Apa yang dimaksud dengan TLC 2.0 Coin?

TLChain (TLC) merupakan koin blockchain native yang diperkenalkan pada tahun 2022. Koin ini memiliki berbagai peran dalam ekosistemnya, seperti membayar biaya transaksi on-chain, meningkatkan keamanan jaringan melalui mekanisme seperti staking, serta menyelesaikan transaksi di aplikasi terdesentralisasi. Sebagai koin, TLC diterbitkan langsung di blockchain miliknya sendiri tanpa bergantung pada platform atau jaringan eksternal. Pasokan TLC dibatasi, di mana proyek ini telah menetapkan batas maksimum, bukan penerbitan tanpa batas. Pengembang dapat membangun aplikasi di jaringan TLChain, sedangkan pemegang TLC dapat mentransfer token dan berpartisipasi dalam tata kelola apabila protokol mendukung fungsi tersebut.
Abstrak
1.
Positioning: TLChain adalah proyek blockchain yang diluncurkan pada tahun 2022, diposisikan sebagai ekosistem blockchain independen yang didedikasikan untuk menyediakan infrastruktur blockchain dan dukungan aplikasi.
2.
Mechanism: TLChain menggunakan mekanisme konsensus terdesentralisasi untuk menjaga keamanan jaringan dan validasi transaksi. Detail spesifik tentang konsensus dapat ditemukan di situs resmi, dengan proyek yang memastikan keadilan dan transparansi melalui jaringan node terdistribusi.
3.
Supply: TLChain memiliki batas maksimum pasokan sebesar 200 juta TLC, dengan total pasokan saat ini sekitar 208,05 juta TLC, menandakan bahwa jumlahnya telah melebihi batas yang ditetapkan. Proyek ini menggunakan model pasokan terbatas tanpa inflasi tak terbatas.
4.
Cost & Speed: Berdasarkan data yang tersedia, informasi spesifik tentang kecepatan transaksi dan tingkat biaya TLC masih terbatas. Saat ini proyek hanya memiliki 2 pasangan trading dengan likuiditas yang relatif rendah. Disarankan untuk memeriksa kemacetan jaringan dan informasi biaya secara real-time sebelum melakukan trading.
5.
Ecosystem Highlights: Situs resmi TLChain adalah https://tlchain.network di mana pengguna dapat menemukan lebih banyak informasi tentang ekosistem. Detail spesifik mengenai dompet, aplikasi perwakilan, dan solusi penskalaan memerlukan investigasi lebih lanjut. Mengingat tingkat aktivitas proyek yang rendah, aplikasi ekosistem kemungkinan masih dalam tahap pengembangan awal.
6.
Risk Warning: Peringatan Risiko Penting: (1) Aktivitas proyek rendah — TLChain saat ini tidak aktif dengan hanya 2 pasangan trading dan likuiditas yang sangat terbatas; (2) Anomali pasokan — Total pasokan saat ini (208M) melebihi batas maksimum yang dinyatakan (200M), menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi mekanisme pasokan; (3) Volatilitas harga — Penurunan 7 hari sebesar 0,0354% dan kenaikan 30 hari sebesar 3,7406% dapat menyebabkan fluktuasi harga signifikan mengingat aktivitas pasar yang rendah; (4) Risiko likuiditas — Tidak ada data kapitalisasi pasar sirkulasi, kedalaman trading yang tidak mencukupi dapat menyebabkan slippage signifikan; (5) Risiko regulasi — Pahami status kepatuhan proyek sebelum berinvestasi. Disarankan untuk berinvestasi secara hati-hati.
Apa yang dimaksud dengan TLC 2.0 Coin?

Apa Itu TLChain?

TLChain merupakan mata uang kripto asli jaringan blockchain dengan simbol TLC. Sebagai koin (aset asli), TLC digunakan terutama untuk membayar biaya transaksi on-chain, menjaga keamanan jaringan, dan penyelesaian dalam ekosistem. Koin adalah aset asli yang diterbitkan langsung pada blockchain sendiri, berbeda dengan token yang diciptakan melalui smart contract di blockchain lain.

