

Strategy, di bawah kepemimpinan advokat cryptocurrency terkemuka Michael Saylor, meluncurkan inisiatif penggalangan dana besar dengan menerbitkan saham preferen. Perusahaan akan menerbitkan 3.500.000 saham preferen perpetual Seri A, yang dicatatkan dengan kode STRE. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya Strategy memperkuat posisinya di sektor aset digital.
Setiap saham memiliki nilai nominal €100, menghasilkan total dana yang sangat besar. Instrumen keuangan ini dirancang khusus untuk memberikan sumber daya jangka panjang bagi Strategy dalam menjalankan strategi investasi cryptocurrency. Proses penerbitan dikelola oleh institusi keuangan terkemuka seperti Barclays, Morgan Stanley, dan Moelis & Company, menandakan skala dan keseriusan proyek ini.
Saham preferen Seri A menawarkan hasil tetap tahunan sebesar 10,00% bagi investor—tingkat yang sangat kompetitif di pasar keuangan saat ini. Dividen bersifat kumulatif, sehingga jika perusahaan belum dapat membayar dividen, kewajiban tersebut tetap berlaku dan akan terakumulasi hingga dibayarkan.
Pembayaran dividen dijadwalkan setiap triwulan, dengan pembayaran pertama pada 31 Desember 2025. Jadwal pembayaran yang teratur ini memberikan arus kas yang pasti bagi investor, membuat saham ini sangat menarik untuk investasi jangka panjang. Karena saham ini perpetual, Strategy tidak berkewajiban menebusnya pada tanggal tertentu, sehingga pengelolaan modal menjadi lebih fleksibel.
Keterlibatan institusi papan atas—Barclays, Morgan Stanley, dan Moelis & Company—dalam penerbitan ini menunjukkan kepercayaan tinggi komunitas keuangan terhadap pendekatan Strategy. Mereka tidak hanya menempatkan saham kepada investor yang memenuhi syarat, tetapi juga menyediakan analisis dan konsultasi strategis.
Tujuan utama penggalangan dana lewat saham preferen adalah membiayai kebutuhan umum perusahaan, dengan alokasi besar untuk akuisisi Bitcoin. Langkah ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai penyimpan nilai sekaligus aset investasi.

Pembelian Bitcoin dengan pendanaan saham preferen merupakan inovasi dalam pengelolaan treasury korporasi. Berbeda dengan pendanaan utang konvensional, strategi ini tidak menimbulkan kewajiban pelunasan pokok, sehingga meningkatkan stabilitas keuangan jangka panjang. Di sisi lain, pembayaran dividen tetap terukur dan dapat diprediksi.
Model pendanaan untuk pembelian aset digital ini menunjukkan kematangan filosofi investasi Strategy dan kesiapan untuk memanfaatkan berbagai instrumen keuangan demi mencapai target. Ini juga menandakan penerimaan Bitcoin yang semakin luas sebagai aset perusahaan yang sah di sektor keuangan arus utama.
Strategy secara konsisten menjalankan strategi akumulasi Bitcoin. Pada musim gugur 2025, perusahaan membeli 397 BTC senilai $45,6 juta—menunjukkan komitmennya untuk investasi di cryptocurrency.
Pembelian ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi treasury perusahaan sekaligus perlindungan terhadap risiko inflasi mata uang fiat. Di bawah kepemimpinan Michael Saylor, salah satu pendukung institusional Bitcoin terkemuka, perusahaan terus memperkuat posisinya di aset digital.
Akuisisi Bitcoin secara berkala mencerminkan pendekatan akumulasi jangka panjang yang disiplin, bukan spekulasi sesaat. Dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan—termasuk penerbitan saham preferen—Strategy dapat menambah kepemilikan Bitcoin tanpa menanggung beban utang yang berlebihan. Ini menempatkan perusahaan sebagai pionir investasi cryptocurrency korporasi sekaligus tolok ukur bagi pelaku lain yang tertarik pada jalur serupa.
Saham preferen memberikan prioritas kepada pemegangnya untuk pembagian dividen dan aset, namun tanpa hak suara. Saham biasa memberi hak suara dalam rapat pemegang saham, sementara dividen dibayarkan setelah dividen saham preferen.
Saham preferen menawarkan pendanaan stabil tanpa beban utang. Pendekatan ini menarik investor yang percaya pada pertumbuhan jangka panjang Bitcoin, sekaligus menjaga kendali perusahaan dan menunjukkan kepercayaan pada aset digital.
Dibutuhkan persetujuan dari regulator keuangan negara asal, otoritas pengawas pasar modal, kepatuhan pada direktif prospektus sekuritas Uni Eropa, serta persetujuan dewan direksi.
Potensi imbal hasil utama adalah kenaikan nilai Bitcoin seiring penguatan posisi pasar. Risiko utama meliputi volatilitas harga, perubahan regulasi, dan fluktuasi pasar. Diversifikasi portofolio akan membantu meminimalkan risiko kerugian.
Pemegang saham preferen memiliki hak suara di rapat pemegang saham untuk keputusan investasi Bitcoin, hak memperoleh informasi atas keputusan perusahaan, dan hak menerima dividen dari keuntungan aset digital.
Dilusi diperkirakan sekitar 7-10% tergantung kapitalisasi saat ini. Saham preferen €3,5 juta tidak memiliki hak suara sehingga dampaknya terhadap kendali pemegang saham biasa sangat minimal.
Kelebihan: likuiditas tinggi, lindung nilai terhadap inflasi, dan dukungan institusional yang semakin kuat. Kekurangan: volatilitas harga, ketidakpastian regulasi, serta kebutuhan pengelolaan khusus.
Tingkat dividen ditetapkan 6-8% per tahun, sesuai kondisi pasar. Ketentuan penebusan mengatur pembayaran kembali dalam 3-5 tahun berdasarkan jadwal tetap. Semua ketentuan disetujui dewan direksi dan tercantum dalam piagam penerbitan.
Tingkat pengembalian tahunan yang diharapkan adalah 25-35%, dengan mempertimbangkan volatilitas Bitcoin dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Realisasi imbal hasil sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin dan kondisi pasar.
Perusahaan menerapkan sistem keamanan berlapis: cold storage untuk aset inti, manajemen kunci profesional, audit keamanan rutin, dan penyimpanan diasuransikan. Seluruh transaksi mengikuti protokol internal dan audit independen untuk memastikan keamanan aset.











