
Market capitalization (market cap) dan trading volume menjawab dua pertanyaan utama di pasar kripto: “Seberapa besar aset ini?” dan “Seberapa aktif aset ini diperdagangkan?” Market cap, yang mirip dengan ukuran perusahaan, ditentukan oleh harga token dan jumlah pasokan yang beredar. Sementara itu, trading volume dapat diibaratkan seperti lalu lintas pelanggan di toko, yaitu total nilai atau jumlah token yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu.
Di pasar kripto, “circulating supply” berarti jumlah token yang tersedia untuk diperdagangkan secara publik, mirip dengan saham beredar pada perusahaan terbuka. “Trading volume” biasanya diukur sebagai nilai perdagangan 24 jam (dalam USDT atau USD) atau jumlah perdagangan 24 jam (dalam token). Kedua metrik ini tidak dapat digunakan sebagai penentu kualitas aset secara tunggal, tetapi menjadi titik awal analisis lebih lanjut.
Perhitungan market cap dan trading volume pada dasarnya sederhana. Metrik yang paling umum adalah “circulating market cap,” dihitung dengan mengalikan harga token saat ini dengan jumlah pasokan beredar. Anda juga dapat menemukan istilah “Fully Diluted Valuation (FDV),” yaitu harga saat ini dikalikan total pasokan token yang mungkin ada—memperkirakan skala aset jika seluruh token telah beredar.
Contoh: Jika harga token adalah 2 USDT dan pasokan beredarnya 100 juta, circulating market cap-nya adalah 2 × 100 juta = $200 juta. Jika total pasokannya 1 miliar token, FDV = 2 × 1 miliar = $2 miliar.
Trading volume biasanya dilacak dalam periode tertentu, seperti “24-hour trading volume.” Jika diukur dalam USDT, berarti total nilai seluruh transaksi yang dikonversi ke USDT dalam 24 jam terakhir. Jika diukur dalam token, berarti jumlah total token yang diperdagangkan. Setiap platform dapat menggunakan metodologi berbeda (misalnya, menggabungkan beberapa pasangan perdagangan atau menghapus duplikasi transaksi lintas platform), sehingga penting untuk meninjau definisi mereka agar terhindar dari kesalahpahaman.
Market cap menunjukkan ukuran aset, sedangkan trading volume menunjukkan tingkat aktivitasnya. Keduanya saling berkaitan: aktivitas perdagangan yang tinggi membuat harga lebih responsif terhadap arus modal, sehingga mempengaruhi market cap; aset yang lebih besar umumnya membutuhkan volume perdagangan yang lebih tinggi untuk menghasilkan fluktuasi harga yang sebanding.
Salah satu metrik turunan yang populer adalah “turnover rate,” yaitu rasio trading volume 24 jam terhadap circulating market cap. Misalnya, jika trading volume 24 jam sebuah token adalah $20 juta dan circulating market cap-nya $200 juta, turnover rate harian ≈ 10%. Turnover rate tinggi menandakan pergerakan token yang cepat dalam jangka pendek, namun tidak menunjukkan arah harga; indikator ini sebaiknya dianalisis bersama data order book dan tren harga.
Market cap dan trading volume merupakan alat penting untuk penyaringan awal dan penilaian risiko. Market cap membantu mengklasifikasikan skala aset: proyek dengan market cap besar biasanya memiliki fluktuasi harga yang lebih stabil, sementara aset dengan market cap kecil lebih rentan terhadap perubahan besar akibat satu transaksi.
Trading volume mengukur “likuiditas”—kemampuan untuk mengeksekusi transaksi dengan cepat tanpa dampak harga yang signifikan. Pasangan dengan trading volume tinggi menawarkan transaksi yang lancar dan slippage rendah; pasangan dengan volume rendah berpotensi menyebabkan eksekusi tertunda atau harga yang menyimpang dari ekspektasi. Saat memilih pasangan perdagangan atau menentukan ukuran order, prioritaskan trading volume dan kedalaman order book untuk meminimalkan risiko eksekusi.
Market cap dan trading volume sering kali disalahartikan. Pertama, melihat “total market cap” atau “FDV” dapat menyebabkan penilaian berlebihan atas skala aset; jika proporsi beredarnya rendah, harga menjadi lebih sensitif terhadap transaksi kecil, dan pengalaman perdagangan aktual bisa berbeda dari ekspektasi.
Kedua, trading volume tinggi tidak selalu menandakan dana aman atau tren jelas. Dalam kasus ekstrem, perdagangan abnormal atau wash trading dapat secara artifisial meningkatkan volume yang dilaporkan. Jika trading volume tinggi tetapi kedalaman order book tipis atau spread lebar, order besar tetap dapat menyebabkan slippage yang signifikan.
Ketiga, stablecoin memerlukan interpretasi berbeda untuk market cap dan trading volume. Karena harganya dipatok ke mata uang fiat, market cap terutama mencerminkan jumlah sirkulasi; peningkatan trading volume dapat berasal dari aktivitas arbitrase atau settlement lintas platform, bukan dari minat spekulatif.
Di Gate, Anda dapat melihat market cap dan trading volume secara langsung, serta menggunakan metrik ini untuk memfilter aset atau mengambil keputusan perdagangan.