Dari sisi pengguna, TLC berfungsi sebagai alat transfer dan pembayaran aplikasi. Dari sisi jaringan, TLC dapat di-stake atau digunakan untuk partisipasi validator (apabila protokol mendukung), sehingga memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan. Untuk proyek, TLC juga menjadi aset dasar bagi insentif dan tata kelola (jika modul tersebut diterapkan).

Harga Terkini, Kapitalisasi Pasar, dan Pasokan Beredar TLChain (TLC)

Per 2023-08-16 (sumber: data yang disediakan dan situs resmi https://tlchain.network), data publik yang tersedia sudah tidak mutakhir—angka terbaru harus diverifikasi menggunakan data pasar terkini. Data tren periode tersebut menunjukkan performa lemah dalam 7 hari terakhir, dengan pemulihan pada 30 hari terakhir. Namun, tidak ada pembaruan resmi terkait harga, kapitalisasi pasar, maupun volume perdagangan yang akurat.

Kapitalisasi pasar adalah "pasokan beredar × harga saat ini" dan mencerminkan valuasi pasar secara keseluruhan. Pasokan beredar adalah jumlah token yang tersedia untuk diperdagangkan. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh adalah valuasi teoretis berdasarkan pasokan maksimum atau total token. Karena data lebih dari enam bulan, angka historis tidak dicantumkan di sini. Desain pasokan proyek menetapkan maksimum 200 juta TLC (sumber: data yang disediakan), sehingga penerbitannya terbatas. Jumlah pasangan perdagangan yang sedikit dan aktivitas rendah mengindikasikan potensi keterbatasan likuiditas.

Siapa Pencipta TLChain (TLC) dan Kapan?

TLChain diluncurkan pada 2022-01-26 (sumber: data yang disediakan). Informasi tentang tim pendiri dan latar belakang lebih lanjut dapat ditemukan di situs resmi dan dokumentasi publik. Untuk proyek tahap awal atau yang jarang diperbarui, sebaiknya tinjau whitepaper, dokumen teknis, dan pengumuman guna memahami visi, roadmap teknis, dan struktur tata kelola sebelum berpartisipasi.

Bagaimana TLChain (TLC) Bekerja?

Sebagai jaringan blockchain, TLChain beroperasi melalui node terdistribusi yang bersama-sama memelihara buku besar, dan transaksi divalidasi melalui konsensus jaringan. Konsensus adalah aturan yang disepakati node terkait urutan dan validitas transaksi—mekanisme umum seperti Proof of Stake (PoS) dan variannya; detail lebih lanjut dapat dilihat di dokumentasi teknis resmi.

Biaya transaksi (atau gas) dibayarkan dalam TLC oleh pengguna sebagai kompensasi kepada node atas pemrosesan dan validasi transaksi. Sebagai koin, TLC eksis secara asli di chain-nya sendiri—berbeda dengan token yang diterbitkan melalui smart contract di blockchain lain. Jika TLChain mendukung smart contract, pengembang dapat meluncurkan aplikasi terdesentralisasi, dan pengguna akan membayar sejumlah kecil TLC sebagai biaya transaksi saat berinteraksi dengan aplikasi tersebut.

Apa yang Bisa Dilakukan dengan TLChain (TLC)?

Pada lapisan pembayaran, TLC memungkinkan transfer on-chain dan penyelesaian dalam aplikasi. Misalnya, pengguna yang berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApp) membayar TLC sebagai biaya transaksi untuk menyelesaikan transaksi.

Pada lapisan jaringan, jika didukung protokol, TLC dapat di-stake untuk memperkuat keamanan jaringan dan memperoleh imbalan. Staking berarti mengunci token ke validator atau node untuk mendukung proses konsensus.

