Orang Amerika Menggunakan AI Setiap Hari—Tapi Kebanyakan Masih Tidak Menyukainya, Tunjukkan Survei Baru

Decrypt

Singkatnya

  • Kecerdasan buatan memiliki tingkat favorabilitas bersih sebesar -20 di antara pemilih AS, berada di bawah tokoh-tokoh seperti Presiden Trump dan Kamala Harris dalam jajak pendapat NBC News yang baru.
  • Meskipun sentimen yang lemah, 56% responden mengatakan mereka telah menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Microsoft Copilot, atau Google Gemini dalam beberapa bulan terakhir, meningkat dari 48% pada akhir 2024.
  • Mayoritas responden, 57%, mengatakan risiko kecerdasan buatan lebih besar daripada manfaatnya, mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang privasi, gangguan ekonomi, dan kepercayaan terhadap teknologi tersebut.

Lebih dari setengah orang Amerika mengatakan mereka telah menggunakan platform kecerdasan buatan dalam dua hingga tiga bulan terakhir, menurut sebuah jajak pendapat baru. Namun ketika responden diminta menilai perasaan mereka terhadap teknologi tersebut, AI berada di posisi terbawah dalam daftar. Survei terhadap 1.000 pemilih terdaftar ini dilakukan oleh NBC News bekerja sama dengan Hart Research Associates dan Public Opinion Strategies, dari 27 Februari hingga 3 Maret.

 Hanya 26% pemilih terdaftar yang melihat AI secara positif, sementara 46% mengatakan mereka melihatnya secara negatif, menghasilkan skor favorabilitas bersih minus 20 poin. Favorabilitas bersih AI tertinggal di belakang Imigrasi dan Bea Cukai di -18, Partai Republik di -14, Presiden Trump di -12, Kamala Harris di -17, dan Gubernur California Gavin Newsom di -18. Hanya Partai Demokrat, di -22, dan Iran, di -53, yang berada di posisi lebih rendah.

Namun, angka penggunaan menunjukkan tren yang berbeda. Sekitar 56% responden mengatakan mereka telah menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Microsoft Copilot, atau Google Gemini dalam beberapa bulan terakhir, naik dari 53% pada Agustus 2025 dan 48% pada Desember 2024. Data ini menunjukkan bahwa orang Amerika mengadopsi alat tersebut meskipun pandangan mereka terhadap teknologi tetap dingin. Jajak pendapat ini juga menanyakan apakah manfaat kecerdasan buatan melebihi risikonya. Mayoritas responden, 57%, mengatakan risikonya lebih besar daripada manfaatnya, sementara 34% mengatakan sebaliknya. Hasil ini sejalan dengan survei Pew Research Center dari September lalu, yang menemukan bahwa 50% orang dewasa di AS lebih khawatir daripada antusias tentang AI, meningkat dari 37% empat tahun sebelumnya. Survei lain menggambarkan gambaran yang serupa. Jajak pendapat YouGov Desember 2025 menemukan bahwa 35% orang Amerika menggunakan AI setidaknya sekali seminggu, namun hanya 5% yang mengatakan mereka sangat percaya padanya. Kepercayaan paling rendah terdapat di bidang kesehatan dan keuangan, sektor di mana AI juga berkembang paling cepat. Survei Quinnipiac University dari April 2025 menemukan bahwa hanya 4% orang Amerika yang berpikir mereka dapat mempercayai informasi yang dihasilkan AI hampir sepanjang waktu, dan hampir tiga perempat mengatakan pemerintah harus campur tangan untuk mencegah kehilangan pekerjaan akibat AI. Data NBC juga menunjukkan adanya kesenjangan partisan yang tajam dalam cara pertanyaan tentang pengelolaan AI dirumuskan: Demokrat lebih percaya bahwa AS akan mengatur AI dengan tingkat yang lebih rendah dibandingkan Republik, sementara Demokrat lebih cenderung mempercayai UE untuk tugas tersebut—sebuah kebalikan dari pola biasanya terkait institusi asing.

Secara keseluruhan, sebagian besar orang Amerika berpikir bahwa kedua partai tidak pandai menangani kebijakan AI, dengan 33% mengatakan keduanya buruk, 4% tidak yakin, dan 24% mengatakan keduanya melakukan pekerjaan yang serupa.

Namun, meskipun persepsi tersebut, para politikus tidak mengurangi minat mereka terhadap AI. Presiden Trump mendorong pengendalian yang lebih ketat terhadap perangkat keras AI, sementara para pembuat undang-undang sedang menjajaki cara memperluas industri AI domestik tanpa mengasingkan pemilih. Perdebatan ini berlangsung di tengah kekhawatiran yang terus-menerus tentang privasi dan dampak ekonomi dari teknologi tersebut. Pada saat yang sama, Gedung Putih sedang memajukan proyek infrastruktur AI, termasuk Proyek Stargate yang kontroversial, meskipun teknologi ini memiliki tingkat favorabilitas bersih yang lebih buruk daripada kebanyakan politisi.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar