
Joseph James O’Connor, seorang hacker asal Inggris berusia 26 tahun, dikenal sebagai otak di balik kasus peretasan media sosial berprofil tinggi yang menargetkan sejumlah selebritas. Akibatnya, O’Connor diperintahkan untuk mengembalikan Bitcoin senilai sekitar £4,1 juta. Ia ditangkap di Spanyol pada tahun 2021 dan diekstradisi ke Amerika Serikat, sesuai dengan lokasi bukti dan korban. Pada tahun 2023, pengadilan AS memvonisnya atas kejahatan peretasan komputer, penipuan elektronik, dan pemerasan, dengan hukuman lima tahun penjara.
Kasus ini menjadi contoh utama yang mengungkap kerentanan dalam pencegahan kejahatan aset kripto dan keamanan media sosial. O’Connor dan komplotannya menggabungkan keterampilan teknis tingkat lanjut dengan taktik rekayasa sosial untuk berhasil membobol akun beberapa orang paling berpengaruh di dunia.
Pada Juli 2020, O’Connor bersama sejumlah kaki tangannya melancarkan operasi peretasan skala besar di Platform X (sebelumnya Twitter). Target mereka termasuk tokoh internasional ternama seperti mantan Presiden AS Barack Obama, Presiden saat ini Joe Biden, dan pendiri Amazon Jeff Bezos.
Setelah berhasil menguasai akun-akun selebritas tersebut, para hacker menyusun skema penipuan Bitcoin yang canggih untuk menargetkan para peng