Pada lapisan tata kelola, jika tersedia modul tata kelola, pemegang token dapat berpartisipasi dalam proposal dan voting yang memengaruhi penyesuaian parameter atau arah pengembangan ekosistem. Tata kelola adalah proses pengambilan keputusan yang melibatkan kepemilikan token atau kredensial tertentu.

Risiko Utama dan Pertimbangan Regulasi TLChain (TLC)

Risiko Likuiditas: Dengan pasangan perdagangan yang terbatas dan aktivitas rendah, slippage harga bisa meningkat dan eksekusi menjadi kurang stabil. Slippage adalah selisih antara harga order dan harga eksekusi sebenarnya.

Ketepatan & Konsistensi Data: Data publik bisa saja sudah usang, dengan ketidakkonsistenan seperti "maksimum pasokan 200 juta" sementara data historis menunjukkan total pasokan di atas 200 juta; selalu gunakan data terbaru dari situs resmi dan block explorer untuk menghindari salah penilaian.

Volatilitas Harga: Harga aset kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan likuiditas—pastikan pengelolaan posisi dan stop-loss yang tepat.

Persyaratan Kepatuhan: Lakukan verifikasi identitas lengkap (KYC) di platform yang sesuai dan pahami regulasi lokal terkait aset kripto dan pajak. KYC adalah proses verifikasi identitas pengguna oleh platform untuk kepatuhan.

Risiko Keamanan: Amankan private key dan frasa mnemonic Anda. Frasa mnemonic adalah rangkaian kata untuk memulihkan dompet—jika bocor, aset dapat dicuri. Selalu pastikan jaringan dan alamat kontrak saat menarik aset; waspadai situs palsu dan tautan phishing.

Cara Membeli dan Menyimpan TLChain (TLC) dengan Aman di Gate

Langkah 1: Registrasi & Verifikasi. Kunjungi situs resmi Gate untuk membuat akun, tautkan email atau nomor ponsel sesuai instruksi, dan lakukan verifikasi identitas KYC agar memenuhi persyaratan kepatuhan untuk deposit dan penarikan.

Langkah 2: Pendanaan Akun. Deposit USDT atau gunakan kanal fiat di Gate untuk membeli USDT—stablecoin yang dipatok pada USD dan lazim digunakan sebagai perantara perdagangan.

Langkah 3: Cari Pasangan Perdagangan. Di menu perdagangan spot Gate, cari “TLC”. Jika pasangan TLChain tersedia, buka halaman detail untuk memverifikasi nama proyek dan alamat kontrak; jika TLC belum terdaftar di Gate, pantau pengumuman atau cek situs resmi proyek untuk pembaruan listing terbaru—hindari perdagangan melalui sumber yang tidak diverifikasi.

Langkah 4: Penempatan Order. Pilih limit order atau market order sesuai kebutuhan. Limit order memungkinkan Anda menetapkan harga eksekusi; market order dieksekusi langsung pada harga pasar saat ini namun bisa mengalami slippage lebih tinggi.

Langkah 5: Penarikan & Penyimpanan. Untuk penyimpanan jangka panjang, disarankan menarik ke dompet non-custodial, sehingga Anda mengendalikan private key dan frasa mnemonic secara langsung untuk keamanan lebih baik. Saat menarik aset, selalu pilih jaringan yang benar dan periksa ulang alamat tujuan untuk menghindari kerugian akibat kesalahan lintas chain. Cadangkan frasa mnemonic Anda secara offline, aktifkan autentikasi dua faktor, dan atur whitelist penarikan (hanya mengizinkan penarikan ke alamat yang telah diotorisasi) untuk perlindungan ekstra.

Langkah 6: Manajemen Risiko & Review. Kurangi eksposur terhadap fluktuasi harga dengan membeli secara bertahap, tetapkan stop-loss dan target harga, serta tinjau portofolio Anda secara berkala. Stop-loss adalah pemicu otomatis yang menjual pada harga tertentu sebagai langkah mitigasi risiko.

