
Cetus DEX merupakan protokol likuiditas AMM pertama di ekosistem Sui, yang menghadirkan pengalaman perdagangan DeFi unggulan serta efisiensi modal yang lebih tinggi untuk para pengguna.
Dengan hadirnya ekosistem baru seperti Sui, peluang untuk berbagai proyek potensial di sejumlah sektor pun terbuka lebar. Cetus telah muncul sebagai kandidat menonjol di segmen AMM DEX. Berbasis pada Sui dan Aptos, Cetus Protocol pun telah menunjukkan keberhasilan awal.
Berdasarkan data resmi dari Cetus Protocol:
Data ini menandakan tingkat adopsi dan kepercayaan yang terus tumbuh dalam ekosistem Cetus, khususnya melihat operasinya di lingkungan blockchain Sui yang sedang berkembang.
Cetus Protocol adalah protokol likuiditas terdepan, automated market maker (AMM), dan decentralized exchange (DEX) berbasis blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini berkomitmen memberikan pengalaman perdagangan terbaik serta efisiensi modal optimal bagi pengguna DeFi melalui pengembangan protokol likuiditas terkonsentrasi dan rangkaian modul fungsional terintegrasi.
Layaknya AMM DEX modern lainnya, Cetus memiliki karakteristik utama berikut:
Akses Tanpa Batas: Seluruh fitur dan alat utama di Cetus dibangun dengan prinsip permissionless, sehingga pengguna maupun aplikasi lain dapat memanfaatkan protokol ini untuk berbagai keperluan kapan pun. Arsitektur terbuka ini memungkinkan siapa saja berpartisipasi tanpa persetujuan otoritas terpusat.
Infrastruktur Dapat Diprogram: Cetus mengembangkan protokol likuiditas yang fleksibel berbasis teknologi Concentrated Liquidity Market Maker (CLMM). Pengguna bisa menerapkan beragam strategi perdagangan kompleks, sementara liquidity provider dapat mengoptimalkan strategi market making untuk efisiensi likuiditas maksimum. Sifat programmable ini mendukung otomatisasi dan optimalisasi strategi tingkat lanjut.
Komposabilitas: Developer dan aplikasi lain dapat mengakses likuiditas di Cetus untuk membangun produk seperti liquidity vault, derivatif, dan leveraged farming. Komposabilitas ini sangat penting untuk pertumbuhan ekosistem DeFi yang saling terhubung.
Model Berkelanjutan: Cetus menerapkan model dua token, CETUS dan xCETUS, yang menjaga partisipasi melalui insentif dan mekanisme tata kelola yang terintegrasi. Desain tokenomics ini memastikan keberlanjutan protokol serta keterlibatan komunitas jangka panjang.
Seperti AMM DEX pada umumnya, Cetus menyediakan pool likuiditas berisi pasangan token untuk memungkinkan pengguna melakukan swap antara dua mata uang kripto. Liquidity provider (LP) menambahkan dua jenis kripto ke pool dalam rasio tertentu dan memperoleh bagian dari biaya swap yang dibayarkan oleh pengguna.
Pada AMM tradisional, likuiditas tersebar merata di seluruh kurva harga dari nol sampai tak terbatas. Namun, sebagian besar likuiditas ini tidak dipakai secara nyata, sehingga efisiensi modal menjadi rendah. Cetus Protocol menawarkan solusi inovatif terhadap masalah ini.
Cetus Protocol menggunakan mekanisme likuiditas terkonsentrasi, di mana likuiditas ditempatkan pada rentang harga tertentu, bukan di seluruh rentang harga. LP dapat memfokuskan likuiditas pada rentang harga aktif sesuai pasangan dagang. Pendekatan ini merevolusi cara penyediaan likuiditas pada DEX.
Model ini mengubah rentang harga dari tak terbatas menjadi terbatas, sehingga LP bisa memaksimalkan efisiensi modal dan meraih biaya lebih besar dengan dana yang sama. LP juga bisa membuat beberapa posisi dalam satu pool dengan menetapkan rentang harga berbeda untuk strategi manajemen likuiditas yang lebih canggih.
Mekanismenya sebagai berikut:
Jika harga aset bergerak di luar rentang harga posisi, likuiditas menjadi tidak aktif dan tidak menghasilkan biaya hingga harga kembali ke rentang tersebut. Aktivasi dinamis ini memastikan modal hanya bekerja saat menguntungkan.
Ketika harga kembali ke rentang, likuiditas di posisi tersebut otomatis aktif dan mulai menghasilkan biaya lagi. Proses ini berjalan otomatis tanpa intervensi manual.
Jika harga bergerak satu arah, LP akan menerima lebih banyak satu aset ketika pengguna menukar aset lain, hingga seluruh likuiditasnya menjadi satu aset. Ini adalah proses rebalancing alami pada posisi likuiditas terkonsentrasi.
