Pada tanggal 5 Maret, dilaporkan bahwa volume perdagangan pasar mata uang kripto Iran mengalami penurunan tajam baru-baru ini, turun sekitar 80% dalam beberapa hari saja, menarik perhatian investor global. Data dari TRM Labs menunjukkan bahwa antara 27 Februari hingga 1 Maret, seiring munculnya laporan tentang serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel, aktivitas perdagangan di dalam negeri Iran dengan cepat menyusut, mencerminkan dampak langsung dari guncangan geopolitik terhadap pasar aset digital.
Para analis menunjukkan bahwa warga Iran telah lama bergantung pada mata uang kripto untuk pembayaran lintas batas dan kegiatan keuangan sehari-hari, sehingga reaksi pasar terhadap ketidakpastian politik sangat sensitif. Serangan tersebut memicu kekhawatiran tentang gangguan jaringan, peningkatan sanksi, dan kekacauan ekonomi, menyebabkan para trader mengurangi eksposur risiko, menangguhkan perdagangan, atau menarik dana, yang menyebabkan volume perdagangan di platform utama menurun secara drastis.
Meskipun pasar mengalami volatilitas yang tinggi, aset digital Iran tetap memainkan peran unik dalam sistem keuangannya. Banyak pekerja lepas, eksportir, dan usaha kecil bergantung pada mata uang kripto untuk menyelesaikan transaksi internasional dan layanan pembayaran, menjadikannya alat penting di tengah sanksi ekonomi. Namun, saat situasi menjadi tegang, perilaku pengguna dengan cepat beralih dari peluang investasi ke keamanan finansial dan penghindaran risiko, yang juga menjadi alasan utama penurunan volume perdagangan baru-baru ini.
Data blockchain secara jelas menunjukkan bahwa jumlah transfer dompet, pengisian ulang, dan pesanan juga menurun secara bersamaan, menunjukkan tren penyusutan yang cepat. Pola serupa pernah muncul dalam krisis geopolitik sebelumnya, tetapi penurunan kali ini sangat signifikan, menunjukkan bahwa potensi dampak konflik lokal terhadap pasar digital semakin meningkat.
Pasar mata uang kripto global sedang memantau situasi di Timur Tengah dengan cermat, dan penurunan volume perdagangan Iran menjadi indikator penting dalam pengelolaan risiko dan prediksi pasar. Para analis berpendapat bahwa seiring meningkatnya adopsi mata uang kripto secara global, peristiwa geopolitik serupa berpotensi memicu respons cepat di wilayah lain. Dalam beberapa minggu ke depan, para pelaku pasar dan pembuat kebijakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menilai dampaknya terhadap likuiditas aset digital.