Tahun lalu, awal September, co-founder Oracle, Larry Ellison, menambah asetnya lebih dari 100 miliar dolar dalam satu hari dan naik ke jajaran orang terkaya di dunia. Prestasi ini, di usia 81 tahun, bukan sekadar angka, melainkan simbol puncak dari kekaisaran teknologi selama empat dekade.
Kenaikan kekayaan kali ini bukanlah kebetulan. Ketika pengumuman Oracle akan menandatangani kemitraan cloud senilai 300 miliar dolar selama 5 tahun dengan OpenAI, pasar saham bereaksi secara dramatis. Dalam satu hari, harga saham melonjak lebih dari 40%—menjadi kenaikan harian terbesar sejak 1992. Pada saat itu, kekayaan bersih Larry Ellison mencapai sekitar 393 miliar dolar, menggeser posisi orang terkaya sebelumnya, Elon Musk.
Dari Nol Menjadi Pengusaha: Harta Tersembunyi Larry Ellison
Kisah hidup Larry Ellison tidak pernah mulus. Lahir pada 1944 di Bronx, New York, dari seorang ibu tunggal berusia 19 tahun, dia diadopsi oleh keluarga bibi di Chicago saat berusia 9 bulan. Ayah angkatnya adalah pegawai negeri biasa, dan kondisi ekonomi keluarga selalu sulit.
Pengalaman pendidikannya pun penuh liku. Ia masuk ke University of Illinois Urbana-Champaign, namun berhenti di tahun kedua setelah ibunya meninggal, dan kemudian masuk ke University of Chicago, tetapi hanya bertahan satu semester. Pendidikan formalnya berakhir di situ. Tapi itu hanyalah awal.
Bertransformasi Menjadi Inovator Teknologi: Membuka Era Basis Data
Awal 1970-an, Larry Ellison yang masih muda berkeliling Amerika, sampai di Berkeley, California. Di sana, dia berkata: “Orang Berkeley tampak lebih bebas dan lebih pintar.” Pilihan ini mengubah hidupnya.
Saat bekerja sebagai programmer di Ampersand Corporation, dia menghadapi peluang besar. Dalam proyek CIA(CIA) untuk merancang sistem basis data, dia melihat potensi pasar dari apa yang orang lain anggap sekadar kontrak. Nama kode proyek itu adalah “Oracle”. Banyak yang melihat ini sebagai kontrak biasa, tapi Larry Ellison melihat pasar.
Pada 1977, bersama rekan kerjanya Bob Miner dan Ed Oates, dia mendirikan Software Development Laboratory(SDL). Modal awal hanya 2.000 dolar, dan 1.200 dolar di antaranya disuntikkan langsung oleh Ellison. Strateginya jelas: komersialisasi model data relasional yang dikembangkan untuk CIA.
Perjalanan 40 Tahun Oracle: Tumbuh di Tengah Krisis
Pada 1986, Oracle go public di NASDAQ. Selama 40 tahun, Oracle menjadi pusat pasar perangkat lunak perusahaan. Ellison menjabat sebagai CEO dari 1978 hingga 1996, dan terus memegang peran manajemen setelahnya.
Perjalanannya tidak selalu mulus. Pada 1992, dia nyaris kehilangan nyawanya dalam kecelakaan selancar. Pada masa gelombang awal komputasi awan, Oracle tertinggal dari Amazon AWS dan Microsoft Azure. Dalam dunia inovasi, tertinggal sama dengan hukuman mati.
Namun Ellison tidak menyerah. Oracle memutuskan fokus pada kekuatan inti—basis data enterprise dan pemahaman mendalam terhadap pelanggan korporat. Sejak pertengahan 2000-an, mereka memperkuat layanan cloud dan mulai merebut kembali pasar berdasarkan kepercayaan pelanggan lama.
Puncak Kekayaan di Era AI: Ledakan Kekayaan Larry Ellison
Perubahan Oracle menjadi sangat mencolok. Dari “perusahaan perangkat lunak tradisional” menjadi “penguasa baru infrastruktur AI”.
Musim panas tahun lalu, Oracle mengambil langkah berani. Mengurangi ribuan karyawan dari divisi hardware legacy dan software lama, lalu mengalihkan sumber daya ke pusat data dan infrastruktur AI. Langkah ini berujung pada kemitraan besar dengan OpenAI, yang memicu lonjakan harga saham tahun lalu September.
Dalam ledakan permintaan AI generatif, terdapat peluang di antara produsen chip(NVIDIA) dan penyedia infrastruktur cloud. Ellison dan Oracle menangkap peluang itu dengan tepat, seperti yang mereka lakukan 40 tahun lalu saat melihat nilai komersial basis data dari kontrak CIA.
Kekaisaran dan Kekuasaan: Ekspansi Keluarga Ellison
Kekayaan Larry Ellison berkembang dari pribadi menjadi kekaisaran keluarga. Anaknya, David Ellison, memimpin akuisisi Paramount Global senilai 8 miliar dolar pada 2024, dengan 6 miliar dolar di antaranya berasal dari dana keluarga Ellison. Teknologi(Kekayaan) diikuti oleh media dan hiburan.
Di panggung politik, pengaruhnya juga nyata. Ellison adalah salah satu donor utama Partai Republik. Pada 2015, dia mendukung kampanye Marco Rubio, dan pada 2022 menyumbang 15 juta dolar ke Super PAC Senator Tim Scott.
Yang menarik, pada Januari tahun lalu, dia mengunjungi Gedung Putih bersama CEO OpenAI, Sam Altman, dan Ketua SoftBank, Masayoshi Son, untuk mengumumkan rencana pembangunan jaringan pusat data AI senilai 500 miliar dolar. Ini bukan sekadar proposal bisnis, melainkan ekspansi kekuasaan teknologi.
Sikap Rebel: Pengendalian Diri Ekstrem dan Pilihan Berani
Sebenarnya, Larry Ellison adalah kumpulan kontradiksi. Kemewahan dan disiplin diri, keberanian dan rasionalitas, semuanya bersamaan.
Dari segi kekayaan, dia menguasai 98% pulau Lana’i di Hawaii, memiliki beberapa rumah dan kapal pesiar kelas dunia. Setelah nyaris meninggal dalam kecelakaan selancar 1992, dia tetap mengejar olahraga ekstrem. Beralih ke balap kapal layar, dia memimpin Oracle Team USA meraih kemenangan bersejarah di America’s Cup tahun 2013. Pada 2018, dia mendirikan SailGP, liga kapal layar cepat yang melibatkan selebriti seperti Anne Hathaway dan pesepakbola Mbappé.
Tennis juga menjadi passion-nya. Dia menghidupkan kembali turnamen Indian Wells di California, menjadikannya “Grand Slam kelima”.
Yang paling mengejutkan, adalah pengelolaan dirinya sendiri. Pada 1990-an dan 2000-an, dia dikenal berolahraga berjam-jam setiap hari. Minumannya hampir tidak mengandung gula, hanya air dan teh hijau. Diet ketat yang dia jalani membuatnya tetap terlihat 20 tahun lebih muda dari usianya, di usia 81 tahun.
Dalam hubungan pribadi, dia juga berani. Pada 2024, dia menikahi wanita keturunan Tionghoa-Amerika, Jolyn Ju, yang 47 tahun lebih muda darinya. Hal ini terungkap dari catatan resmi donasi di University of Michigan. Jolyn Ju berasal dari Shenyang, China, dan lulus dari University of Michigan. Beberapa netizen bercanda, “Ellison tidak menolak selancar maupun asmara.”
Janji Membagi 95% Kekayaan: Filosofi Filantropi yang Unik
Pada 2010, Ellison menandatangani Giving Pledge, berjanji menyumbangkan minimal 95% kekayaannya. Tapi, berbeda dengan Gates dan Buffett, dia tidak aktif dalam kegiatan penggalangan dana organisasi. Dalam wawancara dengan New York Times, dia berkata: “Saya menghargai kesendirian dan tidak terpengaruh luar.”
Kegiatan filantropinya sangat personal. Pada 2016, dia menyumbang 200 juta dolar ke USC untuk mendirikan pusat riset kanker. Baru-baru ini, dia mengumumkan investasi di bidang kesehatan, makanan, dan perubahan iklim melalui lembaga gabungan dengan Oxford University, yaitu Ellison Engineering Research Institute.
Dia menyatakan di media sosial: “Kami akan mengembangkan obat baru yang menyelamatkan nyawa generasi berikutnya, membangun sistem pertanian berbiaya rendah, dan mengembangkan energi bersih dan efisien.”
Kesimpulan: Kehidupan Ikon Teknologi yang Kontroversial
Ellison, di usia 81 tahun, akhirnya menjadi orang terkaya di dunia. Mengkomersialisasi teknologi basis data dari proyek CIA, membangun kekaisaran global, dan kembali mengubah arah di tengah gelombang AI—semuanya menunjukkan ketajamannya.
Kekayaan, kekuasaan, pernikahan, olahraga, filantropi—hidupnya penuh skandal dan perhatian, selalu di pusatnya adalah Larry Ellison. Seorang rebel Silicon Valley yang keras kepala, penuh perjuangan, dan tak mau berkompromi.
Gelarnya sebagai orang terkaya dunia bisa saja berganti kapan saja, tapi Ellison membuktikan bahwa di era di mana AI mengubah segalanya, warisan tokoh teknologi generasi lama tidak pernah berakhir. Dia tetap bermain, dan tetap menang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Larry Ellison, yang berusia 81 tahun, pendiri kekaisaran teknologi, akhirnya masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia
Tahun lalu, awal September, co-founder Oracle, Larry Ellison, menambah asetnya lebih dari 100 miliar dolar dalam satu hari dan naik ke jajaran orang terkaya di dunia. Prestasi ini, di usia 81 tahun, bukan sekadar angka, melainkan simbol puncak dari kekaisaran teknologi selama empat dekade.
Kenaikan kekayaan kali ini bukanlah kebetulan. Ketika pengumuman Oracle akan menandatangani kemitraan cloud senilai 300 miliar dolar selama 5 tahun dengan OpenAI, pasar saham bereaksi secara dramatis. Dalam satu hari, harga saham melonjak lebih dari 40%—menjadi kenaikan harian terbesar sejak 1992. Pada saat itu, kekayaan bersih Larry Ellison mencapai sekitar 393 miliar dolar, menggeser posisi orang terkaya sebelumnya, Elon Musk.
Dari Nol Menjadi Pengusaha: Harta Tersembunyi Larry Ellison
Kisah hidup Larry Ellison tidak pernah mulus. Lahir pada 1944 di Bronx, New York, dari seorang ibu tunggal berusia 19 tahun, dia diadopsi oleh keluarga bibi di Chicago saat berusia 9 bulan. Ayah angkatnya adalah pegawai negeri biasa, dan kondisi ekonomi keluarga selalu sulit.
Pengalaman pendidikannya pun penuh liku. Ia masuk ke University of Illinois Urbana-Champaign, namun berhenti di tahun kedua setelah ibunya meninggal, dan kemudian masuk ke University of Chicago, tetapi hanya bertahan satu semester. Pendidikan formalnya berakhir di situ. Tapi itu hanyalah awal.
Bertransformasi Menjadi Inovator Teknologi: Membuka Era Basis Data
Awal 1970-an, Larry Ellison yang masih muda berkeliling Amerika, sampai di Berkeley, California. Di sana, dia berkata: “Orang Berkeley tampak lebih bebas dan lebih pintar.” Pilihan ini mengubah hidupnya.
Saat bekerja sebagai programmer di Ampersand Corporation, dia menghadapi peluang besar. Dalam proyek CIA(CIA) untuk merancang sistem basis data, dia melihat potensi pasar dari apa yang orang lain anggap sekadar kontrak. Nama kode proyek itu adalah “Oracle”. Banyak yang melihat ini sebagai kontrak biasa, tapi Larry Ellison melihat pasar.
Pada 1977, bersama rekan kerjanya Bob Miner dan Ed Oates, dia mendirikan Software Development Laboratory(SDL). Modal awal hanya 2.000 dolar, dan 1.200 dolar di antaranya disuntikkan langsung oleh Ellison. Strateginya jelas: komersialisasi model data relasional yang dikembangkan untuk CIA.
Perjalanan 40 Tahun Oracle: Tumbuh di Tengah Krisis
Pada 1986, Oracle go public di NASDAQ. Selama 40 tahun, Oracle menjadi pusat pasar perangkat lunak perusahaan. Ellison menjabat sebagai CEO dari 1978 hingga 1996, dan terus memegang peran manajemen setelahnya.
Perjalanannya tidak selalu mulus. Pada 1992, dia nyaris kehilangan nyawanya dalam kecelakaan selancar. Pada masa gelombang awal komputasi awan, Oracle tertinggal dari Amazon AWS dan Microsoft Azure. Dalam dunia inovasi, tertinggal sama dengan hukuman mati.
Namun Ellison tidak menyerah. Oracle memutuskan fokus pada kekuatan inti—basis data enterprise dan pemahaman mendalam terhadap pelanggan korporat. Sejak pertengahan 2000-an, mereka memperkuat layanan cloud dan mulai merebut kembali pasar berdasarkan kepercayaan pelanggan lama.
Puncak Kekayaan di Era AI: Ledakan Kekayaan Larry Ellison
Perubahan Oracle menjadi sangat mencolok. Dari “perusahaan perangkat lunak tradisional” menjadi “penguasa baru infrastruktur AI”.
Musim panas tahun lalu, Oracle mengambil langkah berani. Mengurangi ribuan karyawan dari divisi hardware legacy dan software lama, lalu mengalihkan sumber daya ke pusat data dan infrastruktur AI. Langkah ini berujung pada kemitraan besar dengan OpenAI, yang memicu lonjakan harga saham tahun lalu September.
Dalam ledakan permintaan AI generatif, terdapat peluang di antara produsen chip(NVIDIA) dan penyedia infrastruktur cloud. Ellison dan Oracle menangkap peluang itu dengan tepat, seperti yang mereka lakukan 40 tahun lalu saat melihat nilai komersial basis data dari kontrak CIA.
