Dua hari terakhir pasar memang agak ganas. Bitcoin sempat turun di bawah angka 90.000 USD, menyentuh level terendah sejak Januari, di tengah melemahnya obligasi dan saham global secara bersamaan, aset kripto menjadi yang paling terdampak. Ethereum turun 6% secara responsif, Solana juga mengalami penurunan sebesar 4,6%.
Logika di baliknya sebenarnya cukup jelas—peningkatan risiko geopolitik, yield obligasi Jepang dan AS melonjak secara bersamaan, dan preferensi risiko pasar secara umum menurun. Terutama dengan munculnya kembali ancaman tarif, tekanan jual obligasi AS cukup besar; langkah fiskal di Jepang juga turut memperparah situasi. Dalam lingkungan seperti ini, sentimen perlindungan terhadap risiko dari para investor sangat kuat. Kamu bisa melihatnya dari harga emas yang langsung mencatat rekor tertinggi baru, menembus 4700 dolar.
Dari segi teknikal, posisi pertahanan berikutnya berada di antara 84.000 hingga 85.000 dolar AS. Data pasar opsi Bitcoin juga mencerminkan hal ini—permintaan perlindungan terhadap risiko penurunan meningkat secara signifikan. Para analis pun berseru, jangan meremehkan risiko makro saat ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LoneValidator
· 13jam yang lalu
Kembali lagi, penurunan kali ini benar-benar keras, tidak ada yang bisa menghindar.
Saya percaya emas akan mencapai rekor tertinggi, itu baru benar-benar lindung nilai, kita harus bertahan keras di sini.
Kalau tidak bisa mempertahankan 84.000, rasanya harus melihat ke bawah lagi, data opsi semua sedang menceritakan kisahnya.
Sial, setiap kali makro ekonomi berbuat sesuatu, pasar kripto selalu jadi sasaran.
Sejujurnya, pecahnya 90.000 masih membuat hati saya tidak tenang, penurunan kali ini jauh lebih parah daripada tahun lalu.
Lihat AsliBalas0
SellLowExpert
· 01-21 07:56
又又又跌,我的9万美元梦没了
8.4万那道坎能守住吗,感觉悬
Emas sudah mencapai 4700, ini sedang memberi kita petunjuk apa
Lihat AsliBalas0
ContractTearjerker
· 01-21 07:56
Yah, lagi-lagi masalah makro, emas sudah menembus 4700, kali ini benar-benar berbeda.
Lihat AsliBalas0
StakeTillRetire
· 01-21 07:51
Emas sudah mencapai 4700, bahkan Bitcoin juga turun, ini benar-benar di luar nalar
Lihat AsliBalas0
bridge_anxiety
· 01-21 07:48
90.000 terpecahkan lagi, dan harus menunggu 8.4? Benar-benar tidak bisa tahan lagi, risiko makroekonomi kali ini memang cukup keras
Lihat AsliBalas0
NotGonnaMakeIt
· 01-21 07:45
Akhirnya turun lagi, aku sudah tahu. Emas sudah mencapai rekor tertinggi, jadi koin masih bisa naik ke mana lagi
Lihat AsliBalas0
GasWaster
· 01-21 07:39
ngl, menyaksikan portofolio saya dilikuidasi saat menunggu gas turun di bawah 50 gwei... langkah klasik dari saya jujur. risiko makro? bro aku terlalu sibuk memeriksa pelacak gas sampai nggak sadar BTC turun 9k lmao
Dua hari terakhir pasar memang agak ganas. Bitcoin sempat turun di bawah angka 90.000 USD, menyentuh level terendah sejak Januari, di tengah melemahnya obligasi dan saham global secara bersamaan, aset kripto menjadi yang paling terdampak. Ethereum turun 6% secara responsif, Solana juga mengalami penurunan sebesar 4,6%.
Logika di baliknya sebenarnya cukup jelas—peningkatan risiko geopolitik, yield obligasi Jepang dan AS melonjak secara bersamaan, dan preferensi risiko pasar secara umum menurun. Terutama dengan munculnya kembali ancaman tarif, tekanan jual obligasi AS cukup besar; langkah fiskal di Jepang juga turut memperparah situasi. Dalam lingkungan seperti ini, sentimen perlindungan terhadap risiko dari para investor sangat kuat. Kamu bisa melihatnya dari harga emas yang langsung mencatat rekor tertinggi baru, menembus 4700 dolar.
Dari segi teknikal, posisi pertahanan berikutnya berada di antara 84.000 hingga 85.000 dolar AS. Data pasar opsi Bitcoin juga mencerminkan hal ini—permintaan perlindungan terhadap risiko penurunan meningkat secara signifikan. Para analis pun berseru, jangan meremehkan risiko makro saat ini.