Pada tanggal 13 Maret, analis pasar kripto IncomeSharks berpendapat bahwa perusahaan terkait Bitcoin, Strategy (MSTR), setelah mengalami koreksi yang panjang, kemungkinan sedang membangun dasar jangka menengah. Begitu harga Bitcoin pulih dan mendapatkan kembali momentum kenaikan, saham perusahaan ini berpotensi mengalami rebound yang signifikan, dengan target kisaran sekitar 200 dolar AS.
Data menunjukkan bahwa harga saham Strategy mencapai puncak tertinggi sejarah sebesar 457 dolar AS pada Juli 2025, tetapi kemudian terus menurun seiring pendinginan pasar kripto. Saat ini, harga sekitar 134 dolar AS, turun lebih dari 70% dari puncaknya. IncomeSharks menunjukkan dalam grafik teknikal bahwa wilayah 110 hingga 120 dolar AS dipandang sebagai area support kunci. Faktanya, MSTR sempat menyentuh sekitar 110 dolar AS pada awal Februari 2026 dan mengalami rebound dari posisi tersebut.
Berdasarkan analisis, jika harga saham naik dari level saat ini ke 200 dolar AS, ini berarti kenaikan hampir 50%. Sementara itu, wilayah 230 hingga 240 dolar AS dipandang sebagai area resistance utama. Wilayah ini pernah menjadi support penting pada awal 2025, tetapi kemudian ditembus saat pasar mengalami koreksi. Jika momentum pasar pulih di masa depan, MSTR mungkin akan menguji kembali rentang harga ini, dengan potensi kenaikan mendekati 70%.
Analis berpendapat bahwa pergerakan harga Bitcoin tetap menjadi faktor utama yang menentukan kinerja harga Strategy. Jika Bitcoin kembali naik mendekati 80.000 dolar AS, kepercayaan pasar terhadap saham berbasis Bitcoin kemungkinan akan pulih dengan cepat. Karena Strategy didukung oleh dorongan Michael Saylor untuk terus melakukan akumulasi Bitcoin secara besar-besaran, harga sahamnya sering dianggap sebagai indikator penting eksposur terhadap Bitcoin.
Hingga saat ini, Strategy memegang sekitar 738.731 Bitcoin, yang jika dihitung berdasarkan harga saat ini bernilai lebih dari 51,4 miliar dolar AS. Sementara itu, harga Bitcoin sekitar 70.010 dolar AS, masih membutuhkan kenaikan sekitar 14% untuk kembali ke 80.000 dolar AS. Pengamat pasar menunjukkan bahwa jika kondisi makroekonomi stabil dan permintaan aset digital pulih, ruang rebound Bitcoin dan saham terkait masih terbuka.
Selain itu, perubahan kebijakan regulasi di Amerika Serikat juga dapat mempengaruhi sentimen pasar. IncomeSharks menyebutkan bahwa jika RUU Kejelasan Kripto di AS didorong maju, ini dapat memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri aset digital, sehingga meningkatkan partisipasi institusional. Jika lingkungan kebijakan semakin jelas dan seiring dengan kenaikan harga Bitcoin, kinerja saham Strategy dalam beberapa tahun ke depan mungkin akan menarik lebih banyak dana.