Saham India mencatat kenaikan modest pada hari Jumat, dengan saham teknologi informasi mencuri perhatian setelah Infosys menyampaikan hasil kuartalan yang luar biasa dan menaikkan panduan pendapatan tahunan penuh. Meskipun momentum pembukaan yang kuat, pasar secara bertahap kehilangan keunggulan awalnya saat para trader mengamankan keuntungan.
Kenaikan saham IT terbukti menjadi cerita utama sesi tersebut. Infosys melonjak 5,7 persen setelah pengumuman laba yang lebih baik dari perkiraan dan revisi panduan ke atas. Kekuatan sektor ini berlanjut ke rekan-rekannya yang utama, dengan Tech Mahindra dan HCL Technologies naik masing-masing 5,2 persen dan 1,8 persen. Performa ini menegaskan kepercayaan investor terhadap prospek jangka pendek ruang teknologi informasi.
Di luar lonjakan teknologi, beberapa faktor memberi warna positif pada sentimen pasar. Meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan AS menekan harga minyak lebih rendah, memberikan kelegaan bagi ekonomi India yang bergantung pada impor. Secara domestik, kemenangan tegas koalisi BJP-led Mahayuti dalam pemilihan kota di Maharashtra di 29 kota munisipal menambah semangat investor. Saham perbankan memanfaatkan optimisme ini, mencatat kenaikan modest bersama rekan teknologi mereka.
Namun, kelemahan di sektor lain mencegah pasar membangun kekuatan dari kekuatan pagi hari. Saham farmasi dan barang konsumsi tahan lama mengalami penurunan, dengan Sun Pharma, ITC, Maruti Suzuki India, dan Asian Paints semuanya turun sekitar 2 persen. Eternal turun 3,9 persen, sementara saham konstruksi dan pertahanan juga menghadapi tekanan jual.
Indeks benchmark BSE Sensex mencapai puncak intraday di 84.134,97 sebelum menetap di 83.570,35, naik 187,64 poin atau 0,23 persen. NSE Nifty yang lebih luas naik ke 25.873,50 intraday tetapi ditutup di 25.694,35, naik 28,75 poin atau 0,11 persen. Saham mid-cap naik 0,2 persen sementara saham small-cap mengalami penurunan 0,5 persen.
Kedalaman pasar tetap terkendali, dengan 2.360 saham yang menurun dibandingkan 1.873 yang naik dan 161 saham yang tidak berubah di BSE. UltraTech Cement dan State Bank of India keduanya naik sekitar 1 persen, memberikan dukungan sekunder bagi indeks yang lebih luas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Hasil Infosys Memicu Reli Saham TI; Pasar India Mengurangi Keuntungan Sebelum Penutupan
Saham India mencatat kenaikan modest pada hari Jumat, dengan saham teknologi informasi mencuri perhatian setelah Infosys menyampaikan hasil kuartalan yang luar biasa dan menaikkan panduan pendapatan tahunan penuh. Meskipun momentum pembukaan yang kuat, pasar secara bertahap kehilangan keunggulan awalnya saat para trader mengamankan keuntungan.
Kenaikan saham IT terbukti menjadi cerita utama sesi tersebut. Infosys melonjak 5,7 persen setelah pengumuman laba yang lebih baik dari perkiraan dan revisi panduan ke atas. Kekuatan sektor ini berlanjut ke rekan-rekannya yang utama, dengan Tech Mahindra dan HCL Technologies naik masing-masing 5,2 persen dan 1,8 persen. Performa ini menegaskan kepercayaan investor terhadap prospek jangka pendek ruang teknologi informasi.
Di luar lonjakan teknologi, beberapa faktor memberi warna positif pada sentimen pasar. Meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan AS menekan harga minyak lebih rendah, memberikan kelegaan bagi ekonomi India yang bergantung pada impor. Secara domestik, kemenangan tegas koalisi BJP-led Mahayuti dalam pemilihan kota di Maharashtra di 29 kota munisipal menambah semangat investor. Saham perbankan memanfaatkan optimisme ini, mencatat kenaikan modest bersama rekan teknologi mereka.
Namun, kelemahan di sektor lain mencegah pasar membangun kekuatan dari kekuatan pagi hari. Saham farmasi dan barang konsumsi tahan lama mengalami penurunan, dengan Sun Pharma, ITC, Maruti Suzuki India, dan Asian Paints semuanya turun sekitar 2 persen. Eternal turun 3,9 persen, sementara saham konstruksi dan pertahanan juga menghadapi tekanan jual.
Indeks benchmark BSE Sensex mencapai puncak intraday di 84.134,97 sebelum menetap di 83.570,35, naik 187,64 poin atau 0,23 persen. NSE Nifty yang lebih luas naik ke 25.873,50 intraday tetapi ditutup di 25.694,35, naik 28,75 poin atau 0,11 persen. Saham mid-cap naik 0,2 persen sementara saham small-cap mengalami penurunan 0,5 persen.
Kedalaman pasar tetap terkendali, dengan 2.360 saham yang menurun dibandingkan 1.873 yang naik dan 161 saham yang tidak berubah di BSE. UltraTech Cement dan State Bank of India keduanya naik sekitar 1 persen, memberikan dukungan sekunder bagi indeks yang lebih luas.