Tick harga menjadi batasan tiap posisi likuiditas, memberikan kontrol presisi atas penempatan posisi. Saat membuat posisi, LP harus memilih tick bawah dan atas yang menjadi batas posisi. Setiap kenaikan atau penurunan 1 tick setara dengan perubahan harga 0,01% pada kurva harga.
Keunggulan sistem tick:
Struktur biaya di Cetus seimbang antara kepentingan trader dan LP:
Biaya Swap: Diterima dari transaksi swap dan didistribusikan proporsional kepada LP berdasarkan likuiditas aktif pada rentang harga transaksi. Distribusi ini adil berdasarkan kontribusi nyata.
Tingkat Biaya: Empat pilihan fee: 0,01%, 0,05%, 0,2%, dan 0,6%. Ini memberi fleksibilitas bagi LP dan pengguna dalam memilih pool yang sesuai profil risiko dan karakteristik perdagangan.
Biaya Protokol: Secara default, 20% dari biaya swap di Cetus DEX menjadi biaya protokol. Dana ini mendukung pengembangan, keamanan, dan pertumbuhan ekosistem.
Pada protokol likuiditas terkonsentrasi, likuiditas yang ditambahkan dalam rentang harga khusus disebut posisi atau posisi likuiditas. Pengguna memperoleh NFT dari smart contract sebagai bukti kepemilikan posisi. Sistem berbasis NFT ini menawarkan:
LP wajib memiliki NFT Posisi untuk mengklaim biaya posisi dan memperoleh reward liquidity mining. Sistem ini membuat proses pelacakan likuiditas menjadi transparan dan aman.
Kolam likuiditas terkonsentrasi Cetus juga dapat menjadi oracle, memberikan akses kepada developer eksternal atau platform untuk data harga dan likuiditas historis dari pool. Layanan oracle ini memberikan nilai tambah di luar trading:
Layanan oracle ini memungkinkan protokol lain membangun di atas infrastruktur likuiditas Cetus, memperkuat keterhubungan ekosistem DeFi.
Fitur ini serupa dengan limit order pada keuangan tradisional, namun memanfaatkan mekanisme likuiditas terkonsentrasi. Aset dari satu sisi disediakan sebagai likuiditas dan otomatis di-swap ke aset target ketika harga spot melewati seluruh rentang harga posisi.
Keunggulan range order:
Transaksi swap di Cetus Protocol dilakukan pada pool likuiditas pasif. LP memperoleh biaya perdagangan sesuai likuiditas aktif yang disumbangkan. Mekanisme swap dioptimalkan untuk:
Cetus tidak mengembangkan bridge cross-chain sendiri, namun mengintegrasikan Wormhole SDK untuk menghadirkan antarmuka bridge di aplikasi. Strategi ini memungkinkan Cetus:
Integrasi Wormhole memungkinkan transfer aset lintas Sui, Aptos, dan chain lain yang didukung, memperluas basis pengguna serta sumber likuiditas Cetus.
Cetus Protocol bermitra dengan pemain utama di Aptos dan Sui, seperti Fewcha Wallet, Celery, Tortuga, Shoulders, LayerZero, OmniBTC, Port3, HippoLabs, dan Wormhole. Kolaborasi ini memperkuat posisi protokol dan memperluas fitur serta integrasi untuk pengguna.
Cetus telah menyelesaikan pendanaan tahap Seed yang dipimpin OKX Ventures dan KuCoin Ventures. Investor lain yang berpartisipasi antara lain Comma3 Ventures, NGC Ventures, Animoca Ventures, IDG Capital, Leland Ventures, AC Capital, Adaverse, dan Coin98 Ventures. Dukungan dari investor terkemuka ini menunjukkan keyakinan pada visi dan eksekusi proyek.
Cetus Protocol mengadopsi model dua token, CETUS dan xCETUS, yang memiliki fungsi berbeda dalam ekosistem.
CETUS adalah native coin Cetus Protocol dengan total pasokan awal 1 miliar token. Token ini multi-utilitas yang digunakan sebagai media pertukaran antar partisipan di Cetus. Pengguna dapat memperoleh CETUS melalui liquidity mining di platform.
Pada Mei 2023, Cetus Protocol mengadakan penjualan token komunitas melalui IDO, mengalokasikan 20 juta CETUS dengan hard cap 1 juta USD dalam token SUI. Hasil penjualan dialokasikan sebagai berikut:
Struktur ini memastikan likuiditas awal kuat sekaligus mendukung kepemilikan jangka panjang melalui reward staking.
Manfaat token CETUS di antaranya:
Cetus Protocol memungkinkan pemilik token mengusulkan dan memilih proposal tata kelola, dengan bobot suara sesuai jumlah CETUS yang di-stake. xCETUS merepresentasikan CETUS yang di-stake dan tidak dapat dipindahtangankan, menjaga kekuatan tata kelola di tangan komunitas yang berkomitmen.
