Kekurangan Listrik Membuka Jalan untuk Ledakan Data Center
Sektor kecerdasan buatan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya: permintaan komputasi yang besar melebihi kapasitas listrik yang tersedia. Analisis Morgan Stanley bulan Desember memproyeksikan defisit listrik nasional sebesar 47 gigawatt pada tahun 2028—sekitar sepuluh kali konsumsi harian rata-rata Kota New York. Krisis energi ini sedang mengubah seluruh lanskap data center dan menciptakan peluang tak terduga bagi perusahaan yang mampu memenuhi permintaan tersebut.
Core Scientific, operator data center yang sebelumnya fokus pada penambangan cryptocurrency, menjadi contoh pergeseran pasar ini. Seorang pemangku kepentingan berpengaruh di perusahaan tersebut menolak usulan akuisisi $9 miliar dolar awal tahun ini, karena percaya bahwa kesepakatan tersebut meremehkan potensi perusahaan dalam lingkungan yang terbatas energi. Keputusan tersebut tampaknya terbukti benar saat para insider industri membahas kontrak baru yang besar yang muncul untuk perusahaan tersebut.
Permintaan yang Belum Dimanfaatkan Mendorong Penilaian Ulang
Trip Miller, mitra pengelola Gullane Capital Partners, menentang tawaran pengambilalihan CoreWeave pada bulan Oktober ketika proposal berbasis saham tersebut turun dari $9 miliar dolar menjadi sekitar $4,5 miliar dolar saat harga saham CoreWeave menurun. Miller berpendapat bahwa tawaran tersebut gagal menangkap nilai sebenarnya dari Core Scientific di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur AI.
Keyakinannya berasal dari indikator pasar yang konkret. Miller memperkirakan Core Scientific akan mengumumkan komitmen lebih dari 100 megawatt dalam beberapa bulan mendatang, dengan total sewa tahunan mencapai sekitar 400 megawatt. Angka-angka ini mencerminkan meningkatnya kompetisi untuk kapasitas data center saat perusahaan berlomba mendapatkan infrastruktur komputasi untuk aplikasi AI.
“Kami memasuki periode di mana permintaan akan daya komputasi akan secara konsisten melebihi pasokan,” kata Stephen Byrd, kepala riset tematik di Morgan Stanley. Riset perusahaan menegaskan bahwa kendala daya telah menjadi dinamika bisnis yang mendefinisikan, bukan sekadar hambatan sementara.
Operasi Penambangan Beralih ke Komputasi Berkinerja Tinggi
Peralihan yang semakin cepat di seluruh industri menunjukkan di mana peluang nyata berada. Perusahaan penambangan cryptocurrency—yang memiliki kontrak daya dan infrastruktur teknis yang sudah ada—semakin banyak mengalihkan aset mereka ke layanan komputasi AI.
Paul Golding, analis di Macquarie yang mengikuti sektor ini secara dekat, percaya bahwa sebagian besar operator penambangan akan melakukan konversi ini dalam tiga tahun. Ia menargetkan harga saham Core Scientific sebesar $34 per saham pada bulan Oktober, lebih dari dua kali lipat valuasi saat ini, mencerminkan keunggulan kompetitif perusahaan dalam mengakses sumber daya daya yang terbatas.
Contoh konkret mendukung tesis ini. Cipher Mining mengumumkan fasilitas data center 168-megawatt di Colorado City, Texas, yang disewa ke Fluidstack—dengan saham Cipher melonjak dari $5 pada bulan Agustus menjadi hampir $25 pada bulan November. Iren mengamankan perjanjian komputasi AI sebesar $9,7 miliar dengan Microsoft. Hut 8 mengikat kapasitas 245-megawatt yang sedang dikembangkan di Louisiana untuk Fluidstack.
Implikasi Lebih Luas
Morgan Stanley memproyeksikan sekitar 12 gigawatt kapasitas penambangan—sekitar 60% dari total industri saat ini—akan beralih ke infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi dalam tiga tahun ke depan. Ini bukan sekadar hype spekulatif, melainkan reallocation pasar fundamental yang didorong oleh kelangkaan nyata.
Core Scientific saat ini mengoperasikan sekitar 1 gigawatt kapasitas dengan tambahan 1,5 gigawatt yang tersedia untuk ekspansi. Perusahaan menyewa 590 megawatt ke CoreWeave, yang berpotensi menghasilkan sekitar $10 miliar dolar pendapatan selama 12 tahun, sementara berencana mengonversi 400 megawatt operasi penambangan menjadi komputasi berkinerja tinggi dalam tiga tahun.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa aliran modal besar ke data center, semikonduktor, dan infrastruktur daya mencerminkan ekspansi AI yang berkelanjutan, bukan ekonomi gelembung sementara. Saat energi menjadi faktor pembatas dalam pertumbuhan komputasi, perusahaan yang memiliki akses daya akan semakin memiliki nilai strategis di pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Krisis Energi yang Akan Datang Mengubah Strategi Pusat Data untuk Infrastruktur AI
Kekurangan Listrik Membuka Jalan untuk Ledakan Data Center
Sektor kecerdasan buatan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya: permintaan komputasi yang besar melebihi kapasitas listrik yang tersedia. Analisis Morgan Stanley bulan Desember memproyeksikan defisit listrik nasional sebesar 47 gigawatt pada tahun 2028—sekitar sepuluh kali konsumsi harian rata-rata Kota New York. Krisis energi ini sedang mengubah seluruh lanskap data center dan menciptakan peluang tak terduga bagi perusahaan yang mampu memenuhi permintaan tersebut.
Core Scientific, operator data center yang sebelumnya fokus pada penambangan cryptocurrency, menjadi contoh pergeseran pasar ini. Seorang pemangku kepentingan berpengaruh di perusahaan tersebut menolak usulan akuisisi $9 miliar dolar awal tahun ini, karena percaya bahwa kesepakatan tersebut meremehkan potensi perusahaan dalam lingkungan yang terbatas energi. Keputusan tersebut tampaknya terbukti benar saat para insider industri membahas kontrak baru yang besar yang muncul untuk perusahaan tersebut.
Permintaan yang Belum Dimanfaatkan Mendorong Penilaian Ulang
Trip Miller, mitra pengelola Gullane Capital Partners, menentang tawaran pengambilalihan CoreWeave pada bulan Oktober ketika proposal berbasis saham tersebut turun dari $9 miliar dolar menjadi sekitar $4,5 miliar dolar saat harga saham CoreWeave menurun. Miller berpendapat bahwa tawaran tersebut gagal menangkap nilai sebenarnya dari Core Scientific di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur AI.
Keyakinannya berasal dari indikator pasar yang konkret. Miller memperkirakan Core Scientific akan mengumumkan komitmen lebih dari 100 megawatt dalam beberapa bulan mendatang, dengan total sewa tahunan mencapai sekitar 400 megawatt. Angka-angka ini mencerminkan meningkatnya kompetisi untuk kapasitas data center saat perusahaan berlomba mendapatkan infrastruktur komputasi untuk aplikasi AI.
“Kami memasuki periode di mana permintaan akan daya komputasi akan secara konsisten melebihi pasokan,” kata Stephen Byrd, kepala riset tematik di Morgan Stanley. Riset perusahaan menegaskan bahwa kendala daya telah menjadi dinamika bisnis yang mendefinisikan, bukan sekadar hambatan sementara.
Operasi Penambangan Beralih ke Komputasi Berkinerja Tinggi
Peralihan yang semakin cepat di seluruh industri menunjukkan di mana peluang nyata berada. Perusahaan penambangan cryptocurrency—yang memiliki kontrak daya dan infrastruktur teknis yang sudah ada—semakin banyak mengalihkan aset mereka ke layanan komputasi AI.
Paul Golding, analis di Macquarie yang mengikuti sektor ini secara dekat, percaya bahwa sebagian besar operator penambangan akan melakukan konversi ini dalam tiga tahun. Ia menargetkan harga saham Core Scientific sebesar $34 per saham pada bulan Oktober, lebih dari dua kali lipat valuasi saat ini, mencerminkan keunggulan kompetitif perusahaan dalam mengakses sumber daya daya yang terbatas.
Contoh konkret mendukung tesis ini. Cipher Mining mengumumkan fasilitas data center 168-megawatt di Colorado City, Texas, yang disewa ke Fluidstack—dengan saham Cipher melonjak dari $5 pada bulan Agustus menjadi hampir $25 pada bulan November. Iren mengamankan perjanjian komputasi AI sebesar $9,7 miliar dengan Microsoft. Hut 8 mengikat kapasitas 245-megawatt yang sedang dikembangkan di Louisiana untuk Fluidstack.
Implikasi Lebih Luas
Morgan Stanley memproyeksikan sekitar 12 gigawatt kapasitas penambangan—sekitar 60% dari total industri saat ini—akan beralih ke infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi dalam tiga tahun ke depan. Ini bukan sekadar hype spekulatif, melainkan reallocation pasar fundamental yang didorong oleh kelangkaan nyata.
Core Scientific saat ini mengoperasikan sekitar 1 gigawatt kapasitas dengan tambahan 1,5 gigawatt yang tersedia untuk ekspansi. Perusahaan menyewa 590 megawatt ke CoreWeave, yang berpotensi menghasilkan sekitar $10 miliar dolar pendapatan selama 12 tahun, sementara berencana mengonversi 400 megawatt operasi penambangan menjadi komputasi berkinerja tinggi dalam tiga tahun.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa aliran modal besar ke data center, semikonduktor, dan infrastruktur daya mencerminkan ekspansi AI yang berkelanjutan, bukan ekonomi gelembung sementara. Saat energi menjadi faktor pembatas dalam pertumbuhan komputasi, perusahaan yang memiliki akses daya akan semakin memiliki nilai strategis di pasar.