
Non-fungible token (NFT) merupakan aset digital yang unik, dengan setiap item hanya ada satu dan tidak dapat digantikan. Berbeda dengan token fungible seperti mata uang kripto, setiap NFT memiliki karakteristik tersendiri dan tidak bisa dipertukarkan secara satu banding satu dengan token lainnya.
NFT dapat merepresentasikan berbagai jenis aset digital maupun fisik, seperti karya seni digital, lagu, video, item dalam game, kartu koleksi, foto eksklusif, hingga hak atas properti atau kekayaan intelektual.
Fungsi utama NFT adalah memastikan kepemilikan aset digital. Ini dilakukan dengan mencatat data token dan kepemilikan pada buku besar blockchain yang terdistribusi. Teknologi blockchain menjamin transparansi, ketidakmampuan untuk diubah, serta keterbukaan data kepemilikan NFT bagi publik.
Banyak platform blockchain terkemuka mendukung NFT, di antaranya Ethereum, Flow, Tron, Tezos, Cosmos, EOS, WAX, Polkadot, dan beberapa jaringan besar lainnya. Masing-masing memiliki fitur teknis, struktur biaya, dan tingkat desentralisasi yang berbeda.
Minting—atau penerbitan token—adalah proses penciptaan non-fungible token dan pendaftaran datanya di blockchain. Secara sederhana, minting merupakan prosedur teknis yang mengubah file digital menjadi aset kriptografi yang dicatat secara permanen pada buku besar terdistribusi.
Tahapan penting dalam proses minting meliputi pembuatan pengenal token yang unik, pembuatan metadata (misal: deskripsi, atribut, dan pencipta), serta penulisan seluruh informasi tersebut ke blockchain melalui smart contract. Untuk melakukan minting NFT, Anda perlu membayar biaya jaringan (gas fee) yang digunakan sebagai sumber daya komputasi transaksi.
Ethereum merupakan jaringan yang paling banyak digunakan untuk minting NFT berkat infrastruktur yang kuat, tingkat desentralisasi tinggi, serta dukungan luas dari marketplace dan wallet kripto.
Sebelum melakukan minting NFT, kreator dapat mengatur berbagai parameter, termasuk pembayaran royalti—yaitu persentase kompensasi yang akan diterima kreator dari setiap penjualan ulang di pasar sekunder. Royalti umumnya berkisar antara 2,5% hingga 10% dari nilai transaksi.
Biaya minting NFT sangat bervariasi, tergantung pada kepadatan jaringan blockchain dan platform yang digunakan.
Pada puncaknya di Mei 2021, biaya minting di Ethereum mencapai 0,56 ETH (lebih dari $1.700 saat itu). Pada Juni 2021, biaya tersebut turun menjadi 0,06 ETH (sekitar $180). Fluktuasi ini mencerminkan perubahan permintaan jaringan dan volatilitas harga ETH.
Di blockchain alternatif, biaya minting NFT bisa jauh lebih rendah dibandingkan Ethereum. Pada beberapa jaringan, biaya minting bahkan kurang dari satu dolar per NFT. Meski demikian, banyak ahli menilai Ethereum sebagai jaringan paling terdesentralisasi dan aman secara teknis untuk pembuatan NFT, sehingga biaya yang lebih tinggi tetap dianggap wajar oleh banyak kreator.
Perlu diketahui bahwa biaya minting sangat bergantung pada waktu dan aktivitas jaringan. Biaya dapat turun secara signifikan pada jam-jam sepi ketika permintaan rendah.
Biaya untuk mendaftarkan NFT di blockchain tidak menjamin keberhasilan komersial token tersebut. Biaya minting hanya memastikan pendaftaran teknis aset pada buku besar terdistribusi; tidak berdampak pada nilai seni, permintaan, maupun harga pasar.
Analisis pasar NFT menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan proyek cenderung rendah. Studi menyebutkan sepertiga koleksi NFT yang dicetak tidak pernah terjual dan tetap tidak laku.
Keberhasilan NFT sangat bergantung pada banyak faktor—kualitas konten, reputasi kreator, strategi pemasaran, orisinalitas konsep, keterlibatan komunitas, dan tren pasar secara keseluruhan. Sebelum minting, pastikan Anda telah menyusun strategi promosi dengan matang dan mengukur permintaan nyata terhadap aset yang akan diterbitkan.
