Gate News, pada 11 Maret, Kepala Makro Global Tastylive Ilya Spivak menunjukkan bahwa katalis berikutnya di pasar kemungkinan besar berasal dari data inflasi yang akan segera dirilis. Para ekonom memperkirakan bahwa pada Februari, tingkat CPI keseluruhan AS akan mencapai 2,4% secara tahunan, sementara CPI inti akan mencapai 2,5%. Spivak menyatakan bahwa di balik data tersebut terdapat risiko utama: faktor pendorong penting dari data CPI Januari adalah penurunan kontribusi harga energi terhadap inflasi secara keseluruhan, tetapi dalam konteks harga minyak yang mulai naik sejak awal 2026, sangat sulit untuk mengulangi kondisi tersebut. Dia menekankan bahwa para trader akan memantau secara ketat apakah pertumbuhan harga inti (terutama di sektor jasa) terus menurun sedikit demi sedikit. Jika harga jasa inti terus menurun, hal ini dapat memicu harapan pasar bahwa inflasi akan kembali normal setelah ketegangan di Timur Tengah mereda, yang dapat membantu menenangkan suasana pasar; sebaliknya, pasar keuangan yang rapuh mungkin kembali mengalami fluktuasi safe haven, dan investor akan menghadapi kemungkinan bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama, yang akan berdampak negatif terhadap saham, obligasi, dan mata uang selain dolar.