Pemula juga bisa memahami kunci kemenangan jutaan


Tanpa banyak bicara, saya akan memberikan beberapa contoh dari pengalaman saya sendiri di masa lalu.

Fase 1 (Periode manfaat untuk pemula)

Saat pertama kali terjun ke trading, saya tidak memiliki sistem trading apapun, hanya sekadar memahami garis-garis dan menggunakan beberapa indikator teknikal yang sangat umum sebagai sinyal masuk.

Saya tidak memiliki konsep tentang stop loss, posisi, risiko, pokoknya hanya asal tekan tombol beli atau jual dan tutup posisi. Meskipun sangat sembrono, tapi saya benar-benar mendapatkan beberapa keuntungan, dan keuntungannya cukup signifikan.

Fase 2

Mulai ingin mencari kepastian, karena saya sering melakukan kesalahan besar, yang menyebabkan mental saya dipenuhi dengan nafsu. Saya juga mengalami banyak kerugian, jadi saya ingin menemukan lebih banyak metode agar trading saya bisa mendekati 100% akurat.

Saya mulai memasukkan banyak indikator, garis, data bahkan sentimen komunitas sebagai dasar membuka posisi.

Hasilnya, dalam hal masuk pasar, faktor yang harus saya pertimbangkan menjadi semakin banyak karena informasi yang saya masukkan terlalu padat, dan seringkali saling bertentangan.

Karena saya memasukkan terlalu banyak data dan informasi yang harus dirujuk, saya sama sekali tidak bisa membedakan apakah saya harus melakukan long atau short, yang sangat mengurangi kemampuan eksekusi.

Misalnya, jika tren pasar bergerak ke arah bullish, saya akan menyesal karena tidak percaya MACD golden cross, tidak percaya suku bunga pembiayaan positif, tidak percaya rasio long/short.

Kalau tren pasar bergerak ke arah bearish, saya juga akan menyesal karena tidak percaya sentimen komunitas bearish, tidak percaya dead cross moving average, tidak percaya apa yang dikatakan orang tentang pasar bearish.

Saya pernah menunggu saat di mana semua indikator dan informasi saya mengarah ke satu arah, lalu saya membuka posisi dengan tegas, tapi hasilnya langsung terkena margin call karena posisi berlawanan.

Begitulah saya menjalani fase ini, menyiksa diri sendiri, menyelamatkan diri sendiri, berulang kali selama bertahun-tahun.

Fase 3

Menyederhanakan segalanya, saya menyadari bahwa terlalu banyak informasi tidak akan banyak membantu saya, malah hanya mempengaruhi kemampuan eksekusi dan penilaian. Jadi, saya mengurangi banyak data referensi yang dulu saya gunakan, dan hanya menyisakan satu set sinyal dan siklus trading yang paling sederhana, paling mudah dikenali, dan lebih cocok untuk saya. Dengan begitu, trading menjadi lebih mudah dilakukan.

Bukan karena saya tidak paham, tapi karena saya tidak ingin paham terlalu banyak, karena setiap sinyal dan informasi memiliki probabilitasnya sendiri, sehingga kadang berguna dan kadang tidak.

Oleh karena itu, saya tidak lagi mengganti sinyal, karena saya sudah bisa menerima kemungkinan salah dari sinyal saya.

Dengan ini, saya akhirnya keluar dari “lingkaran aneh sinyal”.
Sebenarnya:

Pasar trading adalah lintasan pergerakan tanpa pola tertentu, kadang mengikuti pola A, kadang indikator B, kadang channel C, kadang volume D, dan seterusnya. Asalkan mencapai sinyal sendiri, langsung buka posisi. Kalau pasar bergerak lagi dan kembali ke arah lain, saya juga ikut bergerak, tidak perlu berharap banyak, tidak perlu peduli berapa banyak keuntungan atau kerugian, karena itu urusan pasar dan sinyal.

Tanpa keinginan berlebih, maka kita akan menjadi lebih kuat, tidak menaruh harapan atau ketakutan terhadap order. Dengan begitu, kita bisa menyesuaikan mental dengan lebih baik dan menghadapi segala peluang yang terjadi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan