Bayangkan sebuah perusahaan yang pada tahun 2025 dalam pasar bullish Bitcoin, meningkatkan kepemilikan Bitcoin sehingga nilai aset bersih per saham (NAV) melonjak 70% dalam satu kuartal, dan harga sahamnya pun mendapatkan premi yang jauh melebihi pasar saham tradisional.
NAV adalah alat utama untuk memahami perubahan nilai ini. Terutama saat “strategi cadangan brankas kripto” menjadi tren baru di pasar saham AS, NAV dan turunan dari mNAV telah menjadi indikator kunci untuk menilai nilai intrinsik dan sentimen pasar dari perusahaan yang memegang banyak cryptocurrency.
01 Dasar Keuangan
Dalam bidang keuangan, NAV adalah konsep dasar dan penting, singkatan dari Net Asset Value, yaitu nilai aset bersih. Ini digunakan terutama untuk menilai nilai kumpulan aset dari dana investasi, trust, dan produk serupa.
Inti dari perhitungan NAV sangat sederhana: dari total aset dikurangi total kewajiban, hasilnya adalah nilai aset bersih.
Untuk dana, kita biasanya fokus pada NAV per unit dana. Cara menghitungnya adalah: menilai semua aset yang dimiliki dana (seperti saham, obligasi, kas, dll) berdasarkan harga pasar saat ini, dikurangi semua kewajiban, lalu nilai bersih tersebut dibagi dengan total unit yang diterbitkan dana.
Sebagai contoh, sebuah dana memiliki saham senilai 1 miliar yuan, kewajiban 500 ribu yuan, dan total unit sebanyak 50 juta unit, maka NAV per unit adalah (1.000.000.000 - 500.000) ÷ 50.000.000 = 19 yuan per unit.
Tergantung pada jenis dana, hubungan antara NAV dan harga transaksi juga berbeda secara signifikan:
Jenis Dana
Frekuensi Penghitungan dan Pengumuman NAV
Hubungan Harga Transaksi dan NAV
Dana terbuka
Dihitung harian, nilai bersih aset dibagi total unit
Harga transaksi sama dengan NAV, pembelian dan penebusan dilakukan berdasarkan NAV
Dana tertutup
Dihitung secara berkala, nilai bersih aset dibagi total unit
Harga transaksi bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari NAV, ada premi atau diskon
ETF
Dihitung secara real-time, nilai bersih aset dibagi total unit
Harga transaksi dekat NAV, terdapat selisih kecil
Memahami perbedaan ini membantu investor memahami nilai aset sebenarnya di balik harga pasar dari produk dana yang mereka miliki.
02 Aplikasi Saham
Ketika konsep NAV diperluas dari dana ke pasar saham, muncul istilah “nilai aset bersih per saham”, yang menjadi salah satu alat penting untuk mengukur nilai intrinsik sebuah saham tunggal.
Rumus perhitungannya mirip dengan dana: (total aset perusahaan - total kewajiban) ÷ jumlah saham yang diterbitkan perusahaan.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki total aset 100 yuan, tanpa kewajiban, dan menerbitkan 100 saham, maka NAV per saham adalah 1 yuan. Secara teori, angka 1 yuan ini mewakili bagian hak milik pemegang saham atas aset bersih perusahaan.
Namun, pasar modal jauh dari perhitungan teoritis yang sederhana. Harga saham ditentukan oleh penawaran dan permintaan pasar, dan sering kali tidak sama, bahkan menyimpang dari NAV.
Harga saham > NAV: biasanya menunjukkan premi. Pasar optimis terhadap potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan dan bersedia membayar harga lebih tinggi untuk pertumbuhan yang diharapkan. Contoh khasnya adalah perusahaan teknologi, di mana nilai inti (seperti teknologi R&D, paten, jaringan pengguna) sering kali tidak sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan di bagian “aset”.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu NAV? Indikator keuangan utama untuk membuka nilai saham dan saham kripto
Bayangkan sebuah perusahaan yang pada tahun 2025 dalam pasar bullish Bitcoin, meningkatkan kepemilikan Bitcoin sehingga nilai aset bersih per saham (NAV) melonjak 70% dalam satu kuartal, dan harga sahamnya pun mendapatkan premi yang jauh melebihi pasar saham tradisional.
NAV adalah alat utama untuk memahami perubahan nilai ini. Terutama saat “strategi cadangan brankas kripto” menjadi tren baru di pasar saham AS, NAV dan turunan dari mNAV telah menjadi indikator kunci untuk menilai nilai intrinsik dan sentimen pasar dari perusahaan yang memegang banyak cryptocurrency.
01 Dasar Keuangan
Dalam bidang keuangan, NAV adalah konsep dasar dan penting, singkatan dari Net Asset Value, yaitu nilai aset bersih. Ini digunakan terutama untuk menilai nilai kumpulan aset dari dana investasi, trust, dan produk serupa.
Inti dari perhitungan NAV sangat sederhana: dari total aset dikurangi total kewajiban, hasilnya adalah nilai aset bersih.
Untuk dana, kita biasanya fokus pada NAV per unit dana. Cara menghitungnya adalah: menilai semua aset yang dimiliki dana (seperti saham, obligasi, kas, dll) berdasarkan harga pasar saat ini, dikurangi semua kewajiban, lalu nilai bersih tersebut dibagi dengan total unit yang diterbitkan dana.
Sebagai contoh, sebuah dana memiliki saham senilai 1 miliar yuan, kewajiban 500 ribu yuan, dan total unit sebanyak 50 juta unit, maka NAV per unit adalah (1.000.000.000 - 500.000) ÷ 50.000.000 = 19 yuan per unit.
Tergantung pada jenis dana, hubungan antara NAV dan harga transaksi juga berbeda secara signifikan:
Memahami perbedaan ini membantu investor memahami nilai aset sebenarnya di balik harga pasar dari produk dana yang mereka miliki.
02 Aplikasi Saham
Ketika konsep NAV diperluas dari dana ke pasar saham, muncul istilah “nilai aset bersih per saham”, yang menjadi salah satu alat penting untuk mengukur nilai intrinsik sebuah saham tunggal.
Rumus perhitungannya mirip dengan dana: (total aset perusahaan - total kewajiban) ÷ jumlah saham yang diterbitkan perusahaan.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki total aset 100 yuan, tanpa kewajiban, dan menerbitkan 100 saham, maka NAV per saham adalah 1 yuan. Secara teori, angka 1 yuan ini mewakili bagian hak milik pemegang saham atas aset bersih perusahaan.
Namun, pasar modal jauh dari perhitungan teoritis yang sederhana. Harga saham ditentukan oleh penawaran dan permintaan pasar, dan sering kali tidak sama, bahkan menyimpang dari NAV.
Harga saham > NAV: biasanya menunjukkan premi. Pasar optimis terhadap potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan dan bersedia membayar harga lebih tinggi untuk pertumbuhan yang diharapkan. Contoh khasnya adalah perusahaan teknologi, di mana nilai inti (seperti teknologi R&D, paten, jaringan pengguna) sering kali tidak sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan di bagian “aset”.