Dalam analisis teknikal ini, kita harus jujur—K-line sama sekali bukan untuk sekadar melihatnya agar enak dipandang, melainkan sebuah alat untuk mencari arah, mengunci posisi, dan menemukan peluang.
Trader yang benar-benar solid, K-line bisa membantu mereka mengunci denyut pasar secara akurat, kapan harus masuk, kapan harus keluar, hanya dengan sedikit kesadaran.
**Tingkat Pertama: Memahami Arah Tren**
Metode penilaian paling sederhana—garis hijau yang berkelanjutan, setiap penutupan di atas, itu adalah tren naik yang standar, strategi Anda satu kata: mengikuti. Sebaliknya, jika garis merah terus-menerus, harga turun secara bertahap, itu adalah kondisi turun, pertimbangkan untuk short saat rebound muncul.
Banyak orang terjebak di sini—belum konfirmasi tren sudah buru-buru bertindak, atau tahu tren berbalik tapi tetap memaksakan diri, pasar paling suka lawan seperti ini.
**Tingkat Kedua: Mengunci Posisi Kunci**
Perhatikan area di mana harga berkali-kali turun lalu rebound, area itu disebut support. Begitu harga turun ke dekat support, dan muncul pola hammer atau engulfing, saat itulah peluang buy di bawah menjadi valid.
Sebaliknya, area di mana harga berkali-kali naik lalu kembali turun disebut resistance. Ketika mendekati resistance lagi, disertai volume yang meningkat dan sinyal seperti hanging man, saat itulah waktunya untuk short.
Posisi selalu lebih penting daripada pola, kuasai beberapa poin kunci ini, maka operasi akan stabil.
**Tingkat Ketiga: Volume dan Harga Harus Sejalan**
Naik tanpa volume? Itu kemungkinan besar palsu. Breakout yang sejati harus didukung volume, kalau tidak, rebound akan cepat kembali.
Saat turun, volume meningkat menunjukkan tekanan jual sedang kuat; tapi jika volume turun saat harga turun, harus waspada, kemungkinan rebound mendekat.
Pasar tanpa dukungan volume, masuk posisi besar secara gegabah sama saja berjudi, pasar pasti memberi pelajaran.
**Tingkat Keempat: Verifikasi dengan Pola dan Indikator**
Pola umum di area dasar adalah hammer, morning star, bullish engulfing, ini adalah sinyal yang cukup andal. Saat tren kuat, perhatikan pola seperti "Three White Soldiers".
Sedangkan moving average golden cross, MACD golden cross, indikator teknikal lainnya hanyalah alat bantu, bukan alasan utama untuk masuk posisi. Konfirmasi tren besar dan pola spesifik, indikator hanyalah pelengkap.
**Akhirnya, sekali lagi—stop loss adalah keharusan**
Sebelum masuk posisi, harus pikirkan cara menerima kerugian. Tanpa stop loss, order seperti berenang tanpa pelampung, akhirnya pasti dimakan pasar.
Begitu saja: ikuti tren, kunci posisi penting, coba-coba dengan posisi kecil, tegas terapkan stop loss—lima langkah dasar ini, jika dikuasai dengan baik, bahkan pemula bisa bertahan dengan stabil di pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PoolJumper
· 01-21 07:53
Tidak salah lagi, memang sesederhana itu, stop loss adalah yang sebenarnya penting, trading tanpa pelampung adalah menunggu tenggelam.
Lihat AsliBalas0
DuskSurfer
· 01-21 07:53
Benar sekali, tetapi sangat sedikit orang yang benar-benar mampu bertahan untuk melakukan stop loss. Teman saya di sekitar saya memahami seluruh teori, tetapi begitu masuk ke pasar nyata, semuanya lupa.
Lihat AsliBalas0
BoredWatcher
· 01-21 07:53
Tidak salah, hanya saja bagian stop loss ini yang paling sulit, sangat sedikit yang benar-benar bisa menjalankannya dengan ketat
Lihat AsliBalas0
InscriptionGriller
· 01-21 07:49
Benar sekali, yang saya takutkan adalah orang bodoh yang langsung all in hanya karena terlihat bagus, setiap kali mereka selalu mendapatkan kerugian paling besar.
Lihat AsliBalas0
OnchainGossiper
· 01-21 07:44
Benar sekali, stop loss benar-benar adalah penyelamat, tanpa itu seperti berjudi, saya sebelumnya pernah beberapa kali dipermalukan pasar karena hal ini.
Dalam analisis teknikal ini, kita harus jujur—K-line sama sekali bukan untuk sekadar melihatnya agar enak dipandang, melainkan sebuah alat untuk mencari arah, mengunci posisi, dan menemukan peluang.
Trader yang benar-benar solid, K-line bisa membantu mereka mengunci denyut pasar secara akurat, kapan harus masuk, kapan harus keluar, hanya dengan sedikit kesadaran.
**Tingkat Pertama: Memahami Arah Tren**
Metode penilaian paling sederhana—garis hijau yang berkelanjutan, setiap penutupan di atas, itu adalah tren naik yang standar, strategi Anda satu kata: mengikuti. Sebaliknya, jika garis merah terus-menerus, harga turun secara bertahap, itu adalah kondisi turun, pertimbangkan untuk short saat rebound muncul.
Banyak orang terjebak di sini—belum konfirmasi tren sudah buru-buru bertindak, atau tahu tren berbalik tapi tetap memaksakan diri, pasar paling suka lawan seperti ini.
**Tingkat Kedua: Mengunci Posisi Kunci**
Perhatikan area di mana harga berkali-kali turun lalu rebound, area itu disebut support. Begitu harga turun ke dekat support, dan muncul pola hammer atau engulfing, saat itulah peluang buy di bawah menjadi valid.
Sebaliknya, area di mana harga berkali-kali naik lalu kembali turun disebut resistance. Ketika mendekati resistance lagi, disertai volume yang meningkat dan sinyal seperti hanging man, saat itulah waktunya untuk short.
Posisi selalu lebih penting daripada pola, kuasai beberapa poin kunci ini, maka operasi akan stabil.
**Tingkat Ketiga: Volume dan Harga Harus Sejalan**
Naik tanpa volume? Itu kemungkinan besar palsu. Breakout yang sejati harus didukung volume, kalau tidak, rebound akan cepat kembali.
Saat turun, volume meningkat menunjukkan tekanan jual sedang kuat; tapi jika volume turun saat harga turun, harus waspada, kemungkinan rebound mendekat.
Pasar tanpa dukungan volume, masuk posisi besar secara gegabah sama saja berjudi, pasar pasti memberi pelajaran.
**Tingkat Keempat: Verifikasi dengan Pola dan Indikator**
Pola umum di area dasar adalah hammer, morning star, bullish engulfing, ini adalah sinyal yang cukup andal. Saat tren kuat, perhatikan pola seperti "Three White Soldiers".
Sedangkan moving average golden cross, MACD golden cross, indikator teknikal lainnya hanyalah alat bantu, bukan alasan utama untuk masuk posisi. Konfirmasi tren besar dan pola spesifik, indikator hanyalah pelengkap.
**Akhirnya, sekali lagi—stop loss adalah keharusan**
Sebelum masuk posisi, harus pikirkan cara menerima kerugian. Tanpa stop loss, order seperti berenang tanpa pelampung, akhirnya pasti dimakan pasar.
Begitu saja: ikuti tren, kunci posisi penting, coba-coba dengan posisi kecil, tegas terapkan stop loss—lima langkah dasar ini, jika dikuasai dengan baik, bahkan pemula bisa bertahan dengan stabil di pasar.