Menurut data terbaru dari Glassnode, pasar menunjukkan ciri khas dari fase bear market yang panjang. Salah satu manifestasi paling jelas adalah munculnya dua fenomena secara bersamaan—kecepatan masuknya dana yang semakin melambat, dan pada saat yang sama, para pemegang jangka panjang memilih untuk melakukan stop loss dan keluar dari pasar.
Struktur pasar ini menjadi semakin jelas dalam beberapa waktu terakhir. Ketika harga berulang kali berfluktuasi dalam kisaran sempit, mentalitas investor juga sedang diuji. Mereka yang bertahan dalam waktu yang cukup lama, menghadapi kerugian di atas kertas, akhirnya memilih untuk memotong kerugian dan keluar. Ini tidak hanya mencerminkan lemahnya likuiditas pasar, tetapi juga secara lebih dalam mengungkapkan tekanan psikologis yang dikumpulkan peserta pasar karena biaya waktu.
Dari sudut pandang psikologi pasar, ciri khas dari bear market adalah siklus “menunggu→kecewa→melarikan diri” ini. Seiring berjalannya waktu, seharusnya kepercayaan akan meningkat, tetapi dalam tahap ini justru menjadi konsumsi energi. Gelombang penjualan dari pemegang jangka panjang secara tepat menunjukkan perubahan kepercayaan pasar—dari yang sebelumnya bertahan menjadi yang sekarang menyerah. Sementara itu, perlambatan aliran dana mengonfirmasi sikap menunggu dari peserta baru terhadap pasar ini.
Data observasi dari Glassnode menunjukkan bahwa ini adalah gejala khas dari berjalannya bear market—keinginan masuknya dana baru yang rendah, dana lama yang semakin cepat keluar, dan pasar yang berfluktuasi berulang kali secara perlahan kehilangan arah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Data on-chain mengungkap kebuntuan pasar beruang: tekanan ganda dari kerugian realisasi pemegang dan kelelahan dana
Menurut data terbaru dari Glassnode, pasar menunjukkan ciri khas dari fase bear market yang panjang. Salah satu manifestasi paling jelas adalah munculnya dua fenomena secara bersamaan—kecepatan masuknya dana yang semakin melambat, dan pada saat yang sama, para pemegang jangka panjang memilih untuk melakukan stop loss dan keluar dari pasar.
Struktur pasar ini menjadi semakin jelas dalam beberapa waktu terakhir. Ketika harga berulang kali berfluktuasi dalam kisaran sempit, mentalitas investor juga sedang diuji. Mereka yang bertahan dalam waktu yang cukup lama, menghadapi kerugian di atas kertas, akhirnya memilih untuk memotong kerugian dan keluar. Ini tidak hanya mencerminkan lemahnya likuiditas pasar, tetapi juga secara lebih dalam mengungkapkan tekanan psikologis yang dikumpulkan peserta pasar karena biaya waktu.
Dari sudut pandang psikologi pasar, ciri khas dari bear market adalah siklus “menunggu→kecewa→melarikan diri” ini. Seiring berjalannya waktu, seharusnya kepercayaan akan meningkat, tetapi dalam tahap ini justru menjadi konsumsi energi. Gelombang penjualan dari pemegang jangka panjang secara tepat menunjukkan perubahan kepercayaan pasar—dari yang sebelumnya bertahan menjadi yang sekarang menyerah. Sementara itu, perlambatan aliran dana mengonfirmasi sikap menunggu dari peserta baru terhadap pasar ini.
Data observasi dari Glassnode menunjukkan bahwa ini adalah gejala khas dari berjalannya bear market—keinginan masuknya dana baru yang rendah, dana lama yang semakin cepat keluar, dan pasar yang berfluktuasi berulang kali secara perlahan kehilangan arah.