Dalam pasar keuangan terdapat sebuah bias kognitif yang mendalam—investor secara umum percaya bahwa kenaikan harga Bitcoin pasti dibatasi oleh pergerakan emas dan perak. Namun, ekonom makro terkenal Lyn Alden baru-baru ini mematahkan pandangan ini melalui podcast. Dia secara tegas menyatakan bahwa Bitcoin sepenuhnya dapat terus naik meskipun tren naik emas tetap berlangsung, dan keduanya bukanlah kompetisi dalam arti tradisional.
Benturan Pandangan: Mengapa Pendapat Analis Berbeda Jauh
Chief Analyst Glassnode James Check menyatakan di platform media sosial X bahwa para pelaku pasar yang berpendapat sebaliknya “kurang memahami esensi dari aset-aset ini secara nyata.” Dia bahkan menyebut pandangan tersebut sebagai pandangan “langka”, mengisyaratkan adanya kesalahan dalam pemikiran arus utama pasar. Pernyataan ini memicu diskusi luas di pasar—apa sebenarnya yang menyebabkan banyak peserta pasar tidak mampu memahami hubungan nyata antara Bitcoin dan aset tradisional?
Data Historis Mengungkapkan Kebenaran: Stagnasi vs Kejayaan
Saat menjelaskan argumennya secara rinci, Lyn Alden mengutip data performa pasar terbaru. Dia menunjukkan bahwa indeks kekuatan relatif Bitcoin terhadap emas baru-baru ini menunjukkan performa yang luar biasa, karena perbedaan besar dalam performa historis keduanya. Secara spesifik, Bitcoin selama satu tahun terakhir berada dalam fase stagnasi harga yang jelas, sementara emas mengalami tahun yang paling gemilang dalam sejarahnya. Performa pasar yang tidak simetris ini justru membuka ruang bagi kenaikan lanjutan Bitcoin.
Meninjau Ulang Logika Alokasi Aset
Dari sudut pandang investasi makro, menganggap Bitcoin dan emas sebagai lawan adalah sebuah kesalahan strategi. Kedua aset meskipun sama-sama memiliki sifat anti-inflasi dan perlindungan risiko, faktor pendorongnya, suasana pasar, dan pola siklusnya berbeda. Inti dari pandangan Lyn Alden sebenarnya menegaskan kembali sebuah prinsip investasi: aset yang berbeda menunjukkan kekuatan yang berbeda di berbagai siklus, dan pelaku pasar harus melakukan alokasi berdasarkan fundamental masing-masing, bukan sekadar korelasi.
Karena itu, kenaikan berkelanjutan Bitcoin tidak perlu bergantung pada penyesuaian emas atau perak sebagai prasyarat. Pandangan ini memiliki nilai rujukan penting dalam memahami posisi aset digital dalam portofolio investasi yang beragam.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lyn Alden mengungkap kesalahpahaman di dunia kripto: Pergerakan Bitcoin independen dari penyesuaian emas
Dalam pasar keuangan terdapat sebuah bias kognitif yang mendalam—investor secara umum percaya bahwa kenaikan harga Bitcoin pasti dibatasi oleh pergerakan emas dan perak. Namun, ekonom makro terkenal Lyn Alden baru-baru ini mematahkan pandangan ini melalui podcast. Dia secara tegas menyatakan bahwa Bitcoin sepenuhnya dapat terus naik meskipun tren naik emas tetap berlangsung, dan keduanya bukanlah kompetisi dalam arti tradisional.
Benturan Pandangan: Mengapa Pendapat Analis Berbeda Jauh
Chief Analyst Glassnode James Check menyatakan di platform media sosial X bahwa para pelaku pasar yang berpendapat sebaliknya “kurang memahami esensi dari aset-aset ini secara nyata.” Dia bahkan menyebut pandangan tersebut sebagai pandangan “langka”, mengisyaratkan adanya kesalahan dalam pemikiran arus utama pasar. Pernyataan ini memicu diskusi luas di pasar—apa sebenarnya yang menyebabkan banyak peserta pasar tidak mampu memahami hubungan nyata antara Bitcoin dan aset tradisional?
Data Historis Mengungkapkan Kebenaran: Stagnasi vs Kejayaan
Saat menjelaskan argumennya secara rinci, Lyn Alden mengutip data performa pasar terbaru. Dia menunjukkan bahwa indeks kekuatan relatif Bitcoin terhadap emas baru-baru ini menunjukkan performa yang luar biasa, karena perbedaan besar dalam performa historis keduanya. Secara spesifik, Bitcoin selama satu tahun terakhir berada dalam fase stagnasi harga yang jelas, sementara emas mengalami tahun yang paling gemilang dalam sejarahnya. Performa pasar yang tidak simetris ini justru membuka ruang bagi kenaikan lanjutan Bitcoin.
Meninjau Ulang Logika Alokasi Aset
Dari sudut pandang investasi makro, menganggap Bitcoin dan emas sebagai lawan adalah sebuah kesalahan strategi. Kedua aset meskipun sama-sama memiliki sifat anti-inflasi dan perlindungan risiko, faktor pendorongnya, suasana pasar, dan pola siklusnya berbeda. Inti dari pandangan Lyn Alden sebenarnya menegaskan kembali sebuah prinsip investasi: aset yang berbeda menunjukkan kekuatan yang berbeda di berbagai siklus, dan pelaku pasar harus melakukan alokasi berdasarkan fundamental masing-masing, bukan sekadar korelasi.
Karena itu, kenaikan berkelanjutan Bitcoin tidak perlu bergantung pada penyesuaian emas atau perak sebagai prasyarat. Pandangan ini memiliki nilai rujukan penting dalam memahami posisi aset digital dalam portofolio investasi yang beragam.