CETUS bisa dikonversi ke xCETUS kapan saja dengan rasio 1:1 untuk akses langsung ke hak tata kelola. Namun, konversi dari xCETUS ke CETUS memerlukan vesting. Rasio konversi meningkat sesuai durasi vesting yang dipilih, mendorong komitmen jangka panjang.
Manfaat utama xCETUS:
Kenaikan Level Loyalitas: Semakin tinggi level loyalitas, semakin besar akses ke fitur ekosistem serta syarat yang lebih baik. Gamifikasi ini mendorong keterlibatan dan loyalitas komunitas.
Hak Tata Kelola: xCETUS digunakan sebagai token tata kelola untuk mengajukan proposal dan voting di Cetus DAO, memastikan yang paling berkomitmen punya suara terbesar.
Farming Boost: xCETUS dapat digunakan untuk meningkatkan hasil farming di pool tertentu, memberi imbal hasil lebih besar untuk staker.
Partisipasi Launchpad: xCETUS dapat digunakan untuk mengikuti program di launchpad Cetus, memberi akses awal ke proyek baru di platform.
Model dua token ini membangun ekosistem berkelanjutan, di mana trader jangka pendek memanfaatkan CETUS, dan komunitas jangka panjang melakukan staking untuk xCETUS, menyelaraskan insentif antar pengguna.
Cetus Protocol masih tergolong proyek muda di ekosistem Sui dan Aptos. Walaupun masih tahap awal dan belum memiliki komunitas besar, produk yang ditawarkan Cetus sudah lengkap, terstruktur, dan user interface-nya ramah pengguna.
Mekanisme likuiditas terkonsentrasi Cetus menjadi solusi atas inefisiensi AMM tradisional, menawarkan efisiensi modal lebih baik untuk liquidity provider. Model dua token CETUS dan xCETUS menciptakan insentif seimbang bagi pengguna jangka pendek maupun komunitas jangka panjang.
Ke depan, Cetus Protocol berpotensi menjadi proyek penting dalam penyediaan likuiditas di Aptos dan Sui melalui mekanisme likuiditas terkonsentrasi. Dengan pertumbuhan jaringan blockchain ini, protokol yang menawarkan efisiensi modal dan pengalaman pengguna unggul seperti Cetus memiliki peluang besar meraih pangsa pasar signifikan.
Dukungan investor terkemuka dan kemitraan strategis dengan pemain utama ekosistem menjadi fondasi kokoh untuk pertumbuhan. Dalam perkembangan DeFi, fokus Cetus pada inovasi, pengalaman pengguna, dan tokenomics berkelanjutan menempatkannya sebagai protokol yang layak diperhatikan di segmen DEX likuiditas terkonsentrasi.
Cetus Protocol adalah framework AMM DEX yang dioptimalkan, dibangun di atas Sui, dengan bahasa pemrograman Move dan arsitektur microservices. Protokol ini meningkatkan kecepatan transaksi, efisiensi, dan settlement, serta menyederhanakan proses komputasi dan verifikasi untuk performa perdagangan DeFi terbaik di Sui.
Pilih pool perdagangan di Cetus Protocol, masukkan jumlah perdagangan atau likuiditas yang diinginkan, kemudian konfirmasi dan eksekusi transaksi. Anda bisa memperoleh fee dengan menyediakan likuiditas di protokol ini.
Token CETUS digunakan untuk perdagangan lintas chain dan sebagai media sirkulasi di jaringan. Pengguna bisa mendapatkan CETUS dari reward liquidity mining di protokol ini.
Penyediaan likuiditas di Cetus Protocol menimbulkan risiko impermanent loss akibat volatilitas harga dan risiko konsentrasi. Imbal hasil dihitung dari fee perdagangan yang didapat dalam rentang harga Anda, didistribusikan proporsional terhadap porsi likuiditas Anda di pool.
Cetus Protocol mengoptimalkan keunikan ekosistem Sui dan efisiensi bahasa Move. Protokol ini mengadopsi mekanisme likuiditas terkonsentrasi seperti Uniswap V3, biaya gas rendah, kecepatan transaksi tinggi, serta integrasi menyeluruh dengan infrastruktur native Sui untuk efisiensi modal dan pengalaman trading terbaik.
Cetus Protocol utamanya mendukung pasangan CETUS/USDT. Protokol ini beroperasi sebagai AMM DEX di jaringan Sui dengan struktur biaya dinamis. Rincian fee spesifik berbeda sesuai tipe pool dan volume likuiditas.
Cetus Protocol telah diaudit secara profesional oleh firma keamanan bereputasi. Protokol ini menjaga transparansi laporan audit dan dokumentasi. Namun, sebagaimana protokol DeFi lain, pengguna harus meninjau ringkasan audit, memantau update keamanan, dan memahami bahwa audit adalah jaminan penting namun bukan garansi absolut terhadap keamanan.