Terdapat dua cara utama untuk membuat dan mendaftarkan NFT pada blockchain: melalui marketplace khusus atau langsung pada situs proyek. Setiap metode memiliki keunggulan serta karakteristik tersendiri.
Marketplace NFT merupakan jalur paling mudah dan praktis bagi pemula untuk membuat NFT. Proses minting pada platform perdagangan umumnya meliputi:
Registrasi pada platform — Hubungkan wallet kripto Anda (seperti MetaMask, Trust Wallet, atau wallet lain yang didukung) ke marketplace. Langkah ini berfungsi sebagai autentikasi sekaligus alat transaksi.
Buat token atau koleksi — Unggah file digital (gambar, video, audio), tambahkan deskripsi, tentukan persentase royalti, dan atur atribut NFT lainnya. Anda dapat membuat satu token atau koleksi dengan beberapa NFT sekaligus.
Daftarkan di blockchain — Setelah semua parameter selesai, konfirmasi transaksi minting melalui wallet kripto Anda dan bayarkan biaya jaringan. Setelah transaksi diproses, NFT Anda akan tersedia untuk dilihat maupun dijual.
Untuk menekan biaya minting NFT, hindari melakukan pendaftaran token saat jam sibuk jaringan. Biaya sering kali jauh lebih rendah pada malam hari dan akhir pekan saat aktivitas pengguna menurun.
Beberapa marketplace menyediakan fitur "lazy minting", di mana token baru terdaftar on-chain pada saat penjualan pertama sehingga kreator tidak perlu membayar biaya di awal.
Beberapa proyek NFT memungkinkan pengguna melakukan minting langsung di situs mereka tanpa melalui marketplace eksternal. Cara ini umumnya digunakan untuk peluncuran koleksi eksklusif dan penjualan publik (public mint).
Minting pada situs web proyek biasanya terdiri dari tahapan berikut:
Autentikasi dengan wallet kripto Anda — Hubungkan wallet ke situs web proyek melalui tombol “Connect Wallet”. Pastikan situs resmi untuk menghindari penipuan.
Periksa saldo Anda — Pastikan wallet Anda memiliki dana yang cukup untuk menutupi biaya minting dan biaya jaringan. Disarankan saldo minimal 20–30% lebih tinggi dari biaya minting yang tertera.
Mint token — Setelah menekan tombol mint, konfirmasi transaksi pada wallet Anda. Proses ini dapat berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit, tergantung tingkat beban jaringan.
Sebelum minting di situs proyek, pastikan Anda mengetahui biaya minting yang pasti, batas minting per alamat, serta jumlah total token yang tersedia dalam koleksi. Periksa whitelist jika proyek menawarkan akses minting prioritas kepada anggota komunitas tertentu.
Minting NFT adalah proses menciptakan aset digital unik di blockchain. Kreator mengunggah data aset, dan teknologi blockchain merekamnya sebagai NFT dengan atribut khusus—menjamin bukti kepemilikan dan keaslian untuk konten digital tersebut.
Biaya minting bervariasi mengikuti biaya jaringan dan kepadatan blockchain. Pada puncak tahun 2021, harga mencapai 0,56 ETH. Pada 2026, biaya berkisar antara $10 hingga lebih dari $500, tergantung jaringan dan kondisi saat itu.
Minting NFT dikenakan gas fee sebesar 0,015 TON per NFT dan biaya layanan 0,005 TON—sehingga total sekitar 0,02 TON per NFT. Biaya dapat berubah sesuai tingkat permintaan jaringan.
Mint NFT di Polygon atau Ethereum melalui OpenSea tanpa biaya sampai penjualan pertama. Anda juga bisa mempertimbangkan Shardeum untuk membuat NFT secara gratis tanpa biaya apa pun.
Mint NFT saat aktivitas jaringan rendah—biasanya malam hari atau akhir pekan. Gunakan harga gas 30 gwei atau lebih rendah, dan cek harga gas secara real time menggunakan tracker sebelum memulai proses.
Ethereum mematok gas fee yang tinggi, sementara Polygon menawarkan biaya jauh lebih rendah dan transaksi lebih cepat. Blockchain lain seperti Solana dan BSC menyediakan biaya yang lebih murah lagi. Pilih jaringan sesuai anggaran dan kebutuhan kecepatan Anda.











