
Stock futures adalah kontrak berbasis margin yang mewajibkan pembeli dan penjual untuk memperdagangkan saham atau indeks saham pada harga yang telah ditetapkan di tanggal tertentu di masa depan. Instrumen ini memungkinkan trader mengambil posisi long maupun short, serta memberikan eksposur terhadap nilai nominal yang lebih besar hanya dengan modal awal yang relatif kecil.
Di sebagian besar pasar, stock futures terbagi menjadi kontrak berbasis indeks dan kontrak saham tunggal. Setiap kontrak mencantumkan bulan kedaluwarsa, contract multiplier (nilai moneter per poin indeks), pergerakan harga minimum, serta metode penyelesaian (tunai atau penyerahan fisik). Trader hanya perlu membayar margin, bukan nilai penuh kontrak, dan keuntungan atau kerugian diselesaikan setiap hari.
Stock futures berjalan melalui kombinasi persyaratan margin, penyelesaian mark-to-market harian, dan penyelesaian akhir saat jatuh tempo. Harganya bergerak mengikuti aset dasar, suku bunga, dan proyeksi dividen.
Margin berfungsi sebagai jaminan, memungkinkan trader membuka posisi dengan hanya mengunci sebagian kecil dari nilai kontrak. Penyelesaian harian berarti keuntungan dan kerugian akan langsung dikreditkan atau didebitkan ke akun berdasarkan harga penutupan hari itu; kerugian mengurangi margin, sedangkan keuntungan melepaskannya. Saat jatuh tempo, kontrak diselesaikan secara tunai (selisih harga) atau penyerahan fisik (transfer saham sesuai aturan bursa).
Contoh sederhana: Misalkan harga stock future adalah 100, dengan contract multiplier 100, sehingga nilai nominalnya 10.000. Dengan margin awal 10%, Anda bisa membuka posisi long dengan margin 1.000. Jika harga naik ke 101 dalam sehari, akun Anda mendapat kredit 100 × 1 = 100 sebagai profit; jika turun ke 99, Anda mengalami kerugian 100, yang bisa memicu margin call.
Kegunaan utama stock futures meliputi hedging, spekulasi, dan arbitrase. Hedging membantu menekan volatilitas harga kepemilikan spot, spekulasi memungkinkan trader memperoleh profit dari pergerakan harga atau volatilitas, dan arbitrase memanfaatkan selisih harga antara pasar futures dan spot atau antar kontrak bulan berbeda.
Contoh hedging: Jika Anda memiliki portofolio saham senilai 100.000 dan khawatir akan penurunan jangka pendek, Anda dapat menjual stock futures dalam jumlah setara untuk membuka posisi short. Jika pasar turun, kerugian pada kepemilikan spot Anda akan tertutupi oleh keuntungan dari posisi short futures, sehingga nilai aset bersih Anda lebih stabil.
Untuk spekulasi: Buka posisi long jika prediksi bullish dengan membeli futures; buka posisi short jika bearish dengan menjualnya. Leverage memperbesar perubahan akun bahkan dengan pergerakan harga kecil.
Untuk arbitrase: Jika harga futures menyimpang jauh dari harga spot melebihi biaya transaksi dan ambang risiko, trader profesional dapat membangun strategi risiko rendah dengan membeli spot dan menjual futures (atau sebaliknya) secara bersamaan, lalu menunggu harga terkonsolidasi.
Margin adalah setoran yang diperlukan untuk membuka posisi futures—biasanya hanya sebagian dari nilai kontrak nominal. Leverage memungkinkan trader mengendalikan posisi lebih besar dengan modal lebih kecil, sehingga memperbesar potensi profit maupun kerugian.
Maintenance margin adalah saldo minimum yang wajib dijaga agar posisi tetap terbuka. Jika saldo turun di bawah level ini, akan terjadi margin call; jika tidak dipenuhi, posisi akan dilikuidasi secara otomatis (forced liquidation) untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Contoh numerik: Untuk kontrak senilai 10.000 dengan margin awal 10% (1.000), leverage sekitar 10x. Penurunan harga 2% menyebabkan kerugian 200—atau 20% dari margin. Jika kerugian melebihi margin dan tidak ada stop-loss, likuidasi bisa terjadi dengan cepat.
Harga stock futures umumnya bergerak di sekitar “harga spot + biaya carry − proyeksi dividen.” Menjelang jatuh tempo, harga futures akan mendekati harga spot. Biaya carry mencakup bunga dan biaya lain yang terkait dengan penahanan modal hingga jatuh tempo; proyeksi dividen mencerminkan dampak pembayaran dividen sebelum jatuh tempo.
Suku bunga tinggi dan ekspektasi dividen rendah dapat mendorong harga futures di atas harga spot; proyeksi dividen tinggi atau faktor lain dapat menyebabkan futures diperdagangkan di bawah spot. Selisih antara keduanya disebut “basis,” yang biasanya menyempit saat mendekati jatuh tempo.
Dalam praktiknya, pembayaran dividen besar, aksi refinancing, atau rebalancing indeks dapat mengubah biaya carry dan proyeksi untuk sementara, sehingga memengaruhi harga relatif antara futures dan spot.
Membuka posisi berarti memulai eksposur long atau short; menutup posisi berarti melakukan transaksi berlawanan untuk merealisasikan profit atau kerugian.
Langkah 1: Pilih kontrak. Tentukan aset dasar (saham tunggal atau indeks), bulan kedaluwarsa, dan contract multiplier; pahami minimum tick size dan jam perdagangan.
Langkah 2: Atur mode margin. Konfirmasi margin awal dan maintenance; pilih antara isolated margin (risiko per posisi) atau cross margin (risiko seluruh akun).
