Pada tanggal 5 Maret, berita menyebutkan bahwa seiring para trader melakukan penataan ulang posisi di pasar derivatif, aktivitas perdagangan kontrak berjangka dan kontrak perpetual XRP meningkat secara signifikan. Data pasar terbaru menunjukkan bahwa volume kontrak derivatif XRP yang belum selesai mencapai hampir 2,23 miliar dolar AS. Dalam konteks volatilitas harga yang cepat, perdagangan dengan leverage meningkat, dan sebagian posisi short mengalami likuidasi massal.
Kontrak terbuka adalah indikator penting untuk mengukur aktivitas pasar derivatif, yang mewakili total nilai kontrak futures dan opsi yang masih berlaku saat ini. Data menunjukkan bahwa pasar futures XRP mengalami ekspansi yang jelas baru-baru ini, di mana para trader membuka posisi leverage baru di berbagai platform untuk menangkap peluang fluktuasi harga jangka pendek. Seiring meningkatnya volatilitas, volume perdagangan derivatif juga meningkat secara bersamaan, menunjukkan peningkatan partisipasi pasar secara terus-menerus.
Selain itu, jumlah kontrak perpetual juga mengalami peningkatan. Jenis kontrak ini memungkinkan trader untuk bertaruh pada arah harga tanpa harus memegang XRP secara fisik, sehingga menjadi alat penting bagi spekulan jangka pendek. Pengamat pasar menunjukkan bahwa ketika kontrak terbuka terus bertambah, biasanya ini menandakan bahwa trader sedang membangun posisi arah baru, yang dapat memperbesar volatilitas pasar.
Dalam siklus perdagangan terakhir, kenaikan cepat harga XRP menyebabkan peningkatan signifikan dalam likuidasi posisi short. Data dari platform data derivatif menunjukkan bahwa selama fase kenaikan harga dalam waktu singkat, posisi short mengalami likuidasi massal, dan beberapa akun leverage dipaksa untuk menutup posisi karena margin yang tidak cukup. Jumlah likuidasi ini mencapai jutaan dolar AS dalam beberapa periode waktu.
Situasi ini biasanya terjadi saat tren harga berbalik secara mendadak. Ketika pasar naik lebih cepat dari yang diperkirakan oleh posisi short, para trader yang melakukan short tidak mampu menambah margin mereka tepat waktu, dan sistem perdagangan secara otomatis menutup posisi untuk menghindari saldo negatif. Dalam gelombang volatilitas ini, meskipun kedua belah pihak—long dan short—mengalami likuidasi, kerugian yang dialami trader short jauh lebih besar.
Para analis menyatakan bahwa data likuidasi derivatif sering kali mencerminkan area tekanan potensial di pasar. Ketika perdagangan leverage terus terkumpul, dan harga bergerak cepat, hal ini dapat memicu likuidasi berantai yang memperbesar fluktuasi jangka pendek pasar. Saat ini, kontrak derivatif XRP yang belum selesai berada pada level tinggi, yang juga menunjukkan bahwa pasar masih memiliki pertarungan yang cukup kuat terkait arah harga di masa depan.