Kekaisaran dan Kekuasaan: Ekspansi Keluarga Ellison
Kekayaan Larry Ellison berkembang dari pribadi menjadi kekaisaran keluarga. Anaknya, David Ellison, memimpin akuisisi Paramount Global senilai 8 miliar dolar pada 2024, dengan 6 miliar dolar di antaranya berasal dari dana keluarga Ellison. Teknologi(Kekayaan) diikuti oleh media dan hiburan.
Di panggung politik, pengaruhnya juga nyata. Ellison adalah salah satu donor utama Partai Republik. Pada 2015, dia mendukung kampanye Marco Rubio, dan pada 2022 menyumbang 15 juta dolar ke Super PAC Senator Tim Scott.
Yang menarik, pada Januari tahun lalu, dia mengunjungi Gedung Putih bersama CEO OpenAI, Sam Altman, dan Ketua SoftBank, Masayoshi Son, untuk mengumumkan rencana pembangunan jaringan pusat data AI senilai 500 miliar dolar. Ini bukan sekadar proposal bisnis, melainkan ekspansi kekuasaan teknologi.
Sikap Rebel: Pengendalian Diri Ekstrem dan Pilihan Berani
Sebenarnya, Larry Ellison adalah kumpulan kontradiksi. Kemewahan dan disiplin diri, keberanian dan rasionalitas, semuanya bersamaan.
Dari segi kekayaan, dia menguasai 98% pulau Lana’i di Hawaii, memiliki beberapa rumah dan kapal pesiar kelas dunia. Setelah nyaris meninggal dalam kecelakaan selancar 1992, dia tetap mengejar olahraga ekstrem. Beralih ke balap kapal layar, dia memimpin Oracle Team USA meraih kemenangan bersejarah di America’s Cup tahun 2013. Pada 2018, dia mendirikan SailGP, liga kapal layar cepat yang melibatkan selebriti seperti Anne Hathaway dan pesepakbola Mbappé.
Tennis juga menjadi passion-nya. Dia menghidupkan kembali turnamen Indian Wells di California, menjadikannya “Grand Slam kelima”.
Yang paling mengejutkan, adalah pengelolaan dirinya sendiri. Pada 1990-an dan 2000-an, dia dikenal berolahraga berjam-jam setiap hari. Minumannya hampir tidak mengandung gula, hanya air dan teh hijau. Diet ketat yang dia jalani membuatnya tetap terlihat 20 tahun lebih muda dari usianya, di usia 81 tahun.
Dalam hubungan pribadi, dia juga berani. Pada 2024, dia menikahi wanita keturunan Tionghoa-Amerika, Jolyn Ju, yang 47 tahun lebih muda darinya. Hal ini terungkap dari catatan resmi donasi di University of Michigan. Jolyn Ju berasal dari Shenyang, China, dan lulus dari University of Michigan. Beberapa netizen bercanda, “Ellison tidak menolak selancar maupun asmara.”
Janji Membagi 95% Kekayaan: Filosofi Filantropi yang Unik
Pada 2010, Ellison menandatangani Giving Pledge, berjanji menyumbangkan minimal 95% kekayaannya. Tapi, berbeda dengan Gates dan Buffett, dia tidak aktif dalam kegiatan penggalangan dana organisasi. Dalam wawancara dengan New York Times, dia berkata: “Saya menghargai kesendirian dan tidak terpengaruh luar.”
Kegiatan filantropinya sangat personal. Pada 2016, dia menyumbang 200 juta dolar ke USC untuk mendirikan pusat riset kanker. Baru-baru ini, dia mengumumkan investasi di bidang kesehatan, makanan, dan perubahan iklim melalui lembaga gabungan dengan Oxford University, yaitu Ellison Engineering Research Institute.
Dia menyatakan di media sosial: “Kami akan mengembangkan obat baru yang menyelamatkan nyawa generasi berikutnya, membangun sistem pertanian berbiaya rendah, dan mengembangkan energi bersih dan efisien.”
Kesimpulan: Kehidupan Ikon Teknologi yang Kontroversial
Ellison, di usia 81 tahun, akhirnya menjadi orang terkaya di dunia. Mengkomersialisasi teknologi basis data dari proyek CIA, membangun kekaisaran global, dan kembali mengubah arah di tengah gelombang AI—semuanya menunjukkan ketajamannya.
Kekayaan, kekuasaan, pernikahan, olahraga, filantropi—hidupnya penuh skandal dan perhatian, selalu di pusatnya adalah Larry Ellison. Seorang rebel Silicon Valley yang keras kepala, penuh perjuangan, dan tak mau berkompromi.
Gelarnya sebagai orang terkaya dunia bisa saja berganti kapan saja, tapi Ellison membuktikan bahwa di era di mana AI mengubah segalanya, warisan tokoh teknologi generasi lama tidak pernah berakhir. Dia tetap bermain, dan tetap menang.