
TLChain merupakan mata uang kripto asli jaringan blockchain dengan simbol TLC. Sebagai koin (aset asli), TLC digunakan terutama untuk membayar biaya transaksi on-chain, menjaga keamanan jaringan, dan penyelesaian dalam ekosistem. Koin adalah aset asli yang diterbitkan langsung pada blockchain sendiri, berbeda dengan token yang diciptakan melalui smart contract di blockchain lain.
Dari sisi pengguna, TLC berfungsi sebagai alat transfer dan pembayaran aplikasi. Dari sisi jaringan, TLC dapat di-stake atau digunakan untuk partisipasi validator (apabila protokol mendukung), sehingga memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan. Untuk proyek, TLC juga menjadi aset dasar bagi insentif dan tata kelola (jika modul tersebut diterapkan).
Per 2023-08-16 (sumber: data yang disediakan dan situs resmi https://tlchain.network), data publik yang tersedia sudah tidak mutakhir—angka terbaru harus diverifikasi menggunakan data pasar terkini. Data tren periode tersebut menunjukkan performa lemah dalam 7 hari terakhir, dengan pemulihan pada 30 hari terakhir. Namun, tidak ada pembaruan resmi terkait harga, kapitalisasi pasar, maupun volume perdagangan yang akurat.
Kapitalisasi pasar adalah "pasokan beredar × harga saat ini" dan mencerminkan valuasi pasar secara keseluruhan. Pasokan beredar adalah jumlah token yang tersedia untuk diperdagangkan. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh adalah valuasi teoretis berdasarkan pasokan maksimum atau total token. Karena data lebih dari enam bulan, angka historis tidak dicantumkan di sini. Desain pasokan proyek menetapkan maksimum 200 juta TLC (sumber: data yang disediakan), sehingga penerbitannya terbatas. Jumlah pasangan perdagangan yang sedikit dan aktivitas rendah mengindikasikan potensi keterbatasan likuiditas.
TLChain diluncurkan pada 2022-01-26 (sumber: data yang disediakan). Informasi tentang tim pendiri dan latar belakang lebih lanjut dapat ditemukan di situs resmi dan dokumentasi publik. Untuk proyek tahap awal atau yang jarang diperbarui, sebaiknya tinjau whitepaper, dokumen teknis, dan pengumuman guna memahami visi, roadmap teknis, dan struktur tata kelola sebelum berpartisipasi.
Sebagai jaringan blockchain, TLChain beroperasi melalui node terdistribusi yang bersama-sama memelihara buku besar, dan transaksi divalidasi melalui konsensus jaringan. Konsensus adalah aturan yang disepakati node terkait urutan dan validitas transaksi—mekanisme umum seperti Proof of Stake (PoS) dan variannya; detail lebih lanjut dapat dilihat di dokumentasi teknis resmi.
Biaya transaksi (atau gas) dibayarkan dalam TLC oleh pengguna sebagai kompensasi kepada node atas pemrosesan dan validasi transaksi. Sebagai koin, TLC eksis secara asli di chain-nya sendiri—berbeda dengan token yang diterbitkan melalui smart contract di blockchain lain. Jika TLChain mendukung smart contract, pengembang dapat meluncurkan aplikasi terdesentralisasi, dan pengguna akan membayar sejumlah kecil TLC sebagai biaya transaksi saat berinteraksi dengan aplikasi tersebut.
Pada lapisan pembayaran, TLC memungkinkan transfer on-chain dan penyelesaian dalam aplikasi. Misalnya, pengguna yang berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApp) membayar TLC sebagai biaya transaksi untuk menyelesaikan transaksi.
Pada lapisan jaringan, jika didukung protokol, TLC dapat di-stake untuk memperkuat keamanan jaringan dan memperoleh imbalan. Staking berarti mengunci token ke validator atau node untuk mendukung proses konsensus.
Pada lapisan tata kelola, jika tersedia modul tata kelola, pemegang token dapat berpartisipasi dalam proposal dan voting yang memengaruhi penyesuaian parameter atau arah pengembangan ekosistem. Tata kelola adalah proses pengambilan keputusan yang melibatkan kepemilikan token atau kredensial tertentu.
