BlockBeats melaporkan, pada tanggal 6 Maret, menurut laporan dari CCTV News, perwakilan tetap Iran di PBB pada tanggal 5 waktu setempat mengunggah sebuah posting di media sosial yang menyatakan bahwa tuduhan Iran menutup Selat Hormuz tidak berdasar sama sekali, sangat konyol, Iran selalu mematuhi hukum internasional dan menjaga kebebasan pelayaran.
Perwakilan tersebut menyatakan: “Sebenarnya, yang benar-benar mengancam keamanan laut adalah Amerika Serikat. Kemarin, di dekat pantai Iran sekitar 2000 mil, kapal perusak Iran ‘Dena’ yang membawa 130 pelaut dan sedang melakukan kunjungan militer ke India, secara tidak beralasan diserang dan ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat di perairan internasional, menyebabkan lebih dari 100 pelaut tewas. Serangan ceroboh ini melanggar hukum internasional dan prinsip dasar kebebasan pelayaran.”