Perbedaan Utama TLChain (TLC) dan Ethereum (ETH)

Kematangan Ekosistem: Ethereum memiliki toolkit pengembang yang komprehensif dan ekosistem aplikasi yang luas; TLChain masih berada di tahap awal dengan aktivitas perdagangan lebih rendah dan aplikasi yang terbatas—perlu pemantauan berkelanjutan.

Mekanisme Pasokan: TLChain dikabarkan memiliki batas maksimum pasokan tetap; Ethereum menerapkan mekanisme burn melalui EIP-1559, sehingga jumlah penerbitan bersihnya dinamis mengikuti penggunaan jaringan.

Biaya & Performa: Mainnet Ethereum sering mengalami biaya tinggi dan waktu konfirmasi lambat di periode sibuk; biaya dan performa TLChain bergantung pada mekanisme konsensus dan parameter jaringan spesifik—lihat sumber resmi dan data block explorer untuk detailnya.

Desentralisasi & Distribusi Node: Ethereum memiliki distribusi node yang luas dan tingkat desentralisasi tinggi; jumlah dan distribusi node TLChain dapat dibandingkan menggunakan data resmi.

Pengembangan & Dukungan: Ethereum menawarkan toolchain matang dengan dokumentasi dan sumber daya komunitas yang lengkap; untuk dukungan pengembang TLChain, rujuk situs resmi dan dokumentasi teknis untuk pembaruan terbaru.

Ringkasan TLChain (TLC)

TLChain (TLC) merupakan koin asli blockchain miliknya, dirancang untuk biaya transaksi, keamanan jaringan, dan penyelesaian ekosistem dengan batas pasokan terbatas. Data pasar publik per 2023-08-16; pastikan selalu memverifikasi harga, pasokan beredar, dan aktivitas perdagangan terbaru melalui situs resmi atau block explorer sebelum bertransaksi. Jika pasangan perdagangan tersedia di Gate, ikuti tahap registrasi/KYC, pendanaan, perdagangan, penarikan, penyimpanan non-custodial, konfirmasi jaringan, dan manajemen risiko. Dibanding Ethereum, TLChain masih memerlukan waktu untuk membuktikan kematangan ekosistem, transparansi data, dan aktivitas pasarnya. Sebaiknya mulai dengan posisi kecil atau pembelian bertahap; utamakan keamanan private key/mnemonic; ikuti perkembangan proyek; dan evaluasi nilai jangka panjang terhadap risiko secara berkala.

FAQ

Apakah TLC 2.0 Coin dan TLChain (TLC) Sama?

TLC 2.0 Coin adalah token yang ditingkatkan dalam ekosistem TLChain. TLChain adalah blockchain publik dasarnya, sedangkan TLC 2.0 merupakan token insentif dan tata kelola ekosistem yang digunakan untuk validasi, voting tata kelola, dan partisipasi ekosistem. Singkatnya: TLChain adalah sistem blockchain; TLC 2.0 Coin adalah aset digital yang beredar di dalamnya.

Apa Saja Kegunaan TLC 2.0 Coin?

Kegunaan utama TLC 2.0 Coin meliputi: (1) berpartisipasi dalam validasi jaringan dan operasi node untuk memperoleh imbalan; (2) berperan dalam tata kelola ekosistem melalui voting pada upgrade protokol dan alokasi sumber daya; (3) membayar biaya transaksi atau layanan dalam aplikasi ekosistem. Pemegang juga dapat memperdagangkan atau berinvestasi TLC 2.0 Coin di platform seperti Gate.

Bagaimana Cara Pemula Memperoleh TLC 2.0 Coin?

Cara termudah adalah membeli langsung di platform Gate—daftar akun, lakukan verifikasi identitas, deposit fiat atau aset kripto lain, lalu cari pasangan perdagangan TLC untuk membeli atau menjual. Alternatifnya, Anda bisa memperoleh imbalan dengan mengikuti penambangan staking atau operasi node di ekosistem TLChain.

Risiko Keamanan Apa yang Perlu Diperhatikan pada TLC 2.0 Coin?

