

PowerBank Corporation berkolaborasi dengan Smartlink AI, yang dikenal sebagai Orbit AI, untuk meluncurkan Orbital Cloud—proyek infrastruktur luar angkasa bertenaga surya yang terdepan. Inisiatif ambisius ini melambangkan lompatan besar dalam integrasi teknologi blockchain dengan infrastruktur orbital. Proyek ini menggabungkan dua komponen utama: DeStarlink, jaringan satelit terdesentralisasi, dan DeStarAI, pusat data kecerdasan buatan orbital. Dengan menyatukan teknologi inovatif ini, Orbital Cloud berupaya menciptakan ekosistem komputasi luar angkasa yang tangguh dan berkelanjutan, memanfaatkan energi terbarukan serta arsitektur jaringan terdistribusi.
Genesis-1, satelit yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2025, menjadi fondasi utama dari infrastruktur inovatif ini. Satelit ini dilengkapi dengan teknologi canggih, seperti node blockchain Ethereum dan kemampuan pemrosesan GPU NVIDIA. Integrasi teknologi blockchain memastikan operasi yang aman, transparan, dan terdesentralisasi, sementara infrastruktur GPU menghadirkan sumber daya komputasi handal untuk aplikasi kecerdasan buatan. Desain bertenaga surya mendukung operasi berkelanjutan di lingkungan orbital, mengurangi ketergantungan pada energi konvensional dan mempertegas komitmen terhadap pengembangan teknologi luar angkasa yang ramah lingkungan.
PowerBank telah menetapkan strategi investasi untuk mendukung proyek Orbital Cloud. Perusahaan berencana investasi awal sebesar $50.000 di Orbit AI, menjadikannya pemegang saham awal dalam proyek terobosan ini. Selain itu, PowerBank mempertimbangkan investasi tambahan senilai $10 juta yang akan meningkatkan porsi ekuitasnya hingga 20%. Strategi investasi bertahap ini menunjukkan keyakinan PowerBank atas potensi proyek, sekaligus memungkinkan pengelolaan risiko secara cermat. Komitmen dana yang signifikan ini memperlihatkan pengakuan perusahaan terhadap potensi transformatif infrastruktur orbital dan solusi komputasi luar angkasa.
Orbital Cloud menargetkan pasar berpotensi tinggi di bidang infrastruktur orbital dan pusat data luar angkasa. Analis industri memperkirakan pasar infrastruktur orbital akan menembus angka $700 miliar dalam dekade mendatang, dipacu oleh lonjakan kebutuhan komunikasi satelit, komputasi luar angkasa, dan pemrosesan data tingkat lanjut. Pertumbuhan ini didorong oleh tuntutan konektivitas global, meningkatnya perangkat Internet of Things, serta adopsi kecerdasan buatan yang membutuhkan kapasitas komputasi besar. Dengan memposisikan diri di persimpangan blockchain, AI, dan infrastruktur luar angkasa, Orbital Cloud berambisi meraih nilai substansial di pasar yang terus berkembang, sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan teknologi luar angkasa berkelanjutan.
Orbital Cloud mengintegrasikan komputasi AI tenaga surya dengan jaringan satelit di orbit rendah Bumi. PowerBank dan Orbit AI bertujuan menciptakan lapisan infrastruktur digital AI global yang berdaulat di luar angkasa, memperkuat pemrosesan data dan kapabilitas komputasi terdesentralisasi.
Orbital Cloud memprioritaskan lalu lintas secara cerdas melalui jaringan fiber, seluler, dan satelit berkat integrasi Starlink. Platform ini memanfaatkan perangkat edge Azure untuk pemrosesan data efisien, menghasilkan performa jaringan optimal dan solusi konektivitas yang unggul.
Orbital Cloud telah diluncurkan pada Juli 2023. Untuk memperoleh hak akses atau mendaftar, silakan kunjungi www.useorbit.io. Pendaftaran terbuka untuk seluruh pengguna.
Orbital Cloud menawarkan tingkat desentralisasi lebih tinggi, biaya lebih efisien, dan infrastruktur blockchain-native. Platform ini menghadirkan tata kelola transparan, keamanan optimal melalui arsitektur terdistribusi, serta integrasi Web3 yang seamless—keunggulan yang tidak dimiliki platform terpusat tradisional.
Orbital Cloud menggunakan model berlangganan, ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan analitik data geospasial. Platform ini cocok untuk optimalisasi rantai pasok, lembaga pemerintah, dan organisasi yang memerlukan intelijen lokasi real-time dalam pengambilan keputusan.
Orbital Cloud mengimplementasikan enkripsi end-to-end, arsitektur penyimpanan data terdesentralisasi, dan protokol kriptografi mutakhir untuk menjamin keamanan data. Privasi pengguna dilindungi melalui zero-knowledge proofs dan mekanisme kontrol data otonom, sehingga pengguna memiliki kepemilikan penuh dan dapat mengatur izin akses secara mandiri.











