Dari likuidasi hingga pendapatan tahunan lebih dari satu miliar: Bagaimana Cai Jiamin menggunakan perdagangan kuantitatif untuk melewati pasar bullish dan bearish

12 tahun,蔡嘉民 hanya memiliki 20 HKD untuk uang makan siangnya. Dia makan di warung kecil dekat sekolah dengan bekal seharga 12 dollar, setiap hari tersisa 8 dollar, bermimpi suatu hari bisa bebas berbelanja seperti teman-temannya. Keinginan ini mendorongnya untuk mulai meneliti Hong Kong Mark Six, mencoba menggunakan 5 dollar untuk memenangkan hadiah utama 8 juta HKD, tetapi akhirnya gagal. Namun, pelajar miskin ini tidak menyerah, dia beralih ke perdagangan saham, setelah dua kali akun direset pada usia 16 dan 19 tahun, akhirnya menemukan jalan profitnya sendiri—perdagangan kuantitatif. Kini,蔡嘉民 mengelola dana kuantitatif sebesar 1,6 miliar, mampu meraih keuntungan stabil di pasar bullish maupun bearish. Kisahnya adalah contoh sempurna bagaimana data dapat memandu kita mengatasi kelemahan manusia.

Dua kali reset dan pencerahan: Mengapa perdagangan kuantitatif membuang waktu tapi tidak membuang uang

Pada usia 16 tahun,蔡嘉民 melakukan operasi leverage tinggi pertama dalam hidupnya dengan akun pinjaman. Dia menginvestasikan 40.000 HKD ke dalam produk leverage seperti warrant dan turbo, berusaha cepat kaya dengan leverage 10x, 20x. Hasilnya, dalam sekejap, akun dari 40.000 turun menjadi hanya beberapa ratus dollar. Malam itu, dia bahkan mengira akunnya diretas, tidak tahu harus berbuat apa menghadapi bencana ini.

Percakapan dengan seorang teman di taman mengubah pandangannya. Ucapan teman—“Kamu tidak punya anak yang harus dirawat, tidak punya keluarga yang harus diurus, jadi 3-4 ribu atau 300-400 dollar di akunmu tidak ada bedanya”—membuka matanya.蔡嘉民 menyadari, usia muda adalah waktu terbaik untuk mencoba leverage dan belajar dari kesalahan.

Pada usia 19 tahun, dia bangkit kembali. Dengan belajar tambahan, dia mengumpulkan 150.000 HKD, tetapi saat trading opsi dan futures, dia kembali kehilangan semuanya dalam semalam. Tamparan ini lebih berat, tapi juga memberi pelajaran.蔡嘉民 mulai merenung: mengapa saya membaca begitu banyak berita, mempelajari grafik, menganalisis indikator, tapi tetap tidak bisa profit stabil?

Jawabannya berasal dari satu pencerahan sederhana—dia belum pernah memverifikasi metode sendiri dengan data historis. Semua keputusan trading didasarkan saran orang lain, rekomendasi KOL, atau intuisi sendiri, bukan data. Perubahan pemahaman ini membawa蔡嘉民 ke dunia trading kuantitatif.

Inti dari trading kuantitatif sangat jelas: menggunakan data historis untuk menguji strategi, lalu menginvestasikan uang nyata setelah terbukti efektif. Ini berarti mungkin membuang waktu (waktu backtest), tapi tidak membuang uang. Berbeda dengan trading manual, trading kuantitatif mengubah keputusan emosional menjadi perhitungan data yang rasional, secara fundamental menghilangkan pengaruh fluktuasi emosi.

Strategi CTA dan manajemen risiko: bagaimana meraih 240% keuntungan di pasar bearish

Mei 2020, Bitcoin mengalami halving ketiga.蔡嘉民 mengamati volume dan skala pasar kripto yang semakin membesar, lalu memutuskan mengalihkan strategi kuantitatif dari keuangan tradisional ke trading Bitcoin. Mulai Mei 2021, dia menerapkan strategi di pasar kripto, dan hingga Januari 2023, akun dari beberapa juta HKD berkembang menjadi 100 juta HKD—dalam satu setengah tahun, meraih sekitar 20 kali lipat keuntungan.

