Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
@everyone
**Teori Konspirasi Quinn-CZ soal Satoshi Nakamoto: AI Time Traveler**
Ada sebuah konspirasi yang datang dari Quinn Michaels, insinyur perangkat lunak dan peneliti AI, tentang teori pencipta Bitcoin (BTC) Satoshi Nakamoto adalah AI penjelajah waktu. Di mana ini bisa menjadi jawaban mengapa penciptanya tak pernah diketahui.
"Saya yakin begitu. Itu diciptakan oleh kecerdasan buatan, dan dimodifikasi manusia," ujarnya, melansir kanal YouTube Vall Owens.
Ia juga mengatakan belum pernah menemukan satu orang pun di tahun penciptaan Bitcoin yang berada di dunia komputasi, baik Hanson Robotics dari Sophia AI maupun Peter Thiel dari Palantir.
Bahkan, melansir beberapa sumber, kode asli Bitcoin yang ditulis dalam C++- terlalu brilian untuk diciptakan manusia, di mana itu belum mempunyai celah eksploitasi. Michaels pun baru menemukan dua orang di dunia yang memiliki keterampilan menulis Bitcoin.
Teori konspirasi gila ini pun masih membuat banyak orang penasaran, terlebih Satoshi sendiri belum pernah menghabiskan satu sen pun dari kekayaannya mencapai US$95 miliar, menurut Arkham Intelligence.
Bukan hanya Michaels, Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ), dalam unggahannya di media sosial X, juga pernah menyatakan teori serupa.
Namun, jika percaya dengan teori ini haruslah bermental baja. Belum lagi, mesin waktu benar-benar belum pernah bisa diciptakan.