto bernilai tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Platform malicious software-as-a-service ini memungkinkan pelaku kriminal dengan kemampuan teknis minim melakukan serangan phishing canggih menggunakan template siap pakai serta mekanisme draining otomatis. Penggunaan layanan ini memperbesar frekuensi pencurian kripto dan membuatnya semakin sulit dicegah.
Peneliti keamanan blockchain pertama kali mendeteksi transaksi mencurigakan ini melalui media sosial X, tempat komunitas keamanan kripto aktif memantau aktivitas on-chain untuk mengidentifikasi pencurian atau penipuan. Namun, saat peringatan itu tersebar dan mendapat perhatian, dana sudah berpindah ke berbagai alamat dompet untuk mengaburkan jejak serta menyulitkan pemulihan aset.
Kejadian ini, bersama kasus DeeKay, memperlihatkan tren yang mengkhawatirkan di industri kripto: baik seniman individu maupun investor besar menghadapi ancaman konstan dari pelaku yang semakin terampil. Kedua kasus tersebut membuktikan bahwa keamanan kripto menuntut kewaspadaan berkelanjutan, audit keamanan rutin atas praktik pribadi, serta pemahaman mendalam mengenai vektor serangan seperti phishing, rekayasa sosial, dan malware draining dompet.
Pakar keamanan merekomendasikan sejumlah praktik terbaik untuk perlindungan aset digital, seperti menggunakan hardware wallet untuk penyimpanan utama, menerapkan solusi dompet multi-signature, secara rutin meninjau izin dan approval dompet, tidak pernah menyimpan seed phrase dalam format digital, dan selalu skeptis terhadap permintaan transaksi—even jika tampak dari protokol atau layanan resmi. Seiring ekosistem mata uang kripto berkembang, praktik keamanan yang kuat dan edukasi pengguna menjadi faktor krusial untuk mencegah kerugian besar semacam ini.
Kredensial dompet DeeKay berhasil diretas lewat serangan phishing saat ia mengakses Wi-Fi tidak aman selama penerbangan. Pelaku mendapatkan akses ke private key dan mentransfer seluruh aset kripto dan NFT. Serangan ini memanfaatkan keamanan jaringan bandara yang lemah dan tidak adanya protokol autentikasi.
Gunakan hardware wallet untuk penyimpanan yang aman, aktifkan autentikasi dua faktor, verifikasi alamat penerima sebelum transaksi, hindari WiFi publik, simpan private key secara offline, gunakan kata sandi kuat, aktifkan fitur whitelist, dan jangan pernah membagikan seed phrase. Audit keamanan berkala dan kewaspadaan terhadap phishing sangat penting.
Wi-Fi publik membuka peluang intersepsi private key serta serangan Man-in-the-Middle. Phishing meningkat pada jaringan tidak aman. Risiko pencurian perangkat berdampak pada akses dompet. Penggunaan hardware wallet dan VPN sangat efektif menurunkan risiko serangan siber selama perjalanan.
Segera amankan aset yang tersisa dengan mengganti kata sandi dan mengaktifkan 2FA. Dokumentasikan semua bukti dan laporkan ke otoritas serta tim keamanan blockchain terkait. Hubungi penyedia dompet Anda untuk bantuan. Pantau akun secara aktif terhadap aktivitas mencurigakan dan pertimbangkan layanan pemulihan profesional jika nilai dana yang hilang signifikan.
Gunakan hardware wallet seperti Ledger atau Trezor untuk cold storage. Aktifkan autentikasi multi-signature. Simpan private key secara offline dan backup dengan aman. Pilih penyedia dompet yang terpercaya. Jangan pernah membagikan seed phrase. Audit keamanan secara rutin untuk melindungi dari ancaman siber.
Insiden ini menunjukkan kerentanan utama: keamanan perangkat tidak optimal saat bepergian, tidak menggunakan perlindungan multi-signature, praktik manajemen kunci yang kurang baik, serta pengamanan operasional yang lemah. Hal ini memperlihatkan risiko kompromi perangkat, phishing, dan pentingnya hardware wallet serta penyimpanan kunci secara offline untuk perlindungan aset kripto.
Cold wallet menawarkan keamanan maksimal karena offline, tetapi kurang praktis. Hot wallet memberikan akses mudah namun lebih rentan diretas. Hardware wallet menggabungkan keamanan tinggi dengan kemudahan penggunaan yang baik, sehingga sangat ideal bagi pengguna yang menyimpan aset bernilai besar.