Risiko utama meliputi volatilitas pasar, risiko likuiditas, dan kerentanan smart contract. Sebagai token yang relatif baru, pergerakan harga bisa sangat fluktuatif; kedalaman pasar rendah dapat memengaruhi perdagangan; dan bug kode bisa muncul saat pembaruan atau iterasi chain. Investasikan hanya dana yang sanggup Anda tanggung kehilangannya—mulai dari jumlah kecil—dan simpan aset di dompet non-custodial daripada di bursa jika memungkinkan.

Apa Perbedaan Fundamental TLC 2.0 Coin dengan Bitcoin atau Ethereum?

TLC 2.0 Coin adalah token asli public chain TLChain; Bitcoin adalah blockchain mandiri yang berfokus pada pembayaran; Ethereum adalah platform smart contract dengan token asli sendiri. Peran masing-masing berbeda: Bitcoin berfokus pada pembayaran/penyelesaian; Ethereum mendukung aplikasi terdesentralisasi; TLC 2.0 menopang ekosistem TLChain. Dari sisi kematangan, Bitcoin dan Ethereum adalah standar industri—TLC 2.0 masih dalam tahap pengembangan.

  • Total Supply: Jumlah total token yang dirancang untuk diterbitkan—total supply TLC 2.0 adalah 208.046.343,44.
  • Max Supply: Batas pasokan yang ditetapkan protokol—untuk TLC 2.0 adalah 200 juta koin—menunjukkan karakter deflasi.
  • Fully Diluted Market Cap: Nilai pasar teoretis yang dihitung dari max supply dikalikan harga saat ini.
  • Trading Pair: Format perdagangan token terhadap mata uang kripto lain di bursa—TLC 2.0 memiliki dua pasangan perdagangan.
  • Circulating Supply: Jumlah token yang tersedia di pasar untuk perhitungan market cap dan harga real-time.

Bacaan Lanjutan tentang TLC 2.0 (TLC)

  • Situs Resmi / Whitepaper:

  • Sumber Pengembang / Dokumentasi:

  • Media Otoritatif / Riset:

