Amerika Serikat Commodity Futures Trading Commission(CFTC) Kepala Pengawas merilis sebuah laporan pada hari Selasa yang mengungkapkan sebuah kontradiksi tajam: Kongres sedang mendorong RUU Pasar Aset Digital yang memperluas kewenangan pengawasan CFTC, tetapi lembaga ini sendiri sedang mengalami krisis SDM yang serius. Menurut laporan tersebut, jumlah pegawai penuh waktu CFTC telah menurun dari sekitar 708 orang di akhir tahun fiskal 2024 menjadi sekitar 556 orang saat ini, penurunan sebesar 21,5%. Dalam konteks ini, apakah CFTC dapat secara efektif menjalankan tugas pengawasan yang diperluas menjadi pertanyaan nyata.
Tingkat Keparahan Krisis SDM
Penurunan jumlah pegawai secara drastis
Menurut laporan Kepala Pengawas CFTC, lembaga pengawas kunci ini sedang mengalami kehilangan personel secara besar-besaran.
Titik Waktu
Jumlah Pegawai Penuh Waktu
Perubahan
Akhir tahun fiskal 2024
sekitar 708 orang
Dasar
Awal tahun 2026
sekitar 556 orang
Turun 152 orang
Persentase Penurunan
-
21,5%
Ini bukan sekadar angka yang berubah. Dalam bidang pengawasan yang membutuhkan keahlian tinggi, kehilangan sepertiga dari tenaga kerja berarti apa? Ini berarti tim yang memeriksa transaksi menjadi lebih kecil, kecepatan respons terhadap anomali pasar mungkin melambat, dan kemampuan mengenali risiko baru menurun.
Peringatan langsung dari Kepala Pengawas
Kepala Pengawas CFTC secara tegas menyatakan dalam laporan bahwa untuk menjalankan fungsi yang diperluas, lembaga ini membutuhkan tiga hal: merekrut lebih banyak pegawai, membangun keahlian teknologi, dan mengembangkan sistem data baru. Ketiga hal ini membutuhkan waktu dan sumber daya. Vincent Liu, Chief Investment Officer dari Kronos Research, juga menunjukkan bahwa kerangka tugas dan sumber daya saat ini dari CFTC sama sekali tidak dirancang untuk pasar spot terdesentralisasi, dan pengawasan yang efektif memerlukan perluasan hukum yang terarah dan kerangka campuran.
Dorongan Kebijakan yang Positif
Rencana modernisasi resmi
Sementara itu, Ketua CFTC Michael Selig mengumumkan pada 20 Januari peluncuran “Future Proof”(rencana Tahan Masa Depan), yang bertujuan memodernisasi cara pengawasan CFTC terhadap aset digital. Selig menyatakan bahwa jika Kongres menyetujui legislasi yang memperluas kewenangan pengawasan CFTC, lembaga ini sudah siap mengambil alih pengawasan pasar aset digital. Ia juga menunjuk pengacara kripto senior Michael Passalacqua sebagai penasihat senior, yang berpengalaman dalam litigasi kasus cryptocurrency dan blockchain.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pimpinan CFTC berkomitmen terhadap modernisasi pengawasan kripto. Tapi pertanyaannya, apakah komitmen ini dapat dijalankan secara efektif di tengah keterbatasan SDM dan sumber daya?
Latar belakang dorongan legislatif
Menurut kabar terbaru, Kongres semakin dekat untuk mengesahkan RUU Pasar Aset Digital. Inti dari legislasi ini adalah redistribusi kewenangan pengawasan—melemahkan peran SEC dalam pengawasan token, dan memasukkan sebagian besar token ke dalam yurisdiksi CFTC. Ini adalah kabar baik untuk kejelasan pasar kripto, tetapi menjadi tekanan besar bagi CFTC.
Masalah Pengawasan Sistemik
Bukan hanya masalah CFTC
Perlu dicatat bahwa kesulitan CFTC tidak bersifat isolasi. Menurut Bloomberg, seluruh sistem pengawasan kripto di AS menghadapi kekurangan sumber daya serupa:
Anggaran SEC lebih dari enam kali lipat dari CFTC, tetapi CFTC harus menangani semakin banyak tugas pengawasan token
Office of the Comptroller of the Currency (OCC) mengalami PHK dan insiden keamanan siber, sehingga kemampuan penegakan hukumnya terbatas
Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) secara signifikan mengurangi fungsi dan kemampuan perlindungan konsumen
Ini membentuk sebuah krisis sistemik: kewenangan pengawasan tersebar, tetapi sumber daya pelaksanaan semakin berkurang.
( Potensi risiko
Editorial Bloomberg memperingatkan bahwa mendorong aset kripto ke masyarakat dan institusi secara lebih luas tanpa kapasitas pengawasan yang memadai bisa memicu krisis kepercayaan. Jika penipuan dan aktivitas ilegal terus terungkap, kepercayaan pasar dan perkembangan industri justru bisa terganggu.
Pertanyaan Kunci Masa Depan
Dari kondisi saat ini, ada beberapa pertanyaan utama yang perlu diperhatikan:
Apakah Kongres akan meningkatkan anggaran CFTC bersamaan dengan dorongan legislasi?
Apakah CFTC dapat membalikkan tren penurunan SDM melalui rencana “Future Proof” dan perekrutan baru?
Berapa lama kondisi “perluasan legislasi tapi sumber daya terbatas” ini akan berlangsung?
Kesimpulan
Pengawasan kripto di AS sedang berada di momen yang sensitif. Di satu sisi, pembuat kebijakan mendorong kerangka hukum yang lebih jelas, yang menguntungkan untuk standarisasi pasar. Di sisi lain, lembaga yang bertanggung jawab menjalankan pengawasan justru mengalami krisis SDM—CFTC kehilangan 21,5% pegawai dalam satu tahun, dan akan memikul tanggung jawab pengawasan yang lebih besar. Ketidaksesuaian antara ambisi dan kenyataan ini bisa menjadi ancaman bagi stabilitas pasar kripto di masa depan.
Intinya, kecepatan kemajuan kebijakan harus sejalan dengan alokasi sumber daya. Jika kesenjangan ini terus berlanjut, meskipun ada kerangka hukum yang lebih jelas, efektivitas pengawasan akan sangat terganggu. Ini tidak hanya menyangkut ketertiban pasar kripto, tetapi juga kepercayaan investor dan perkembangan industri jangka panjang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dilema Regulasi Kripto di Amerika Serikat: Kebijakan Sedang Didorong, Tenaga Kerja CFTC Menyusut 21,5%
Amerika Serikat Commodity Futures Trading Commission(CFTC) Kepala Pengawas merilis sebuah laporan pada hari Selasa yang mengungkapkan sebuah kontradiksi tajam: Kongres sedang mendorong RUU Pasar Aset Digital yang memperluas kewenangan pengawasan CFTC, tetapi lembaga ini sendiri sedang mengalami krisis SDM yang serius. Menurut laporan tersebut, jumlah pegawai penuh waktu CFTC telah menurun dari sekitar 708 orang di akhir tahun fiskal 2024 menjadi sekitar 556 orang saat ini, penurunan sebesar 21,5%. Dalam konteks ini, apakah CFTC dapat secara efektif menjalankan tugas pengawasan yang diperluas menjadi pertanyaan nyata.
Tingkat Keparahan Krisis SDM
Penurunan jumlah pegawai secara drastis
Menurut laporan Kepala Pengawas CFTC, lembaga pengawas kunci ini sedang mengalami kehilangan personel secara besar-besaran.
Ini bukan sekadar angka yang berubah. Dalam bidang pengawasan yang membutuhkan keahlian tinggi, kehilangan sepertiga dari tenaga kerja berarti apa? Ini berarti tim yang memeriksa transaksi menjadi lebih kecil, kecepatan respons terhadap anomali pasar mungkin melambat, dan kemampuan mengenali risiko baru menurun.
Peringatan langsung dari Kepala Pengawas
Kepala Pengawas CFTC secara tegas menyatakan dalam laporan bahwa untuk menjalankan fungsi yang diperluas, lembaga ini membutuhkan tiga hal: merekrut lebih banyak pegawai, membangun keahlian teknologi, dan mengembangkan sistem data baru. Ketiga hal ini membutuhkan waktu dan sumber daya. Vincent Liu, Chief Investment Officer dari Kronos Research, juga menunjukkan bahwa kerangka tugas dan sumber daya saat ini dari CFTC sama sekali tidak dirancang untuk pasar spot terdesentralisasi, dan pengawasan yang efektif memerlukan perluasan hukum yang terarah dan kerangka campuran.
Dorongan Kebijakan yang Positif
Rencana modernisasi resmi
Sementara itu, Ketua CFTC Michael Selig mengumumkan pada 20 Januari peluncuran “Future Proof”(rencana Tahan Masa Depan), yang bertujuan memodernisasi cara pengawasan CFTC terhadap aset digital. Selig menyatakan bahwa jika Kongres menyetujui legislasi yang memperluas kewenangan pengawasan CFTC, lembaga ini sudah siap mengambil alih pengawasan pasar aset digital. Ia juga menunjuk pengacara kripto senior Michael Passalacqua sebagai penasihat senior, yang berpengalaman dalam litigasi kasus cryptocurrency dan blockchain.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pimpinan CFTC berkomitmen terhadap modernisasi pengawasan kripto. Tapi pertanyaannya, apakah komitmen ini dapat dijalankan secara efektif di tengah keterbatasan SDM dan sumber daya?
Latar belakang dorongan legislatif
Menurut kabar terbaru, Kongres semakin dekat untuk mengesahkan RUU Pasar Aset Digital. Inti dari legislasi ini adalah redistribusi kewenangan pengawasan—melemahkan peran SEC dalam pengawasan token, dan memasukkan sebagian besar token ke dalam yurisdiksi CFTC. Ini adalah kabar baik untuk kejelasan pasar kripto, tetapi menjadi tekanan besar bagi CFTC.
Masalah Pengawasan Sistemik
Bukan hanya masalah CFTC
Perlu dicatat bahwa kesulitan CFTC tidak bersifat isolasi. Menurut Bloomberg, seluruh sistem pengawasan kripto di AS menghadapi kekurangan sumber daya serupa:
Ini membentuk sebuah krisis sistemik: kewenangan pengawasan tersebar, tetapi sumber daya pelaksanaan semakin berkurang.
( Potensi risiko
Editorial Bloomberg memperingatkan bahwa mendorong aset kripto ke masyarakat dan institusi secara lebih luas tanpa kapasitas pengawasan yang memadai bisa memicu krisis kepercayaan. Jika penipuan dan aktivitas ilegal terus terungkap, kepercayaan pasar dan perkembangan industri justru bisa terganggu.
Pertanyaan Kunci Masa Depan
Dari kondisi saat ini, ada beberapa pertanyaan utama yang perlu diperhatikan:
Kesimpulan
Pengawasan kripto di AS sedang berada di momen yang sensitif. Di satu sisi, pembuat kebijakan mendorong kerangka hukum yang lebih jelas, yang menguntungkan untuk standarisasi pasar. Di sisi lain, lembaga yang bertanggung jawab menjalankan pengawasan justru mengalami krisis SDM—CFTC kehilangan 21,5% pegawai dalam satu tahun, dan akan memikul tanggung jawab pengawasan yang lebih besar. Ketidaksesuaian antara ambisi dan kenyataan ini bisa menjadi ancaman bagi stabilitas pasar kripto di masa depan.
Intinya, kecepatan kemajuan kebijakan harus sejalan dengan alokasi sumber daya. Jika kesenjangan ini terus berlanjut, meskipun ada kerangka hukum yang lebih jelas, efektivitas pengawasan akan sangat terganggu. Ini tidak hanya menyangkut ketertiban pasar kripto, tetapi juga kepercayaan investor dan perkembangan industri jangka panjang.