Risiko Likuiditas: Dengan pasangan perdagangan yang terbatas dan aktivitas rendah, slippage harga bisa meningkat dan eksekusi menjadi kurang stabil. Slippage adalah selisih antara harga order dan harga eksekusi sebenarnya.
Ketepatan & Konsistensi Data: Data publik bisa saja sudah usang, dengan ketidakkonsistenan seperti "maksimum pasokan 200 juta" sementara data historis menunjukkan total pasokan di atas 200 juta; selalu gunakan data terbaru dari situs resmi dan block explorer untuk menghindari salah penilaian.
Volatilitas Harga: Harga aset kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan likuiditas—pastikan pengelolaan posisi dan stop-loss yang tepat.
Persyaratan Kepatuhan: Lakukan verifikasi identitas lengkap (KYC) di platform yang sesuai dan pahami regulasi lokal terkait aset kripto dan pajak. KYC adalah proses verifikasi identitas pengguna oleh platform untuk kepatuhan.
Risiko Keamanan: Amankan private key dan frasa mnemonic Anda. Frasa mnemonic adalah rangkaian kata untuk memulihkan dompet—jika bocor, aset dapat dicuri. Selalu pastikan jaringan dan alamat kontrak saat menarik aset; waspadai situs palsu dan tautan phishing.
Langkah 1: Registrasi & Verifikasi. Kunjungi situs resmi Gate untuk membuat akun, tautkan email atau nomor ponsel sesuai instruksi, dan lakukan verifikasi identitas KYC agar memenuhi persyaratan kepatuhan untuk deposit dan penarikan.
Langkah 2: Pendanaan Akun. Deposit USDT atau gunakan kanal fiat di Gate untuk membeli USDT—stablecoin yang dipatok pada USD dan lazim digunakan sebagai perantara perdagangan.
Langkah 3: Cari Pasangan Perdagangan. Di menu perdagangan spot Gate, cari “TLC”. Jika pasangan TLChain tersedia, buka halaman detail untuk memverifikasi nama proyek dan alamat kontrak; jika TLC belum terdaftar di Gate, pantau pengumuman atau cek situs resmi proyek untuk pembaruan listing terbaru—hindari perdagangan melalui sumber yang tidak diverifikasi.
Langkah 4: Penempatan Order. Pilih limit order atau market order sesuai kebutuhan. Limit order memungkinkan Anda menetapkan harga eksekusi; market order dieksekusi langsung pada harga pasar saat ini namun bisa mengalami slippage lebih tinggi.
Langkah 5: Penarikan & Penyimpanan. Untuk penyimpanan jangka panjang, disarankan menarik ke dompet non-custodial, sehingga Anda mengendalikan private key dan frasa mnemonic secara langsung untuk keamanan lebih baik. Saat menarik aset, selalu pilih jaringan yang benar dan periksa ulang alamat tujuan untuk menghindari kerugian akibat kesalahan lintas chain. Cadangkan frasa mnemonic Anda secara offline, aktifkan autentikasi dua faktor, dan atur whitelist penarikan (hanya mengizinkan penarikan ke alamat yang telah diotorisasi) untuk perlindungan ekstra.
Langkah 6: Manajemen Risiko & Review. Kurangi eksposur terhadap fluktuasi harga dengan membeli secara bertahap, tetapkan stop-loss dan target harga, serta tinjau portofolio Anda secara berkala. Stop-loss adalah pemicu otomatis yang menjual pada harga tertentu sebagai langkah mitigasi risiko.
Kematangan Ekosistem: Ethereum memiliki toolkit pengembang yang komprehensif dan ekosistem aplikasi yang luas; TLChain masih berada di tahap awal dengan aktivitas perdagangan lebih rendah dan aplikasi yang terbatas—perlu pemantauan berkelanjutan.
Mekanisme Pasokan: TLChain dikabarkan memiliki batas maksimum pasokan tetap; Ethereum menerapkan mekanisme burn melalui EIP-1559, sehingga jumlah penerbitan bersihnya dinamis mengikuti penggunaan jaringan.