Sebuah “suka” sederhana bisa sangat berarti

Bagikan

Glosarium Terkait
Terdesentralisasi
Desentralisasi adalah desain sistem yang membagi pengambilan keputusan dan kontrol ke banyak peserta, sebagaimana lazim ditemui pada teknologi blockchain, aset digital, dan tata kelola komunitas. Desentralisasi mengandalkan konsensus berbagai node jaringan, memungkinkan sistem berjalan secara independen tanpa otoritas tunggal, sehingga keamanan, ketahanan terhadap sensor, dan keterbukaan semakin terjaga. Dalam ekosistem kripto, desentralisasi tercermin melalui kolaborasi node secara global pada Bitcoin dan Ethereum, exchange terdesentralisasi, wallet non-custodial, serta model tata kelola komunitas yang memungkinkan pemegang token menentukan aturan protokol melalui mekanisme voting.
epoch
Dalam Web3, siklus adalah periode operasional berulang dalam protokol atau aplikasi blockchain yang dipicu oleh interval waktu tetap atau jumlah blok tertentu. Pada tingkat protokol, siklus ini biasanya berupa epoch, yang mengoordinasikan konsensus, tugas validator, dan distribusi hadiah. Siklus lain terdapat pada lapisan aset dan aplikasi, seperti peristiwa Bitcoin halving, jadwal vesting token, periode tantangan penarikan Layer 2, penyelesaian tingkat pendanaan dan hasil, pembaruan oracle, serta jendela pemungutan suara tata kelola. Karena setiap siklus memiliki durasi, kondisi pemicu, dan fleksibilitas yang berbeda, memahami mekanisme operasinya akan membantu Anda mengantisipasi keterbatasan likuiditas, mengatur waktu transaksi dengan lebih tepat, serta mengenali batas risiko potensial sejak dini.
Apa Itu Nonce
Nonce dapat dipahami sebagai “angka yang digunakan satu kali,” yang bertujuan memastikan suatu operasi hanya dijalankan sekali atau secara berurutan. Dalam blockchain dan kriptografi, nonce biasanya digunakan dalam tiga situasi: transaction nonce memastikan transaksi akun diproses secara berurutan dan tidak bisa diulang; mining nonce digunakan untuk mencari hash yang memenuhi tingkat kesulitan tertentu; serta signature atau login nonce mencegah pesan digunakan ulang dalam serangan replay. Anda akan menjumpai konsep nonce saat melakukan transaksi on-chain, memantau proses mining, atau menggunakan wallet Anda untuk login ke situs web.
Definisi TRON
Positron (simbol: TRON) merupakan mata uang kripto awal yang berbeda dengan token blockchain publik "Tron/TRX". Positron dikategorikan sebagai coin, sehingga menjadi aset asli dari blockchain independen. Informasi publik mengenai Positron sangat terbatas, dan berdasarkan catatan historis, proyek ini telah tidak aktif dalam waktu yang cukup lama. Data harga terbaru maupun pasangan perdagangan pun sulit ditemukan. Nama dan kode Positron sangat mudah tertukar dengan "Tron/TRX", sehingga investor wajib memastikan kembali aset tujuan serta sumber informasi sebelum mengambil keputusan. Data terakhir yang tersedia mengenai Positron berasal dari tahun 2016, sehingga penilaian atas likuiditas dan kapitalisasi pasar menjadi sangat sulit. Saat melakukan perdagangan atau penyimpanan Positron, pastikan selalu mengikuti aturan platform dan praktik terbaik keamanan dompet secara ketat.
PancakeSwap
PancakeSwap merupakan decentralized exchange (DEX) yang beroperasi di BNB Chain dengan memanfaatkan mekanisme automated market maker (AMM) untuk pertukaran token. Pengguna dapat melakukan trading langsung dari wallet mereka tanpa perantara, atau menyediakan likuiditas dengan menyetorkan dua token ke pool likuiditas publik guna memperoleh fee transaksi. Ekosistem platform ini menyediakan beragam fitur seperti trading, market making, staking, dan derivatif, dengan keunggulan biaya transaksi rendah dan konfirmasi yang cepat.

Artikel Terkait

Apa itu Tronscan dan Bagaimana Anda Dapat Menggunakannya pada Tahun 2025?
Pemula

Apa itu Tronscan dan Bagaimana Anda Dapat Menggunakannya pada Tahun 2025?

Tronscan adalah penjelajah blockchain yang melampaui dasar-dasar, menawarkan manajemen dompet, pelacakan token, wawasan kontrak pintar, dan partisipasi tata kelola. Pada tahun 2025, ia telah berkembang dengan fitur keamanan yang ditingkatkan, analitika yang diperluas, integrasi lintas rantai, dan pengalaman seluler yang ditingkatkan. Platform ini sekarang mencakup otentikasi biometrik tingkat lanjut, pemantauan transaksi real-time, dan dasbor DeFi yang komprehensif. Pengembang mendapatkan manfaat dari analisis kontrak pintar yang didukung AI dan lingkungan pengujian yang diperbaiki, sementara pengguna menikmati tampilan portofolio multi-rantai yang terpadu dan navigasi berbasis gerakan pada perangkat seluler.
2023-11-22 18:27:42
Apa itu Hyperliquid (HYPE)?
Menengah

Apa itu Hyperliquid (HYPE)?

Hyperliquid adalah platform blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan perdagangan efisien, kontrak abadi, dan alat yang ramah pengembang untuk inovasi.
2025-03-03 02:56:44
Apa itu USDC?
Pemula

Apa itu USDC?

Sebagai jembatan yang menghubungkan mata uang fiat dan mata uang kripto, semakin banyak stablecoin yang dibuat, dengan banyak di antaranya yang ambruk tak lama kemudian. Bagaimana dengan USDC, stablecoin terkemuka saat ini? Bagaimana itu akan berkembang di masa depan?
2022-11-21 10:36:25