Rahasia keberhasilan ini adalah penggunaan strategi CTA (trend following). Berbeda dari trading frekuensi tinggi atau arbitrase, strategi CTA fokus pada penilaian arah pasar, menggunakan sinyal harga dalam jam untuk menentukan kapan masuk posisi long atau short. Saat蔡嘉民 yakin pasar akan naik, dia membuka posisi long; saat memperkirakan turun, beralih ke short. Perdagangan yang murni mengikuti arah ini memiliki keunggulan—dapat profit di semua kondisi pasar.

Contoh di pasar bearish 2022. Kebanyakan trader menunggu atau stop loss saat pasar turun, tapi蔡嘉民 dengan strategi short-nya meraih 240% keuntungan tahunan. Ini adalah keunggulan utama trading kuantitatif dibandingkan hanya memegang aset: Bitcoin bisa menghasilkan uang saat pasar bullish, tapi dengan hedging seperti short, strategi kuantitatif juga bisa meraih profit di pasar bearish.

Namun, strategi CTA bukan tanpa risiko.蔡嘉民 jujur, drawdown strategi ini bisa mencapai 20%-30% atau lebih besar. Sebaliknya, drawdown dari trading frekuensi tinggi biasanya tidak lebih dari 1%, dan arbitrase sekitar 3%-5%. Ini berarti蔡嘉民 harus menghadapi ujian mental yang lebih besar—ketika investor melihat akun turun 20-30%, mudah merasa panik.

Solusinya adalah manajemen ekspektasi dan dukungan data.蔡嘉民 menjelaskan secara detail kepada investor tentang karakteristik strategi CTA, menampilkan siklus lengkap “rugi dulu baru untung” dari data historis. Ketika investor melihat contoh lengkap “rugi 30% lalu mencapai puncak baru dan untung 100%”, pemahaman mereka tentang volatilitas akan berubah.

Indikator utama untuk menilai efektivitas strategi ada dua: pertama, Sharpe Ratio (pengembalian disesuaikan risiko); kedua, Calmar Ratio (pengembalian tahunan dibagi drawdown maksimum).蔡嘉民 menekankan pentingnya tidak memberi bobot terlalu besar pada satu faktor saja. Pernah ada faktor yang sangat berkinerja, dia memberi bobot lebih dari separuh portofolio. Ketika faktor ini gagal, portofolio mengalami volatilitas besar. Pengalaman ini mengajarkan dia untuk menerapkan strategi bobot faktor yang seimbang—setiap faktor memiliki bobot yang serupa, sehingga kegagalan satu faktor tidak mengancam keseluruhan portofolio.

Dari keuangan tradisional ke pasar kripto: migrasi dan inovasi strategi蔡嘉民

Perjalanan kuantitatif蔡嘉民 tidak dimulai dari pasar kripto. Saat kuliah, dia belajar pemrograman sendiri, mengikuti kompetisi trading kuantitatif dan meraih penghargaan. Prestasi ini membantunya masuk ke perusahaan trading mandiri, lalu ke hedge fund terkenal, dan bekerja di bidang keuangan tradisional selama sekitar lima tahun.

Pengalaman di keuangan tradisional memberinya dua pelajaran utama: pertama, melihat data dengan lebih detail. Di hedge fund, tim mengelola saham, komoditas, futures, dan mata uang secara bersamaan.蔡嘉民 belajar melihat data dari berbagai sudut dan dimensi, bukan hanya percaya pada satu sumber informasi. Kedua, manajemen ekspektasi klien. Ini hal yang tidak bisa dia pelajari dari trading sendiri di rumah. Jika sebuah dana bisa meraih 50% per tahun, tapi klien awalnya diberi ekspektasi 20-30%, maka keuntungan 30-40% akhirnya akan mengejutkan mereka dan mereka mau terus berinvestasi atau menambah modal. Strategi ini seperti diskon, tapi dalam jangka panjang sangat berharga.

Dalam proses migrasi dari pasar tradisional ke pasar kripto,蔡嘉民 menemukan fenomena penting: banyak strategi yang bisa diterapkan di berbagai kelas aset. Strategi tren sederhana (misalnya, breakout MA 20 hari) bisa digunakan di Bitcoin, saham AS, dan futures. Tapi dia juga memperhatikan dua perbedaan utama pasar—pasar tradisional punya konsep open-close dan gap semalam; pasar kripto 24 jam, tidak ada konsep ini.

