Pasar kripto menyaksikan gelombang likuidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya baru-baru ini, dengan penutupan satu perdagangan pada kontrak perpetual BTC-USD Hyperliquid mencapai $96,51 juta—angka yang memecahkan rekor dan bergema di seluruh ekosistem perdagangan. Peristiwa likuidasi ini menegaskan risiko intens yang dihadapi trader dalam lingkungan perdagangan dengan leverage, terutama saat Bitcoin terus mengalami tekanan turun baru-baru ini dengan penurunan 24 jam sebesar 1,96%.
Skala Tidak Terbantahkan dari Peristiwa Likuidasi Ini
Menurut data agregator yang melacak metrik likuidasi on-chain, likuidasi tunggal sebesar $96,51 juta di Hyperliquid mewakili penutupan paksa terbesar yang tercatat di platform perdagangan utama selama periode tersebut. Yang membuat likuidasi ini sangat signifikan bukan hanya jumlahnya—tetapi juga mencerminkan risiko saling terkait dari posisi dengan leverage tinggi di pasar futures perpetual. Besarnya pesanan likuidasi tunggal ini menjadi pengingat keras akan bahaya leverage berlebihan selama kondisi pasar yang volatil.
Dampak Seluruh Jaringan: $814 Jutaan Likuidasi Berantai
Likuidasi Hyperliquid hanyalah puncak gunung es. Di seluruh pasar derivatif cryptocurrency, periode 24 jam terakhir menyaksikan sekitar 164.787 trader menghadapi penutupan paksa, dengan total likuidasi mencapai sekitar $814 juta. Angka yang mencengangkan ini menunjukkan bagaimana turbulensi pasar dapat memicu kegagalan berantai di berbagai posisi dan platform. Kontrak futures BTC mendominasi peristiwa likuidasi ini, menyumbang sebagian besar tekanan jual besar yang menandai sesi perdagangan ini.
Apa Artinya Ini bagi Trader
Aktivitas likuidasi baru-baru ini terjadi saat Bitcoin menghadapi tekanan jual yang berkelanjutan, dengan mata uang kripto terbesar ini turun 1,96% dalam 24 jam terakhir dengan volume perdagangan sebesar $1,26 miliar. Kombinasi harga yang jatuh dan penutupan paksa besar-besaran ini menciptakan umpan balik yang memperbesar volatilitas pasar. Bagi trader aktif, peristiwa ini menjadi pelajaran penting: posisi yang tampaknya dapat dikelola selama periode stabil bisa menjadi likuidasi yang katastrofik saat kondisi pasar berubah dengan cepat. Manajemen risiko dan pengukuran posisi tetap menjadi alat bertahan penting dalam perdagangan derivatif.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sebuah $96 Jutaan Peristiwa Likuidasi di Hyperliquid Menandai Tonggak Baru dalam Volatilitas Pasar
Pasar kripto menyaksikan gelombang likuidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya baru-baru ini, dengan penutupan satu perdagangan pada kontrak perpetual BTC-USD Hyperliquid mencapai $96,51 juta—angka yang memecahkan rekor dan bergema di seluruh ekosistem perdagangan. Peristiwa likuidasi ini menegaskan risiko intens yang dihadapi trader dalam lingkungan perdagangan dengan leverage, terutama saat Bitcoin terus mengalami tekanan turun baru-baru ini dengan penurunan 24 jam sebesar 1,96%.
Skala Tidak Terbantahkan dari Peristiwa Likuidasi Ini
Menurut data agregator yang melacak metrik likuidasi on-chain, likuidasi tunggal sebesar $96,51 juta di Hyperliquid mewakili penutupan paksa terbesar yang tercatat di platform perdagangan utama selama periode tersebut. Yang membuat likuidasi ini sangat signifikan bukan hanya jumlahnya—tetapi juga mencerminkan risiko saling terkait dari posisi dengan leverage tinggi di pasar futures perpetual. Besarnya pesanan likuidasi tunggal ini menjadi pengingat keras akan bahaya leverage berlebihan selama kondisi pasar yang volatil.
Dampak Seluruh Jaringan: $814 Jutaan Likuidasi Berantai
Likuidasi Hyperliquid hanyalah puncak gunung es. Di seluruh pasar derivatif cryptocurrency, periode 24 jam terakhir menyaksikan sekitar 164.787 trader menghadapi penutupan paksa, dengan total likuidasi mencapai sekitar $814 juta. Angka yang mencengangkan ini menunjukkan bagaimana turbulensi pasar dapat memicu kegagalan berantai di berbagai posisi dan platform. Kontrak futures BTC mendominasi peristiwa likuidasi ini, menyumbang sebagian besar tekanan jual besar yang menandai sesi perdagangan ini.
Apa Artinya Ini bagi Trader
Aktivitas likuidasi baru-baru ini terjadi saat Bitcoin menghadapi tekanan jual yang berkelanjutan, dengan mata uang kripto terbesar ini turun 1,96% dalam 24 jam terakhir dengan volume perdagangan sebesar $1,26 miliar. Kombinasi harga yang jatuh dan penutupan paksa besar-besaran ini menciptakan umpan balik yang memperbesar volatilitas pasar. Bagi trader aktif, peristiwa ini menjadi pelajaran penting: posisi yang tampaknya dapat dikelola selama periode stabil bisa menjadi likuidasi yang katastrofik saat kondisi pasar berubah dengan cepat. Manajemen risiko dan pengukuran posisi tetap menjadi alat bertahan penting dalam perdagangan derivatif.