Berita Gate News, pada 17 Maret, platform pasar prediksi Polymarket kembali terlibat dalam kontroversi opini publik. Seorang jurnalis Israel yang melaporkan serangan rudal Iran terhadap Israel, terus mendapatkan gangguan dari pengguna yang diduga terlibat dalam taruhan besar, bahkan ancaman kematian, yang memicu kekhawatiran luas tentang manipulasi pasar dan intervensi informasi.
Menurut pengungkapan Emanuel Fabian, jurnalis dari The Times of Israel, setelah melaporkan serangan rudal Iran ke Beersheba, Israel, pada 10 Maret, ia menerima serangkaian email anonim, pesan media sosial, dan ancaman melalui pesan instan yang menuntut agar ia mengubah isi laporannya, dari “serangan rudal” menjadi “pecahan peluru kendali yang ditangkis”. Pernyataan tersebut diduga dapat mempengaruhi hasil taruhan di pasar prediksi yang melibatkan sekitar 15 juta dolar AS.
Fabian menyatakan bahwa tekanan tersebut kemudian meningkat menjadi ancaman langsung. Seorang pengguna yang mengaku bernama “Chaim” secara tegas menyatakan di WhatsApp bahwa jika laporan tidak diubah, ia akan mengambil tindakan terhadap keselamatan pribadinya, dan berulang kali menetapkan “batas waktu terakhir”. Lebih jauh lagi, pelaku gangguan menyebarkan informasi sensitif seperti alamat rumahnya, yang memperparah situasi. Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi untuk penyelidikan.
Dari segi motif, rangkaian tindakan ini dianggap terkait erat dengan salah satu taruhan di Polymarket mengenai “Apakah Iran menyerang Israel pada 10 Maret”. Beberapa peserta taruhan berusaha mengubah penilaian kejadian agar hasilnya menjadi “tidak”, sehingga mereka dapat menghindari kerugian besar. Saat ini, pasar tersebut masih menunggu keputusan akhir dari sistem UMA.
Fabian menyoroti bahwa kejadian semacam ini mengungkapkan potensi risiko struktural dalam pasar prediksi, yaitu bahwa sebagian peserta mungkin memanipulasi sumber informasi atau menekan titik opini kunci untuk mempengaruhi hasil pasar. Ia juga khawatir, jika beberapa profesional media tergoda oleh kepentingan dan meragukan posisi mereka, hal ini dapat mengancam keaslian berita.
Perlu dicatat bahwa kontroversi semacam ini bukanlah kasus tunggal. Sebelumnya, pihak Israel telah menangkap individu yang diduga menggunakan informasi rahasia untuk memasang taruhan di pasar prediksi, yang semakin memperburuk kekhawatiran tentang masalah “perdagangan dalam rahasia” atau insider trading.
Seiring dengan berkembangnya skala pasar prediksi, tantangan dalam hal transparansi informasi, kepercayaan terhadap sumber data, dan kerangka regulasi semakin nyata. Bagaimana mencapai keseimbangan antara desentralisasi dan kepatuhan menjadi masalah mendesak yang harus segera diselesaikan oleh industri.