#链上资金流动 Melihat RSI BTC yang mendekati kondisi oversold kali ini, kembali muncul beberapa kenangan lama. Gelombang kegilaan tahun 2017 pernah saya alami, dan pemotongan setengah tahun 2018 juga tak terhindarkan, selama bertahun-tahun saya terus memantau indikator teknikal ini, dan yang paling dalam saya rasakan adalah—sejarah sedang berulang, tetapi detailnya selalu berbeda.
Aliran dana yang melawan dolar kali ini mengingatkan saya pada masa setelah pandemi tahun 2020. Saat itu juga dengan logika yang serupa: likuiditas melimpah, logam mulia terlalu panas, dan modal institusi mencari instrumen lindung nilai. Gelombang pasar itu akhirnya mendorong BTC ke atas 60.000, tampak tak terbendung. Tapi kita semua tahu apa yang terjadi kemudian—puncak tahun 2021, dan masa dingin tahun 2022.
Sekarang data yang ada sebenarnya cukup jelas: BTC mempertahankan level support, posisi ETH sebagai aset inti semakin menonjol, dan dana altcoin mulai aktif. Pola ini pernah saya lihat sebelumnya. Variabel utama tetap kebijakan Federal Reserve dan kondisi ekonomi global, seperti setiap siklus sebelumnya. Partisipasi investor institusi memang meningkatkan stabilitas pasar, ini jauh lebih baik dari 2017, tetapi jangan terlalu optimis—masuk keluarnya institusi kadang lebih agresif daripada trader ritel.
Tren aliran dana di blockchain saat ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari kecemasan terhadap kondisi makro. Pemulihan sejati membutuhkan konfirmasi dari fundamental, bukan sekadar rebound teknikal. Pelajaran dari beberapa tahun ini adalah: grafik bisa menipu, tetapi aliran dana nyata di blockchain tidak pernah berbohong.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#链上资金流动 Melihat RSI BTC yang mendekati kondisi oversold kali ini, kembali muncul beberapa kenangan lama. Gelombang kegilaan tahun 2017 pernah saya alami, dan pemotongan setengah tahun 2018 juga tak terhindarkan, selama bertahun-tahun saya terus memantau indikator teknikal ini, dan yang paling dalam saya rasakan adalah—sejarah sedang berulang, tetapi detailnya selalu berbeda.
Aliran dana yang melawan dolar kali ini mengingatkan saya pada masa setelah pandemi tahun 2020. Saat itu juga dengan logika yang serupa: likuiditas melimpah, logam mulia terlalu panas, dan modal institusi mencari instrumen lindung nilai. Gelombang pasar itu akhirnya mendorong BTC ke atas 60.000, tampak tak terbendung. Tapi kita semua tahu apa yang terjadi kemudian—puncak tahun 2021, dan masa dingin tahun 2022.
Sekarang data yang ada sebenarnya cukup jelas: BTC mempertahankan level support, posisi ETH sebagai aset inti semakin menonjol, dan dana altcoin mulai aktif. Pola ini pernah saya lihat sebelumnya. Variabel utama tetap kebijakan Federal Reserve dan kondisi ekonomi global, seperti setiap siklus sebelumnya. Partisipasi investor institusi memang meningkatkan stabilitas pasar, ini jauh lebih baik dari 2017, tetapi jangan terlalu optimis—masuk keluarnya institusi kadang lebih agresif daripada trader ritel.
Tren aliran dana di blockchain saat ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari kecemasan terhadap kondisi makro. Pemulihan sejati membutuhkan konfirmasi dari fundamental, bukan sekadar rebound teknikal. Pelajaran dari beberapa tahun ini adalah: grafik bisa menipu, tetapi aliran dana nyata di blockchain tidak pernah berbohong.