Langkah 3: Tempatkan order. Buka posisi long jika bullish, short jika bearish; gunakan market order (eksekusi langsung) atau limit order (harga tertentu) sesuai kebutuhan.
Langkah 4: Kelola risiko. Tetapkan level stop-loss dan take-profit; pantau penyelesaian harian yang memengaruhi saldo margin; sesuaikan posisi atau tambahkan margin jika diperlukan.
Langkah 5: Tutup posisi atau selesaikan saat jatuh tempo. Sebagian besar trader menutup posisi sebelum jatuh tempo; menahan hingga jatuh tempo berarti penyelesaian sesuai aturan bursa melalui tunai atau penyerahan fisik.
Risiko utama dalam trading stock futures meliputi risiko leverage, risiko likuiditas, risiko basis, serta risiko regulasi atau sistemik.
Risiko leverage: Pergerakan harga kecil dapat menyebabkan perubahan modal besar; tanpa stop-loss, kerugian bisa semakin besar.
Risiko likuiditas: Jika kontrak jarang diperdagangkan, spread bid-ask melebar dan slippage menjadi lebih parah.
Risiko basis: Hedging bisa tidak efektif jika portofolio spot Anda tidak identik dengan aset dasar futures.
Risiko regulasi/sistemik: Perubahan jam perdagangan, persyaratan margin, metode penyelesaian, atau aturan lain dapat memengaruhi efektivitas strategi Anda.
Setiap perdagangan yang melibatkan modal mengandung risiko—kelola ukuran posisi secara hati-hati, gunakan stop-loss, dan pahami sepenuhnya syarat kontrak serta kondisi pasar sebelum trading.
Trading derivatif kripto memiliki mekanisme utama yang mirip dengan stock futures—persyaratan margin, kemampuan long/short, dan logika penyelesaian harian—namun berbasis aset kripto dengan mekanisme penyelesaian dan penentuan harga yang berbeda.
Di platform derivatif Gate, perpetual contract berbasis USDT menggunakan funding rate untuk menjaga harga kontrak tetap sejalan dengan pasar spot—konsep yang serupa dengan “biaya carry” pada stock futures. Trader berpartisipasi melalui akun margin, bisa membuka posisi long atau short, menggunakan mode isolated maupun cross margin, dan wajib memasang stop-loss untuk kontrol risiko. Pemula akan lebih mudah memahami derivatif kripto setelah menguasai logika dasar trading futures tradisional.
Stock futures adalah kontrak berbasis margin yang terhubung dengan saham atau indeks. Fitur utama meliputi penyelesaian harian, leverage, dan penyerahan saat jatuh tempo; digunakan untuk hedging, spekulasi, dan arbitrase. Harga berfluktuasi di sekitar spot ditambah biaya carry dikurangi proyeksi dividen—dan akan mendekati spot menjelang jatuh tempo. Dalam praktik: pilih kontrak dan mode margin terlebih dahulu, lalu tempatkan order dan kelola risiko; selanjutnya tutup posisi sebelum jatuh tempo atau selesaikan sesuai aturan bursa. Karena leverage memperbesar potensi profit maupun kerugian, selalu kontrol ukuran posisi, tetapkan stop-loss yang jelas, dan pahami syarat kontrak serta risiko pasar sebelum trading.
Perbedaan utamanya adalah waktu penyelesaian. Spot stocks memberi Anda kepemilikan langsung saat pembelian; futures adalah perjanjian untuk settlement di masa depan—memungkinkan Anda mengendalikan jumlah saham lebih besar dengan modal lebih kecil (melalui margin). Contoh: membeli spot stocks senilai 1 juta membutuhkan pembayaran penuh; membeli jumlah futures kontrak setara mungkin hanya memerlukan margin 100–200 ribu—itulah mekanisme leverage.
Kontrak futures memiliki tanggal jatuh tempo tetap. Sebelum jatuh tempo, Anda dapat menutup posisi (menjual kontrak) untuk keluar; atau menahan hingga settlement untuk penyelesaian tunai (kebanyakan futures finansial diselesaikan secara tunai, bukan penyerahan fisik). Jika Anda masih memegang posisi di hari perdagangan terakhir, bursa akan melakukan settlement wajib—selalu perhatikan tanggal jatuh tempo kontrak.
Pasti bisa. Karena futures menggunakan leverage, kerugian dapat jauh melebihi setoran margin awal Anda. Jika pasar bergerak tajam melawan posisi Anda, akun Anda dapat blow up (forced liquidation) dengan sangat cepat. Contoh: menempatkan margin 10 ribu untuk mengendalikan kontrak 100 ribu—jika rugi 5%, berarti rugi $5 ribu; Anda bisa kehilangan seluruh margin dan bahkan berutang lebih. Itulah mengapa futures berisiko tinggi—return bisa berlipat ganda dengan cepat, namun kerugian juga bisa menyebabkan kebangkrutan secepat itu.
Stock futures paling sesuai untuk investor berpengalaman yang mampu menanggung risiko tinggi. Jika Anda baru dalam trading, memiliki dana terbatas, atau toleransi risiko rendah, mulailah dengan spot stocks. Futures ideal untuk trader menengah atau mahir yang mencari profit jangka pendek dari fluktuasi harga—dan memahami manajemen risiko dengan strategi stop-loss.
Futures merefleksikan ekspektasi harga di masa depan; spot adalah harga aktual hari ini—selisih di antara keduanya disebut “basis.” Harga futures biasanya sedikit di atas spot (karena biaya waktu/carry), namun selisih ini akan menyempit menjelang jatuh tempo. Jika premi futures terlalu besar, arbitraseur membeli spot stocks sambil menjual futures—arbitrase ini memperkecil selisih hingga harga terkonsolidasi saat settlement.


