Harga minyak mengalami penurunan setelah muncul berita bahwa negara-negara G7 berencana menarik hingga 400 juta barel dari cadangan mereka.
Usulan ini, pertama kali dipublikasikan oleh Financial Times dan ditekankan oleh The Kobeissi Letter, sedang dibahas sebagai langkah bersama oleh International Energy Agency (IEA).
Usulan ini didukung oleh setidaknya tiga negara G7, termasuk AS, dengan pejabat AS menyatakan bahwa langkah ini, yang akan menarik antara 300 juta hingga 400 juta barel dari cadangan, akan membantu menenangkan pasar minyak.
Rilis cadangan yang potensial ini cukup besar, mengingat cadangan gabungan negara-negara G7 menyimpan sekitar 1,2 miliar barel minyak.
Pasar bereaksi langsung setelah berita beredar. The Kobeissi Letter, yang berbagi dari AS, melaporkan bahwa harga minyak turun sekitar $15 per barel dalam waktu kurang dari dua jam, mengembalikan harga minyak mentah di bawah $104 per barel.
Para trader dengan cepat memperhitungkan kemungkinan bahwa rilis cadangan yang terkoordinasi dapat sementara meningkatkan pasokan global.
Fakta bahwa langkah seperti ini bahkan sedang dibahas sudah menyebabkan perubahan signifikan di pasar. Sebelum berita ini, harga minyak meningkat dengan cepat.
Grafik menunjukkan seberapa cepat perubahan terjadi. Minyak telah diperdagangkan dalam tren naik yang kuat sebelumnya, mendekati area $116–$117 sebelum momentum tiba-tiba berbalik. Setelah laporan rilis cadangan muncul, penjual mulai masuk secara agresif dan harga mulai turun hampir seketika.
Dalam waktu singkat, minyak mentah melewati beberapa level support jangka pendek dan meluncur ke sekitar $103–$104, membentuk rangkaian lilin merah yang curam di grafik.
Jenis pergerakan ini sering terjadi ketika berita makro besar mempengaruhi pasar. Dalam kasus ini, kemungkinan ratusan juta barel masuk ke pasar mengubah outlook pasokan hampir seketika.
_****Ke Mana Arah Harga Pi Coin (PI) Minggu Ini?**
Sumber: X/TheKobeissiLetter
Biasanya, cadangan minyak strategis dirilis sebagai respons terhadap gangguan pasokan ekstrem atau peristiwa geopolitik yang signifikan.
Rilis 300-400 juta barel adalah salah satu rilis cadangan terkoordinasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ini bisa memberikan kelegaan sementara terhadap harga energi secara global, terutama jika ada kepercayaan bahwa kekurangan pasokan bisa membaik.
Namun, rilis cadangan ini hanya akan memberikan kelegaan sementara dan bukan solusi jangka panjang.
Setelah pasokan yang dirilis diserap ke pasar, harga minyak akan kembali dipengaruhi oleh faktor lain seperti permintaan, pasokan, dan isu geopolitik.
Untuk saat ini, harga minyak dipengaruhi oleh berita. Langkah selanjutnya akan bergantung pada apakah kelompok G7 mengonfirmasi rencana tersebut atau apakah ide ini masih dalam pertimbangan.