Biaya & Performa: Mainnet Ethereum sering mengalami biaya tinggi dan waktu konfirmasi lambat di periode sibuk; biaya dan performa TLChain bergantung pada mekanisme konsensus dan parameter jaringan spesifik—lihat sumber resmi dan data block explorer untuk detailnya.
Desentralisasi & Distribusi Node: Ethereum memiliki distribusi node yang luas dan tingkat desentralisasi tinggi; jumlah dan distribusi node TLChain dapat dibandingkan menggunakan data resmi.
Pengembangan & Dukungan: Ethereum menawarkan toolchain matang dengan dokumentasi dan sumber daya komunitas yang lengkap; untuk dukungan pengembang TLChain, rujuk situs resmi dan dokumentasi teknis untuk pembaruan terbaru.
TLChain (TLC) merupakan koin asli blockchain miliknya, dirancang untuk biaya transaksi, keamanan jaringan, dan penyelesaian ekosistem dengan batas pasokan terbatas. Data pasar publik per 2023-08-16; pastikan selalu memverifikasi harga, pasokan beredar, dan aktivitas perdagangan terbaru melalui situs resmi atau block explorer sebelum bertransaksi. Jika pasangan perdagangan tersedia di Gate, ikuti tahap registrasi/KYC, pendanaan, perdagangan, penarikan, penyimpanan non-custodial, konfirmasi jaringan, dan manajemen risiko. Dibanding Ethereum, TLChain masih memerlukan waktu untuk membuktikan kematangan ekosistem, transparansi data, dan aktivitas pasarnya. Sebaiknya mulai dengan posisi kecil atau pembelian bertahap; utamakan keamanan private key/mnemonic; ikuti perkembangan proyek; dan evaluasi nilai jangka panjang terhadap risiko secara berkala.
TLC 2.0 Coin adalah token yang ditingkatkan dalam ekosistem TLChain. TLChain adalah blockchain publik dasarnya, sedangkan TLC 2.0 merupakan token insentif dan tata kelola ekosistem yang digunakan untuk validasi, voting tata kelola, dan partisipasi ekosistem. Singkatnya: TLChain adalah sistem blockchain; TLC 2.0 Coin adalah aset digital yang beredar di dalamnya.
Kegunaan utama TLC 2.0 Coin meliputi: (1) berpartisipasi dalam validasi jaringan dan operasi node untuk memperoleh imbalan; (2) berperan dalam tata kelola ekosistem melalui voting pada upgrade protokol dan alokasi sumber daya; (3) membayar biaya transaksi atau layanan dalam aplikasi ekosistem. Pemegang juga dapat memperdagangkan atau berinvestasi TLC 2.0 Coin di platform seperti Gate.
Cara termudah adalah membeli langsung di platform Gate—daftar akun, lakukan verifikasi identitas, deposit fiat atau aset kripto lain, lalu cari pasangan perdagangan TLC untuk membeli atau menjual. Alternatifnya, Anda bisa memperoleh imbalan dengan mengikuti penambangan staking atau operasi node di ekosistem TLChain.
Risiko utama meliputi volatilitas pasar, risiko likuiditas, dan kerentanan smart contract. Sebagai token yang relatif baru, pergerakan harga bisa sangat fluktuatif; kedalaman pasar rendah dapat memengaruhi perdagangan; dan bug kode bisa muncul saat pembaruan atau iterasi chain. Investasikan hanya dana yang sanggup Anda tanggung kehilangannya—mulai dari jumlah kecil—dan simpan aset di dompet non-custodial daripada di bursa jika memungkinkan.
TLC 2.0 Coin adalah token asli public chain TLChain; Bitcoin adalah blockchain mandiri yang berfokus pada pembayaran; Ethereum adalah platform smart contract dengan token asli sendiri. Peran masing-masing berbeda: Bitcoin berfokus pada pembayaran/penyelesaian; Ethereum mendukung aplikasi terdesentralisasi; TLC 2.0 menopang ekosistem TLChain. Dari sisi kematangan, Bitcoin dan Ethereum adalah standar industri—TLC 2.0 masih dalam tahap pengembangan.
Situs Resmi / Whitepaper:
Sumber Pengembang / Dokumentasi:
Media Otoritatif / Riset:


