Saat kita menatap ke depan hingga 2026, pertanyaan mendesak di benak setiap investor sederhana namun kompleks: Akankah saham terus naik atau menghadapi turbulensi? Konsensus tampaknya terbagi antara optimis yang mengandalkan pengembalian dua digit dan pragmatis yang puas dengan keuntungan satu digit.
Analis pasar mempertimbangkan berbagai faktor—trajektori suku bunga, pertumbuhan laba, ketegangan geopolitik, dan dinamika inflasi. Beberapa melihat kasus bullish tetap utuh: fundamental perusahaan tetap solid, dan valuasi, meskipun tinggi, menawarkan ruang untuk ekspansi dalam skenario soft-landing. Yang lain mengirimkan tanda peringatan: rasio yang terlalu tinggi, pertumbuhan yang melambat, dan hambatan makroekonomi bisa menekan pengembalian.
Narasi pasar bullish bergantung pada keuntungan produktivitas AI yang terus-menerus dan pengeluaran konsumen yang stabil. Kelompok pasar bearish menunjuk pada risiko kompresi valuasi dan kekhawatiran resesi yang kembali muncul dalam narasi.
Apakah kita sedang melihat potensi kenaikan lebih dari 10% atau pengembalian 3-8% sangat penting untuk konstruksi portofolio. Kenyataannya? 2026 kemungkinan akan memberikan sesuatu di antaranya—volatilitas, rotasi sektor, dan peluang selektif daripada garis lurus ke satu arah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ConsensusDissenter
· 01-22 02:47
nahdengar aku, keuntungan dua digit itu cuma mimpi, sekarang siapa yang berani mengejar valuasi ini...
---
peningkatan produktivitas AI terdengar bagus, tapi masalahnya adalah kapan sisi konsumsi bisa mengikuti?
---
lagi apa soft landing, peluang selektif... sebenarnya cuma judi, nggak ada yang benar-benar tahu
---
rute tengah 2026? Haha, itu sama saja bilang "kita juga nggak tahu dan nggak berani tanya"
---
sector rotation terdengar canggih, kenyataannya cuma cara baru buat nyolong keuntungan
---
jejak suku bunga, geopolitik dan variabel lainnya, siapa yang benar-benar bisa memprediksi... semuanya cuma analisis setelah kejadian
---
stretching multiples ini sudah saatnya diubah, tahan sampai 2026 bisa nggak ya?
---
fundamentals solid itu apa sih, lihat aja harga saham perusahaan buruk itu sudah tahu jawabannya
---
3-8 atau 10+, masalahnya apakah kamu bisa tahan tanpa jual? itu yang bikin susah
Lihat AsliBalas0
CryptoTarotReader
· 01-20 18:05
Ini lagi, ya, sulit untuk menghasilkan uang, risikonya besar, harus dipilih dengan cermat.
Lihat AsliBalas0
DeFiCaffeinator
· 01-20 18:05
Kembali dengan pola "di antara keduanya", sudah membuat semua orang merasa jenuh. Benarkah tidak ada yang berani memutuskan satu arah saja?
Lihat AsliBalas0
MEVHunterX
· 01-20 18:04
ngl ini sudah masuk ke ranah metafisika, apakah angka dua digit atau satu digit? Pokoknya saya bertaruh pada volatilitas, tahun ini pergeseran sektor adalah tempat uang berada
Lihat AsliBalas0
BetterLuckyThanSmart
· 01-20 18:04
Masih jual cerita di tahun 2026? Tingkat pengembalian riil seringkali setengah dari yang diharapkan, saya bertaruh volatilitas akan sangat menarik
Lihat AsliBalas0
ETHmaxi_NoFilter
· 01-20 18:03
Pergerakan pasar tahun 2026? Jujur saja, siapa sih yang bisa prediksi dengan pasti, pokoknya saya sudah all in ETH, yang lain suka-suka berfluktuasi
Lihat AsliBalas0
HodlKumamon
· 01-20 17:57
Hmm... Singkatnya, ini tentang bertaruh pada pendaratan lunak, tapi data memberi tahu saya bahwa probabilitasnya tidak begitu optimis (´;ω;`)
Saat kita menatap ke depan hingga 2026, pertanyaan mendesak di benak setiap investor sederhana namun kompleks: Akankah saham terus naik atau menghadapi turbulensi? Konsensus tampaknya terbagi antara optimis yang mengandalkan pengembalian dua digit dan pragmatis yang puas dengan keuntungan satu digit.
Analis pasar mempertimbangkan berbagai faktor—trajektori suku bunga, pertumbuhan laba, ketegangan geopolitik, dan dinamika inflasi. Beberapa melihat kasus bullish tetap utuh: fundamental perusahaan tetap solid, dan valuasi, meskipun tinggi, menawarkan ruang untuk ekspansi dalam skenario soft-landing. Yang lain mengirimkan tanda peringatan: rasio yang terlalu tinggi, pertumbuhan yang melambat, dan hambatan makroekonomi bisa menekan pengembalian.
Narasi pasar bullish bergantung pada keuntungan produktivitas AI yang terus-menerus dan pengeluaran konsumen yang stabil. Kelompok pasar bearish menunjuk pada risiko kompresi valuasi dan kekhawatiran resesi yang kembali muncul dalam narasi.
Apakah kita sedang melihat potensi kenaikan lebih dari 10% atau pengembalian 3-8% sangat penting untuk konstruksi portofolio. Kenyataannya? 2026 kemungkinan akan memberikan sesuatu di antaranya—volatilitas, rotasi sektor, dan peluang selektif daripada garis lurus ke satu arah.