Langkah 1: Cari token di halaman Markets Gate dan buka detailnya. Di sana Anda akan menemukan data utama seperti harga, circulating market cap, trading volume 24 jam, dan rincian berdasarkan pasangan perdagangan.
Langkah 2: Pada halaman perdagangan token, periksa order book dan depth chart. Gunakan trading volume 24 jam bersama ukuran order di level harga terdekat untuk memperkirakan potensi slippage saat menempatkan order. Jika terdapat spread besar antara bid/ask terbaik atau sedikit order per level—meski volume cukup—hati-hati saat melakukan transaksi besar.
Langkah 3: Hitung turnover rate harian menggunakan “trading volume / circulating market cap” sebagai indikator aktivitas. Bandingkan dengan data historis untuk menilai apakah aktivitas saat ini sangat tinggi atau rendah. Selalu gabungkan indikator ini dengan kontrol risiko dan pertimbangkan untuk membagi order besar.
Peringatan Risiko: Semua indikator hanya sebagai referensi—bukan saran investasi. Sebelum berdagang, selalu tetapkan limit order dan stop-loss sesuai modal Anda untuk mencegah kerugian akibat likuiditas yang tidak mencukupi.
Market cap dan trading volume adalah titik awal yang berguna, namun sebaiknya dipadukan dengan metrik lain untuk analisis yang lebih komprehensif. Pantau “depth” (ukuran order di harga terdekat) dan “spread” (selisih antara bid dan ask terbaik) untuk menilai kondisi eksekusi nyata. Kedalaman order yang tebal dan spread yang sempit berarti eksekusi order lebih andal.
Juga pantau “jadwal unlock/issuance” token. Jika sejumlah besar token akan segera dibuka, FDV mungkin tetap, namun circulating market cap bisa terdilusi—menekan harga. Metrik on-chain seperti alamat aktif, distribusi holder, dan pergerakan wallet besar dapat melengkapi informasi yang tidak terlihat dari trading volume saja.
Dengan berkembangnya perpetual contract, derivatif lain, dan transaksi on-chain, pemahaman tentang market cap dan trading volume membutuhkan definisi yang terstandarisasi. Trading volume 24 jam pada satu platform belum tentu mencerminkan aktivitas pasar secara keseluruhan; sebaiknya gunakan data dari berbagai sumber, open interest pasar kontrak, dan volume DEX on-chain.
Dalam jangka menengah hingga panjang, market cap dan trading volume tetap menjadi informasi penyaringan awal yang penting bagi pemula—namun daya jelaskannya bergantung pada penggabungan dengan metrik seperti kedalaman order book, spread, jadwal unlock, dan kurva aliran modal.
Tempatkan market cap dan trading volume dalam satu kerangka analisis: mulai dari market cap untuk menilai skala, lalu gunakan trading volume untuk mengukur aktivitas dan likuiditas. Estimasikan intensitas turnover dengan “trading volume / circulating market cap.” Bandingkan kedalaman order book dan spread untuk menilai biaya eksekusi. Pertimbangkan FDV dan jadwal unlock untuk perubahan pasokan. Terakhir, manfaatkan data platform (seperti chart harga dan informasi kedalaman di Gate) untuk strategi perdagangan—selalu sediakan buffer risiko dan bagi order saat mengeksekusi transaksi.
Market Cap = Harga Saat Ini × Circulating Supply. Contohnya, jika Bitcoin berharga $40.000 dengan circulating supply 21 juta koin, maka market cap-nya sekitar $840 miliar. Market cap adalah indikator utama skala aset kripto—semakin tinggi angkanya, semakin besar pengakuan aset tersebut di pasar.
Market cap mewakili nilai keseluruhan aset (konsep “stok”), sedangkan trading volume mengukur aktivitas transaksi dalam periode waktu tertentu (konsep “aliran”). Market cap tinggi tidak menjamin aktivitas tinggi—kadang koin dengan market cap rendah memiliki volume harian besar. Menilai keduanya secara bersamaan memberikan gambaran lebih komprehensif tentang kesehatan aset; sebaiknya pantau kedua metrik ini di Gate.
Trading volume mencerminkan likuiditas dan partisipasi pasar—volume tinggi berarti lebih mudah untuk membeli atau menjual dengan cepat. Aset dengan trading volume rendah rentan terhadap fluktuasi harga tajam atau kesulitan menjual tepat waktu. Pemula sebaiknya memilih koin dengan market cap kuat dan volume tinggi untuk pengalaman trading yang stabil.
Peringkat market cap tinggi umumnya menandakan pengakuan lebih besar, namun tidak menjamin keamanan mutlak. Keamanan bergantung pada berbagai faktor seperti fondasi teknis, latar belakang tim, dan perkembangan ekosistem. Pemula sebaiknya memulai dengan koin utama di 10 besar market cap sambil mempelajari dasar-dasar identifikasi risiko; menggunakan exchange teregulasi seperti Gate menambah lapisan perlindungan.
Trading volume tinggi menandakan banyak partisipan; order beli/jual besar dapat memicu perubahan harga yang cepat. Volatilitas ini dapat menciptakan peluang jangka pendek namun juga risiko kerugian. Meskipun volume tinggi menandakan likuiditas yang baik, hal ini tidak menjamin stabilitas harga—trader harus menafsirkan sentimen pasar secara rasional dan menetapkan order stop-loss/take-profit yang tepat untuk manajemen risiko.


