Pasar aset kripto menunjukkan sinyal yang berbeda. Pada 2 Januari, analis teknikal terkenal Ali Chart menyoroti grafik mingguan Bitcoin dan menunjukkan pembentukan pola teknikal penting. Interaksi antara garis rata-rata pergerakan sederhana 10 minggu dan 50 minggu menandai bahwa pasar sedang memasuki fase baru.
Saat ini, Bitcoin berada di level $89.320, mengalami tekanan penurunan sebesar -6,07% dalam 7 hari terakhir. Sinyal peringatan dari indikator teknikal pada saat ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi para investor.
Membaca Sinyal Pasar Saat Ini dari Indikator Teknikal
Pola yang muncul di grafik Bitcoin yang disebut “Dead Cross” mengacu pada fenomena di mana garis rata-rata pergerakan jangka pendek melintasi di bawah garis rata-rata pergerakan jangka panjang. Ini secara tradisional dianggap sebagai sinyal tekanan penurunan pasar.
Menurut laporan PANews, sekitar 3 minggu telah berlalu sejak terjadinya Dead Cross serupa pada 8 Desember, dan analis teknikal memperhatikan pengaruh historis dari pola ini. Cross-over garis rata-rata pergerakan bukan sekadar fenomena matematis, tetapi berfungsi sebagai indikator penting yang mencerminkan perubahan psikologi pasar.
Pola yang Berulang Sejarah—Verifikasi Empat Kali Dead Cross Sebelumnya
Dalam pasar Bitcoin, pola teknikal yang sama telah muncul berkali-kali. Dengan memverifikasi data masa lalu, kita dapat melihat keberulangan pola tersebut.
September 2014: Setelah Dead Cross, penurunan besar sebesar -67%
Juni 2018: Setelah Dead Cross, koreksi sebesar -54%
Maret 2020: Setelah Dead Cross, penurunan sebesar -53%
Januari 2022: Setelah Dead Cross, koreksi serius sebesar -64%
Dari empat contoh historis ini, diketahui bahwa kisaran penurunan yang umum terjadi setelah Dead Cross adalah antara 50% hingga 60%. Jika pola historis ini tetap berlaku, kemungkinan pasar Bitcoin mengalami fase koreksi besar tidak dapat diabaikan.
Skenario Penyesuaian Harga dan Peluang Investasi Jangka Panjang
Berdasarkan analisis teknikal saat ini, jika harga Bitcoin mengalami koreksi sebesar 50%–60%, maka kisaran harga yang diperkirakan adalah antara $50.000 dan $38.000. Skenario ini menjadi kekhawatiran jangka pendek bagi banyak peserta pasar, tetapi juga dapat dilihat dari sudut pandang lain.
Bagi investor yang berorientasi membangun aset jangka panjang, fase koreksi seperti ini memiliki makna berbeda. Secara historis, Bitcoin setelah mengalami penurunan besar seperti ini sering menjadi titik balik menuju tren kenaikan yang lebih kokoh. Sinyal teknikal saat ini memang mengingatkan akan kewaspadaan, tetapi sekaligus menunjukkan peluang strategis untuk membeli saat yang tepat.
Dari sudut pandang analisis teknikal, ini adalah fase di mana diperlukan strategi yang fleksibel untuk menanggapi perubahan psikologi pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Grafik Bitcoin menunjukkan fase koreksi—Verifikasi sinyal pasar melalui analisis teknikal
Pasar aset kripto menunjukkan sinyal yang berbeda. Pada 2 Januari, analis teknikal terkenal Ali Chart menyoroti grafik mingguan Bitcoin dan menunjukkan pembentukan pola teknikal penting. Interaksi antara garis rata-rata pergerakan sederhana 10 minggu dan 50 minggu menandai bahwa pasar sedang memasuki fase baru.
Saat ini, Bitcoin berada di level $89.320, mengalami tekanan penurunan sebesar -6,07% dalam 7 hari terakhir. Sinyal peringatan dari indikator teknikal pada saat ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi para investor.
Membaca Sinyal Pasar Saat Ini dari Indikator Teknikal
Pola yang muncul di grafik Bitcoin yang disebut “Dead Cross” mengacu pada fenomena di mana garis rata-rata pergerakan jangka pendek melintasi di bawah garis rata-rata pergerakan jangka panjang. Ini secara tradisional dianggap sebagai sinyal tekanan penurunan pasar.
Menurut laporan PANews, sekitar 3 minggu telah berlalu sejak terjadinya Dead Cross serupa pada 8 Desember, dan analis teknikal memperhatikan pengaruh historis dari pola ini. Cross-over garis rata-rata pergerakan bukan sekadar fenomena matematis, tetapi berfungsi sebagai indikator penting yang mencerminkan perubahan psikologi pasar.
Pola yang Berulang Sejarah—Verifikasi Empat Kali Dead Cross Sebelumnya
Dalam pasar Bitcoin, pola teknikal yang sama telah muncul berkali-kali. Dengan memverifikasi data masa lalu, kita dapat melihat keberulangan pola tersebut.
Dari empat contoh historis ini, diketahui bahwa kisaran penurunan yang umum terjadi setelah Dead Cross adalah antara 50% hingga 60%. Jika pola historis ini tetap berlaku, kemungkinan pasar Bitcoin mengalami fase koreksi besar tidak dapat diabaikan.
Skenario Penyesuaian Harga dan Peluang Investasi Jangka Panjang
Berdasarkan analisis teknikal saat ini, jika harga Bitcoin mengalami koreksi sebesar 50%–60%, maka kisaran harga yang diperkirakan adalah antara $50.000 dan $38.000. Skenario ini menjadi kekhawatiran jangka pendek bagi banyak peserta pasar, tetapi juga dapat dilihat dari sudut pandang lain.
Bagi investor yang berorientasi membangun aset jangka panjang, fase koreksi seperti ini memiliki makna berbeda. Secara historis, Bitcoin setelah mengalami penurunan besar seperti ini sering menjadi titik balik menuju tren kenaikan yang lebih kokoh. Sinyal teknikal saat ini memang mengingatkan akan kewaspadaan, tetapi sekaligus menunjukkan peluang strategis untuk membeli saat yang tepat.
Dari sudut pandang analisis teknikal, ini adalah fase di mana diperlukan strategi yang fleksibel untuk menanggapi perubahan psikologi pasar.