Lebih penting lagi, pasar kripto memiliki dimensi data unik yang tidak ada di pasar tradisional. Data on-chain (aliran dompet, masuk-keluar exchange, whale movement), data sentimen komunitas, indeks sentimen on-chain, semuanya sumber informasi yang tidak ada di keuangan konvensional.蔡嘉民 memanfaatkan perbedaan ini untuk mengembangkan strategi eksklusif yang hanya bisa diterapkan di pasar kripto.

Era AI dan tantangan kuantitatif: menjaga keunggulan kompetitif melalui data unik

Ketika ChatGPT dan AI lain muncul,蔡嘉民 awalnya menyambutnya dengan antusias. Dia menemukan AI membantu dalam dua hal: pertama, menghasilkan sinyal. Timnya melatih model machine learning untuk menggabungkan berbagai faktor dan data, sehingga AI otomatis menghasilkan sinyal long/short. Dalam trading nyata, strategi berbasis AI ini tetap menguntungkan. Kedua, efisiensi pemrograman. Kode yang dulu memakan waktu 10 jam, sekarang dengan DeepSeek cukup 5-10 menit.

Namun,蔡嘉民 juga mengingatkan risiko AI: kompetitor juga memakai alat yang sama. Jika semua tim kuantitatif memakai model machine learning dan AI yang sama, keunggulan kompetitif akan menyusut. Dia menelusuri perkembangan AI—2021-2022, hasil ML tidak terlalu signifikan; 2023, seiring gelombang AI, strategi AI mulai menghasilkan sinyal yang efektif; 2024-2025, hasilnya terus membaik. Alasannya adalah “efek self-fulfilling”—semakin banyak orang memakai AI, pasar merespons secara lebih nyata, sehingga efektivitas alat ini meningkat.

Bagaimana menjaga keunggulan di era AI?蔡嘉民 menjawab: lihat data yang tidak dilihat orang lain, lakukan hal yang tidak dilakukan orang lain. Banyak tim fokus pada grafik dan harga tradisional, dia beralih ke data on-chain dan analisis sentimen. Banyak memakai model ML umum, dia mencari algoritma yang dikustomisasi. Inilah kekuatan kompetitif utama kuantitatif dalam 5-10 tahun ke depan—bukan alat yang lebih kuat, tapi sudut pandang data yang lebih unik.

Perjalanan trader muda: menukar waktu dengan uang dan pengalaman

Mengulas perjalanan dirinya,蔡嘉民 memberi saran utama untuk trader muda: gunakan waktu untuk mendapatkan uang. Keuntungan terbesar usia muda adalah memiliki banyak waktu dan toleransi kesalahan. Saat kuliah, dia belajar pemrograman sendiri, mengikuti kompetisi, masuk perusahaan trading simulasi, dan membuktikan strategi dalam 3-6 bulan—biaya investasi ini jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

Pengalaman margin call juga mengubah mindset蔡嘉民. Setelah beberapa kerugian, dia membangun mental “tanpa ego” dalam trading—ketika profit, dia tidak terlalu bahagia, saat rugi, tidak panik. Emosi yang stabil ini adalah fondasi pengambilan keputusan rasional. Dia berkata: “Trader yang menghasilkan uang, suka trading itu sendiri, bukan uangnya.” Itulah sebabnya dia beralih dari trading mandiri ke edukasi dan berbagi, karena kecintaannya pada esensi trading melampaui keinginan akan keuntungan.

Saat ditanya apakah dia punya bakat alami dalam trading,蔡嘉民 memberi jawaban tegas: Tidak ada bakat alami, hanya belajar keras dan tekun. Menjaga rasionalitas, tidak terjebak emosi; segera koreksi kesalahan persepsi; tetap rendah hati dan terus belajar—tiga hal ini adalah kunci membangun sistem trading mandiri yang mampu melewati siklus bullish dan bearish.

Dari pelajar miskin usia 12 tahun hingga menjadi juara trading kuantitatif dengan dana miliaran,蔡嘉民 membuktikan satu hal: kunci menang di pasar yang bergejolak bukan keberuntungan atau bakat, melainkan penghormatan terhadap data, rasa takut terhadap risiko, dan ketekunan belajar. Inilah alasan utama mengapa trading kuantitatif melampaui trading tradisional.

BTC-0,61%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)